Hits
4696
Tanggal Dimuat: 2011/01/13
Ringkasan Pertanyaan
Siapakah Hadhrat Muslim itu?
Pertanyaan
Siapakah Hadhrat Muslim itu?
Jawaban Global

Muslim bin Aqil hidup semasa dan mendapatkan tiga Imam Maksum As (Amirul Mukminin, Imam Hasan dan Imam Husain As). Pada masa imâmah Imam Ketiga, Imam Husain As, Muslim berangkat menuju kota Kufah sebagai utusan dan duta Imam Husain As. Muslim mempersembahkan jiwanya untuk memenuhi tujuan imamnya. Ia gugur sebagai syahid setelah Ubaidillah bin Ziyad menitahkan pasukannya untuk menghabisi Muslim.

Muslim pada masa ini berangkat ke Kufah sebagai utusan Imam Husain As, namun setelah itu, beliau menerima kenyataan bahwa orang-orang Kufah tidak setia kepada baiat mereka dan akhirnya memutuskan untuk sendiri bertarung dengan para lasykar Ubaidillah bin Ziyad.

Setelah bertarung dengan sengit, akhirnya Muslim ditangkap dan dibawa ke hadapan Ibnu Ziyad. Ia memerintahkan kepada pasukannya supaya Muslim dibawa ke atas istana dan kepalanya dipenggal. Tidak lama kemudian, perintah Ibnu Ziyad dijalankan dan Muslim akhirnya menggondol gelar syahid. Pusara sucinya terletak di kota Kufah dan menjadi tempat ziarah para pecinta Ahlulbait As.

Jawaban Detil

Muslim adalah putra seorang pria bernama Aqil. Di antara putra Aqil, Muslim adalah yang paling sempurna. Aqil adalah saudara Baginda Ali As dan merupakan anak kedua dari Abu Thalib.[1] Karena itu, Muslim dengan satu perantara (Aqil bin Abi Thalib) adalah hasil gemblengan dan tarbiyah Abu Thalib dan istrinya Fatimah binti Asad.

Ibunya bernama Khalilah (atau Halilah). Ia adalah seorang kanizah (budak perempuan) yang dibeli oleh Aqil dari Syam (Suriah).[2] Istri Muslim adalah Ruqayyah yang merupakan salah satu putri Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As.[3] Dengan demikian, Muslim mendapatkan kehormatan sebagai menantu Baginda Ali As.

Muslim tidak mendapatkan masa Rasulullah Saw karena tatkala kesyahidannya (tahun 60 Hijriah) usianya tidak lebih dari empat puluh tahun. Artinya semenjak masa wafatnya Rasulullah Saw hingga tahun enam puluh Hijriah telah berlalu lima puluh tahun lamanya.[4] Berdasarkan perhitungan ini, Muslim lahir sepuluh tahun pasca wafatnya Rasulullah Saw.

Putra-putra Muslim adalah sebagai berikut:

Pertama dan kedua, Abdullah dan Ali hasil dari pernikahannya dengan Ruqayyah.

Ketiga, Muslim bin Muslim hasil pernikahan dengan Bani Amir.

Keempat, Abdullah yang ibunya bernama Ummu Walad.

Kelima, Muhammad.

Keenam, Ibrahim.

Seluruh putranya gugur sebagai syahid di Karbala, kecuali dua anaknya yang bernama Muhammad dan Ibrahim. Kedua putra ini, kabur dari penjara setelah menanggung penderitaan selama setahun penjara. Namun setelah berapa lama, keduanya gugur sebagai syahid di tangan seorang zalim bernama Harits bin Ziyad.[5] Dengan demikian, Muslim tidak memiliki anak cucu sebagai generasinya yang tersisa.[6]

 

Masa Hidup Muslim bersama Imam Maksum As

Muslim hidup semasa dan mendapatkan tiga imam:

1.     Pada masa Imam Ali As: Muslim memiliki kehormatan sebagai menantu Baginda Ali As pada masa ini. Beliau menikah dengan salah seorang putri Amirul Mukminin Ali As yang bernama Ruqayyah yang dengan perantaranya membuat ia lebih dekat dengan gemblengan dan tarbiyah di madrasah Alawi.

Sesuai dengan nukilan sejarawan pada masa pemerintahan Amirul Mukminin As (antara tahun 36 hingga 40) Muslim menerima sebagian tugas militer dari Imam Ali pada jajaran pasukannya. Di antaranya pada perang Shiffin tatkala Amirul Mukminin As mempersiapkan lasykarnya, Imam Hasan, Imam Husain, Abdullah bin Ja’far dan Muslim bin Aqil ditempatkan pada sayap kanan pasukannya.[7]

2.     Pada masa Imam Hasan As: Muslim pada masa ini juga berada di jalan benar dan termasuk di antara sahabat yang paling setia dan sahabat khusus Imam Hasan As.[8]

3.     Pada masa Imam Husain As: Kecintaan dan sokongan Muslim bin Aqil terhadap Imam As tidak pernah surut. Muslim mendapatkan kehormatan untuk menjadi pandu gerakan Karbala dan orang yang pertama gugur sebagai syahid dalam karavan dan gerakan Imam Husain. Muslim beserta 8 orang saudaranya semuanya dipersembahkan di jalan Imam Husain As.[9]

 

Peristiwa Kesyahidan Muslim bin Aqil

Tindakan pertama Imam Husain As setelah menerima surat dari warga Kufah adalah mengutus Muslim ke Kufah. Setelah meninggalkan Mekah ke Medinah dan dari Medinah, Muslim bergerak menuju Irak. Sesampaianya di Kufah, ia bermukim di rumah Mukhtar.

Selama tiga puluh lima hari psaca masuknya Muslim (5 Syawal 60 H) terdapat kurang lebih delapan belas ribu orang yang menyatakan baiat kepadanya hingga Gubernur Kufah dimakzul dan digantikan dengan Ubaidillah bin Ziyad.

Ubaidillah dengan menerbarkan ancaman dan umpan harta kepada masyarakat, berhasil mencerai beraikan para pemimpin kabilah dari sisi Muslim dan meninggalkan Muslim seorang diri. Tatkala Ubaidillah bahwa mengetahui bahwa Muslim telah ditinggal seorang diri, ia mengirim pasukan untuk menangkapnya. Ketika itu Muslim berlindung di kediaman seorang wanita bernama Tu’ah.

Sewaktu mendengarkan suara pasukan Ubaidillah bin Ziyad, Muslim mempersiapkan diriinya untuk bertarung. Melihat banyak lasykar musuh yang tumbang di tangan Muslim, mereka melakukan muslihat dan Muslim tidak memilih jalan lain untuk melanjutkan pertarungan dan menyerahkan diri.

Muslim dibawa ke hadapan Ubaidillah bin Ziyad, setelah berlangsung dialog sengit dan kasar di antara keduanya, Ubadilllah memerintahkan untuk membawanya di atas istana sehingga orang yang terluka karena Muslim memenggalnya dan perintah Ubaidallah pun dilaksanakan.[10]

 

Keutamaan Baginda Muslim

A.    Garis Keturunan

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa Muslim adalah putra seseorang yang dibina dan digembleng oleh Abu Thalib As. Muslim juga mendapatkan kehormatan menjadi seorang menantu bagi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As. Pengaruh gemblengan dan tarbiyah kedua orang ini tentu saja menyisakan pengaruh yang dalam pada Muslim demikian juga pada ketinggian derajatnya.

 

B.    Muslim dalam Lisan Para Maksum

Rasulullah Saw bersabda, “Putranya (Aqil) akan terbunuh di jalan kecintaan putramu. Orang-orang beriman akan menangisinya dan para malaikat akan menyampaikan salam kepadanya.”[11]

Imam Husain As dalam sebuah surat yang ditujukan untuk warga Kufah menulis bahwa “Qad ba’atstu ilaikum akhi wabna ‘ammi watsaqati min Ahli baiti.” Aku mengutus seseorang kepada kalian yang merupakan saudaraku, putra pamanku dan orang kepercayaanku dari Ahlulbaitku.”[12]

Sabda Imam Maksum As menunjukkan kehormatan dan kebanggaan bagi Baginda Muslim:

1.     Saudara: Imam Husain As memberikan sandaran persaudaraan kepadanya sementara Muslim bukanlah saudara nasabnya. Hal ini disebabkan oleh loyalitasnya sehingga mendapatkan gelar saudara Imam Husain.

2.     Orang kepercayaan: Sekiranya hanya ucapan ini yang disampaikan oleh Imam Husain As terkait dengan Muslim maka hal itu telah mencukupi untuk menetapkan keutamaan Baginda Muslim.

3.     Ahlulbaitku: Ucapan ini sama dengan ucapan Rasulullah Saw terkait dengan Salman Farsi.

 

C.    Surat Ziarah kepada Baginda Muslim

Dalam surat ziarah Muslim bin Aqil disebutkan banyak keutamaan Baginda Muslim bin Aqil. Barangkali di antara yang paling penting dari keutamaan tersebut adalah, “Al-Salâm Alaikum Ayyuhâ al-‘Abd al-Shaleh al-Muthi’ LiLlâh wa Lirasûluhi wa li Amir al-Mu’minin wa al-Hasan wa al-Husain ‘alaihim al-salâm.”[13] Salam padamu wahai hamba shaleh yang taat kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada Amirul Mukminin dan Hasan dan Husain (Semoga Allah melimpahkan salam dan shalawat kepada mereka). Allahummah! Kumpulkanlah ruhnya bersama ruh para Imam Maksum As. [IQuest]



[1]. Ansâb al-Asyrâf, Ahmad bin Yahya Baladzuri, jil. 2, hal. 77.  

[2]. Terjemahan Ali Abi Thalib, Jawad Fadhil, terjemahan Maqâtil al-Thâlibin, jil. 2, hal. 119.  

[3]. Maqâtil al-Thâlibin, Abu al-Faraj Isfahani, 86, terjemahan Maqâtil al-Thâlibin, 1/119.   

[4]. Ta’ammuli dar Nehdhat ‘Asyurâ, Rasul Ja’fariyan, diadaptasi dari hal. 164.   

[5]. Ansâb al-Asyrâf, Ahmad bin Yahya Baladzuri, jil. 2, hal. 71 (Nama ibu Muhamamad tidak disebutkan dan nama dari saudara Muhammad yaitu Ibrahim tidak disebutkan. Sementara yang masyhur bahwa syahadah Ibrahim bersama Muhammad). Zendegâni Hadhrat Imâm Husain As, Muhammad Jawad Najafi, hal. 131.

[6]. Maqâtil al-Thâlibin, Abu al-Faraj Isfahani, 86, Farzandân-e Abi Thalib, jil. 1, hal. 119.    

[7]. Site Hauzah, tanpa tahun, sesuai nukilan dari Kâmil Ibnu Atsir 

[8]. Ibid.  

[9]. Ibid, dari Maqâtil al-Thâlibin, terjemahan Rasuli.  

[10]. Ta’ammuli dar Nehdhat ‘Asyurâ, Rasul Ja’fariyan, diadaptasi dari hal. 165 sampai 171.  

[11]. Site Hauzah dengan alamat sebelumnya.  

[12]. Al-Imâmah wa al-Siyâsah, Dainawari, jil. 2, hal. 8.  

[13]. Mafâtih al-Jinân, Syaikh Abbas Qummi, hal. 402.  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah memakan uang suap haram hukumnya?
    11072 بیشتر بدانیم 2012/07/16
    Suap atau sogok dalam bahasa Arab disebut "rashwah" dari akar kata "ra' syin dan wauw" yang digunakan denga fathah, kasrah dan dhammah ra'. Kata ini adalah dalam bentuk singular. Plural dari kata rashwah ini adalah "rusya" atau "risya" yang bahasa Persia-nya berarti "muzd" atau "upah."
  • Kira-kira apa solusi untuk mengobati penyakit banyak bicara alias cerewet?
    37667 Akhlak Praktis 2012/04/14
    Lisan (ucapan dan kata-kata) selain merupakan salah satu nikmat terbesar dari Allah Swt dan sebagai media pertumbuhan dan alat berinteraksi dengan yang lain, juga pada saat yang sama ia sangat berbahaya dan banyak menimbulkan petaka dan bisa dianggap sebagai sumber beragam dosa. Karena itu, untuk ...
  • Apa makna sabda Imam Ali As “Thabibun Dawwarun Bithibbihi” yang berbicara ihwal Rasulullah Saw?
    6652 Dirayah al-Hadits 2012/03/05
    Imam Ali As menyerupakan Rasulullah Saw sebagai tabib dan dokter yang senantiasa berkelana mencari orang-orang yang memerlukan perawatan mental dan spiritual. Imam Ali menjelaskan bahwa risalah Nabi Saw adalah untuk mengobati ruh dan jiwa manusia. Katanya, “Thabib Dawwârun Bithibbihi” beliau adalah dokter spesialis penyakit kebodohan dan tabib ...
  • Mengapa memakan daging kelinci itu diharamkan?
    45382 Hukum dan Yurisprudensi 2011/03/05
    Sesuai dengan fatwa seluruh marja taklid, haram hukumnya memakan daging kelinci. Fatwa ini dikeluarkan berdasarkan beberapa riwayat yang memandang keharaman memakan daging kelinci. Karena itu, hukum ini adalah bersumber firman dan titah Allah Swt. Firman Allah Swt harus dipatuhi karena merupakan titah. Bukan karena kita mengetahui ...
  • Apa maksudnya beriman kepada Allah melalui asma-Nya ? Jelaskan !
    18305 Garis Besar 2015/05/17
    Berdasarkan prinsip-prinsip Filsafat dan Irfan serta literatur-literatur agama, tiada seorang pun yang dapat menyelami hakikat zat Allah Swt. Hal ini disebabkan karena kenirbatas-Nya dan ketak-berujung-Nya hakikat zat tersebut.[1] Para arif, seperti filosof dan pemikir lainnya – sepakat bahwa zat Allah Swt secara mutlak dan tanpa ...
  • Apakah seseorang, yang mengerjakan shalat di atas kursi roda, dapat meletakkan turbah di atas bantal dan turbah tersebut sedikit bergerak?
    4380 Hukum dan Yurisprudensi 2010/12/07
    Jawaban kantor para marja agung terkait dengan pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut: Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Âli): Apabila mampu Anda harus meletakkan (turbah) di atas sesuatu yang tetap (tidak bergerak). ...
  • Bagaimanakah padang masyhar itu?
    4551 Teologi Lama 2011/10/19
    Padang masyhar atau kiamat dari sisi substansi keberadaannya berbeda dengan padang bumi sebagaimana derajat eksistensial kiamat berbeda dengan alam tabiat dan dunia. Adanya bagian-bagian yang berubah yang terdapat pada benda duniawi berbeda dengan tingkatan wujud-wujud kiamat. Atas dasar itu, orang-orang yang meyakini ma’âd jasmani menyatakan ...
  • Apakah Hadhrat Fatimah Zahra meminta mati semasa hidupnya?
    7971 Para Maksum 2010/04/10
    Pada literatur-literatur standar tidak disebutkan bahwa Hadhrat Fatimah Zahra mengambil tangan anak-anaknya dan memohon mati di atas pusara Rasulullah Saw. Akan tetapi, pada sebagian kitab, doa memohon kematian disandarkan kepada Hadhrat Fatimah Zahra Sa. Dalam khotbahnya yang panjang karena protes akibat dirampasnya tanah Fadak, Hadhrat Fatimah Sa memohon mati ...
  • Apakah metodologi matematis Descartes dalam filsafat adalah sesuatu yang pasti dan menghasilkan keyakinan?
    12448 Filsafat Ilmu 2011/05/21
    Upaya Descartes dalam menghasilkan suatu kerangka dan pondasi yang pasti untuk segenap pengetahuan terkhusus bidang Teologi dan Metafisika merupakansebuah langkah pertama dan patut mendapatkan pujian. Upaya ini sebenarnya merupakan suatu reaksi atas atmosfer Sophisme yang -menyelimuti pemikiran masyarakat Eropa saat itu. Namun, kritikan-kritikan fundamental yang logis telah ...
  • Bagaimana hijab kaum perempuan pada masa Rasulullah Saw dan sebelumnya?
    29141 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/06
    Hijab secara leksikal bermakna tirai, penghalang dan sesuatu yang menjadi penghalang atau pembatas antara dua hal. Akan tetapi sebagaimana yang disebutkan para penafsir (mufassir) dan periset (muhaqqiq); redaksi hijab bermakna pakaian wanita. Hijab adalah sebuah terminologi yang mengemuka pada masa kita sekarang ini dan merupakan sebuah terminologi ...

Populer Hits