Advanced Search
Hits
5571
Tanggal Dimuat: 2012/05/10
Ringkasan Pertanyaan
Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
Pertanyaan
Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
Jawaban Global

Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi seseorang bukan sifat tercela.

Tips-tips seperti memperhatikan niat dan tujuan tertawa dan keceriaan, mengingat Allah Swt dan memikirkan keburukan akibat banyak tertawa dapat mencegah seseorang untuk tidak banyak tertawa setiap waktu – khususnya pada hari-hari syahadah (kesyahidan) dan musibah para Imam Maksum As – dan demikian juga pada sebagian tempat dan situasi-situasi sosial. Mengamalkan tips-tips ini akan banyak berpengaruh mengurangi banyak tertawa dan pada umumnya terbukti mujarab.

Jawaban Detil

Manusia memiliki ragam dimensi dalam dirinya. Salah satu dimensi tersebut adalah dimensi afeksinya. Dimensi afeksi ini membuat manusia terkadang meluapkan kegembiraan dan mengekspresikan keceriaan yang dirasakannya. Lain waktu manusia dirundung duka dan kesedihan.. Karena itu, tangis dan tawa merupakan sejenis ungkapan luapan perasaan dan ekspresi afeksi batin. Hal ini merupakan salah satu tanda-tanda natural dan adanya keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi seseorang bukan sifat tercela.

Riang dan gembira, dari sudut pandang moral adalah suatu hal yang positif, berguna, media penggerak, dinamis dan pengiat aktivitas personal dan sosial. Riang dan gemberi memiliki peran dalam proses kesempurnaan mental sosial, namun harus diperhatikan setiap kondisi dan ragam faktor personal, sosial, ideologi dan moral setiap orang karena riang dan gembira yang tidak pada tempatnya terkadang disalahkan dan dicela.

Dalam tulisan ini, kami akan menyebutkan beberapa tips yang mujarab untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa di setiap waktu – khususnya pada hari-hari syahadah dan musibah para Imam Maksum As – dan demikian juga pada sebagian tempat dan situasi sosial:

Pertama: Memperhatikan niat dan tujuan tertawa dan bergembira: Seluruh pikran, ucapan, dan perbuatan seorang Mukmin sejati harus dikerahkan dan diarahkan untuk meraih keridhaan serta mencapai kedekatan di sisi Allah Swt. Dengan pandangan ini, apabila ia mencermati bahwa tertawanya ia apakah dapat mengundang keridhaan Allah Swt atau tidak? Dalam kondisi seperti ini, tertawa dan bergembira, memiliki tempat yang pantas dan mengetahui batasan yang harus dijaga dan menjadi media untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena itu, pada hari-hari Muharram dan Shafar serta hari-hari kesyahidan (syahâdah) para Imam Maksum As, setiap Mukmin harus memandangnya sebagai orang yang berduka karena kehilangan dan menjauhi segala apa yang tidak sesuai dengan duka dan kesedihan yang akan banyak dapat membantu merealisasikan niat ini.

 

Kedua: Mengingat Allah Swt: Dalam al-Qur’an telah banyak diperintahkan untuk banyak berzikir dan mengingat Allah Swt.[1] Karena itu para insan Ilahi harus senantiasa sibuk berzikir kepada Allah dan tiada satu pun pekerjaan yang dapat membuat mereka lalai dari mengingat dan beribadah kepada Allah Swt.[2] Terkadang tertawa dan kegembiraan menyebabkan kelalaian ruh dan hati manusia dan kelalaian ini menjadi penyebab timbulnya dosa seperti meledek dan mengejek orang lain. Karena itu, zikir dan mengingat Allah Swt  yang dapat berfungsi melenyapkan kelalaian akan menjadi pengendali pelbagai tawa yang menyebabkan kekerasan hati. Imam Shadiq As, terkait dengan pentingnya zikir kepada Allah Swt, bersabda, “Barang siapa dengan sungguh-sungguh mengingat Allah Swt maka ia adalah orang yang taat kepada-Nya dan barang siapa yang lalai dari-Nya maka ia termasuk sebagai pemaksiat dan pendosa. Ketaatan merupakan tanda petunjuk dan maksiat merupakan alamat kesesatan. Inti petunjuk dan kesesatan adalah mengingat dan lalai...”[3]

 

Ketiga: Memikirkan keburukan akibat banyak tertawa

Banyak tertawa dan tertawa tanpa batas – yang disebut dalam terma akhlak dan hadis sebagai qahqahah (terbahak-bahak) – bersumber dari kelalaian dan tidak pantas dilakukan oleh orang yang memiliki kepribadian. Karena itu, Islam mencela perbuatan ini mengingat perbuatan ini mengandung pengaruh jelek dan keburukan personal dan sosial sehingga sekiranya manusia memikirkan keburukan ini maka hal itu akan mengendalikan dan menjauhkan manusia dari sifat buruk ini.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari pengaruh buruk ini yang disebutkan dalam beberapa riwayat:

  1. Rasulullah Saw bersabda, “Jauhilah kalian banyak tertawa karena akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah.”[4]
  2. Imam Ali As bersabda, “Banyak tertawa akan membuat orang-orang (teman) menjauh dan (menyebabkan kebencian) serta akan menjatuhkan citra pemimpin.”[5]
  3. Imam Shadiq As bersabda, “Tertawa terbahak  merupakan salah satu pekerjaan setan.”[6]

 

Karena itu, dengan memperhatikan ayat-ayat dan riwayat-riwayat akhlak, terkait dengan adab tertawa dan celaan bagi orang yang banyak tertawa, dan juga disertai dengan kehendak kuat, keputusan bulat, semangat dan latihan, maka setiap orang akan dapat mengurangi tertawa terbahak pada setiap waktu khususnya pada hari-hari syahadah dan musibah dan seiring dengan perjalanan waktu akan hilang dengan sendirinya. [iQuest]

 

Untuk telaah lebih jauh terkait dengan masalah tertawa dan luapan kegembiraan silahkan Anda lihat beberapa indeks berikut:

Riang dan Gembira dalam Islam, Pertanyaan 13334 (Site: 12917)

Menyebarkan Duka dan Kesedihan, Pertanyaan 11351 (Site: id11183).

Mengejek dan Karikatur, Pertanyaan 15997 (Site: 15722).

Islam, Bersantai dan Bercanda, Pertanyaan 1226 (Site: 2573).

 


[1]. “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah sebanyak-banyaknya.” (Qs. Al-Ahzab [33]:41)

[2]. “Lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.” (Qs. Al-Nur [24]:37)

[3]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 90, hal. 158, Dar Ihyat al-Turats al-‘Arabi, Cetakan Kedua, 1403 H.  

[4]. Muhammad bin Ali Syaikh Shaduq, al-Khishâl, Riset dan Koreksi oleh Ali Akbar Ghaffari, jil. 2, hal. 526, Jamiah Mudarrisin, Qum, Cetakan Pertama, 1362 S.

[5]. Abdulwahid bin Muhamamd Tamimi Amadi, Tashnif Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kilam, Riset dan Koreksi oleh Mustafa Dirayati, hal. 222, Hadis 4468, Daftar Tablighat, Qum, Cetakan Pertama, 1366 S.  

[6]. Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq Kulaini, al-Kâfi, jil. 4, hal. 749, Dar al-Hadits, Qum, Cetakan Pertama, 1429 H.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Tolong Anda sebutkan pada surah dan ayat mana wilâyah fakih dinyatakan dalam al-Qur’an?
    7496 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/02
    Dalam menetapkan wilâyah fakih, sebagian ulama bersandar pada beberapa ayat al-Qur’an dan menginferensi konsep wilâyah fakih dari keumuman ayat-ayat ini. Ayat-ayat tersebut menyatakan, “Maka putuskanlah perkara mereka menurut ketentuan yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap ...
  • Apakah dibolehkan turut serta pada majelis Imam Husain As di kediaman orang yang memandang Imam Ali As sebagai Tuhan?
    3814 Teologi Lama 2011/03/13
    Meski pengadaan majelis duka untuk Imam Husain As dan para sahabatnya yang syahid memperoleh banyak ganjaran dan pahala, namun jelas bahwa apabila majelis-majelis seperti ini dimaksudkan untuk mempropagandakan dan menguatkan ajaran-ajaran yang menentang ajaran Ahlulbait As, ikut serta pada majelis-majelis seperti itu, tidak hanya tidak memperoleh pahala, melainkan boleh jadi ...
  • Salat memohon hujan (istisqâ) itu apa? Apakah orang-orang dapat dipaksa untuk mengerjakan salat ini?
    2375 Serba-serbi 2014/09/24
    Di antara salat yang dianjurkan (mustahab) untuk dikerjakan adalah salat istisqâ. Istisqâ bermakna memohon untuk dapat meminum air. Tatkala hujan jarang turun, sungai-sungai menjadi kering dan langit disebabkan oleh merajalelanya dosa-dosa, kufur nikmat, hak-hak tidak ditunaikan, mengurangi timbangan, kezaliman, meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar, dan seterusnya, ...
  • Dalam kondisi bagaimana hubungan (sentuhan) wanita dan suaminya dapat membatalkan wudhu?
    9336 Hukum dan Yurisprudensi 2012/01/16
    Terdapat tujuh hal yang membatalkan wudhu:Buang air kecilBuang air besarBuang anginTidur dengan mata terpejam dan telinga tidak mendengar, ...
  • Apakah pahala menolong keluarga yang membutuhkan itu lebih besar atau menolong orang lain?
    16954 Zakat dan Sedekah 2013/12/09
    Menolong keluarga yang membutuhkan lebih bernilai dan berharga ketimbang menolong orang lain. Imam Ali As meriwayatkan dari Rasulullah Saw yang bersabda, “Mulaillah dari memenuhi kebutuhan-kebutuhan. Ibumu, ayahmu, saudarimu, saudaramu. Kemudian kepada orang yang terdekat. Sedekah tidak akan diterima selagi salah seorang kerabatnya yang masih miskin dan membutuhkan.”
  • Apa yang menjadi tugas seorang warga Muslim dalam pemeliharaan kesehatan dan lingkungan?
    21053 Akhlak Teoritis 2010/01/06
    Agama Islam adalah agama yang komprehensif dan lengkap. Jelas dengan karakteristik ini Islam memperhatikan seluruh kebutuhan hidup manusia dan memiliki aturan-aturan untuk seluruh persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia baik secara individu maupun sosial.Di antara persoalan yang mendapat perhatian Islam ...
  • Mengapa Allah Swt dalam ayat 38 surah al-Nahl berfirman, “kebanyakan manusia tiada mengetahui (tentang hari kiamat)?”
    6535 معاد و قیامت 2015/06/08
    Para mufasir mengemukakan beberapa kemungkinan sehubungan dengan redaksi ayat, “kebanyakan manusia tiada mengetahui” yang disebutkan pada akhir ayat 38 surah al-Nahl. Kemungkinan ini didasarkan pada sebab turun ayat tentang pengingkaran seorang musyrik tentang hari kiamat. Apa yang bersifat umum di antara beberapa kemungkinan ini adalah ketidaktahuan sebagian ...
  • Bagaimanakah cerita Aisyah meninggal dunia?
    22471 همسران و فرزندان پیامبر ص 2013/07/15
    Terdapat perbedaan pendapat terkait dengan bagaimana proses meninggalnya Aisyah. Literatur-literatur Ahlusunnah memandang kematiannya sebagai kematian natural dan berkata bahwa pada usia 58 tahun Aisyah wafat dan Abu Hurairah yang menyalatkan jenazahnya. Namun ada juga yang menulis bahwa Aisyah meninggal dunia sebelum itu dan Abu Hurairah sendiri tutup ...
  • Siapakah di antara marja’ taklid yang memandang bahwa cat kuku itu bukan halangan wudhu?
    4175 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/04
    Seluruh marja’ agung taklid sehubungan dengan syarat-syarat wudhu menyatakan, “Salah satu syarat benarnya wudhu adalah tiadanya halangan yang merintangi sampainya air ke anggota badan yang harus dibasuh atau diusap ketika berwudhu. Karena itu, sebelum berwudhu segala halangan yang merintangi sampainya air ke anggota badan yang harus dibasuh atau diusap ...
  • Apakah Wali faqih itu lebih utama dibandingkan malaikat?
    5681 System 2009/10/17
    Wilâyatul Faqih(pemerintahan juris) pada masa gaib seperti sekarang ini, merupakan perpanjangan Wilâyah Nabi Muhammad Saw dan para Imam maksum As. Dengan kata lain bahwa Wilâyatul Faqihitu diambil dan bersumber dari Wilâyah Nabi Saw dan wilâyah para Imam maksum As. Seorang Wali Faqih memiliki wewenang yang sama di ...

Populer Hits