Advanced Search
Hits
8928
Tanggal Dimuat: 2012/04/03
Ringkasan Pertanyaan
Apakah menablighkan agama (mengajarkan dan membimbing non-Muslim dan lain sebagainya) diwajibkan bagi setiap Muslim?
Pertanyaan
Apakah diwajibkan bagi setiap Muslim untuk menyebarkan agama Islam (mengajarkan, membimbing orang lain atau mengislamkan non-Muslim)?
Jawaban Global

Islam adalah sebuah agama global, universal, paling sempurna dan paling akhir dari agama-agama yang pernah diturunkan Allah Swt. Atas dasar itu, seluruh manusia, dari mana pun suku dan bangsanya, harus mengenal agama ini.

Satu-satunya jalan untuk memperkenalkan ajaran membina manusia ini kepada bangsa-bangsa lain adalah dengan cara berdakwah dan menyampaikan hakikat-hakikat, perintah-perintah, hukum-hukum dan adab-adab Islam. Atas dasar itu, pada sebagian ayat al-Qur’an, menyampaikan atau tabligh agama merupakan suatu hal yang sangat mendapat perhatian dalam al-Qur’an. Al-Qur’an menyatakan, “Siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”[1] (Qs. Al-Fusshilat [41]:33) Demikian juga pada tempat lain, al-Qur’an menyebutkan, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.”[2] (Qs. Ali Imran [3]:104)

Meski tugas dakwah dan tabligh agama tidak terbatas pada satu kelompok masyarakat namun al-Qur’an menginstruksikan supaya sebagian orang beriman beranjak pergi meninggalkan kampung halaman menuntut ilmu untuk membekali diri mereka dengan pengetahuan agama. Al-Qur’an menyatakan, Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak ada beberapa orang dari tiap-tiap golongan di antara mereka yang (diam di Madinah) untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada kaum mereka itu? Semoga mereka itu takut (untuk menentang perintah Allah).”[3]

Sesuai dengan ayat ini, melakukan aktivitas dakwah dan tabligh memerlukan persiapan-persiapan ilmu dan siapa saja yang telah mencukupi dan mumpuni pengetahuan dan ilmu agamanya, maka ia memiliki tugas dan kewajiban untuk menyampaikan dan memberikan bimbingan kepada orang lain. Imam Shadiq As bersabda, “Barang siapa yang banyak meriwayatkan hadis kami dan dengannya ia menguatkan hati-hati orang-orang Syiah maka hal itu lebih baik dan lebih utama dari seribu ahli ibadah.”[4]

Salah satu obyek terbaik penolong Imam Zaman Ajf adalah membela keyakinan-keyakinan orisinil Syiah, dalam menghadapi gempuran para musuh dan penentang dan menjawab pelbagai kesamaran dan keraguan (syubhat).

Seseorang yang memiliki ghirah agama, harus membekali dirinya dengan pengetahuan agama dan berbuat semampunya untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan dalam bidang keilmuan dan aktivitas tabligh. Tentu saja melakukan aktivitas tabligh dan dakwah tidak terbatas pada lisan atau tulisan. Media dakwah dan tabligh terbaik dan paling berpengaruh dalam pandangan Islam adalah berdakwah dan bertabligh dengan perbuatan dan perilaku.[5] [iQuest]

 

 


[1]. (Qs. Al-Fusshilat [41]:33)

" وَ مَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ دَعا إِلَى اللَّهِ وَ عَمِلَ صالِحاً وَ قالَ إِنَّني‏ مِنَ الْمُسْلِمينَ ."

[2].  (Qs. Ali Imran [3]:104)

" وَ لْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَ يَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ أُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون‏"

 

[3]. (Qs. Al-Taubah [9]:122)  

"وَ ما كانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْ لا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَ لِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ ."

[4] . Al-Kâfi, jil. 1, hal. 33, Hadis 9.

الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ سَعْدَانَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع رَجُلٌ رَاوِيَةٌ لِحَدِيثِكُمْ يَبُثُّ ذَلِكَ فِي النَّاسِ وَ يُشَدِّدُهُ فِي قُلُوبِهِمْ وَ قُلُوبِ شِيعَتِكُمْ وَ لَعَلَّ عَابِداً مِنْ شِيعَتِكُمْ لَيْسَتْ لَهُ هَذِهِ الرِّوَايَةُ أَيُّهُمَا أَفْضَلُ قَالَ الرَّاوِيَةُ لِحَدِيثِنَا يَشُدُّ بِهِ قُلُوبَ شِيعَتِنَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ "

 

[5]. Al-Kâfi, jil. 2, hal. 10, Hadis 60.

"....عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ كُونُوا دُعَاةً لِلنَّاسِ بِالْخَيْرِ بِغَيْرِ أَلْسِنَتِكُمْ لِيَرَوْا مِنْكُمُ الِاجْتِهَادَ وَ الصِّدْقَ وَ الْوَرَعَ "

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits