Hits
4084
Tanggal Dimuat: 2012/04/03
Ringkasan Pertanyaan
Berkisah tentang siapa sajakah riwayat yang Anda kutip yang menyebutkan bahwa sebagian masyarakat akan kehilangan imannya pada masa kemunculan Imam Mahdi Ajf dan sebagian orang kafir akan beriman?
Pertanyaan
Sehubungan dengan Imam Zaman As disebutkan sebuah riwayat dan hadis dalam kitab Mizân al-Hikmah yang menjelaskan bahwa sebagian masyarakat yang tadinya penyembah bulan dan bintang-bintang bergabung dalam barisan Imam Zaman Ajf dan sebaliknya, sebagian orang yang mengklaim dirinya sebagai pengikut Imam Zaman Ajf akan meninggalkannya. Tolong Anda jelaskan hadis ini? Siapakah yang meriwayatkan hal ini? Tentang siapa saja?
Jawaban Global

Hadis yang dimaksud diriwayatkan dalam kitab Mizân al-Hikmah dari kitab al-Ghaibah Nu’mani. Inti riwayat tersebut adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nu’mani dari Ibrahim bin Abdulhamid seputar kondisi orang-orang Syiah (Ahwal al-Syiah) tatkala kemunculan Imam Mahdi Ajf, “Seseorang telah mendengar dari Imam Shadiq As mengabarkan kepadaku bahwa beliau bersabda, “Tatkala Qaim Ajf (Imam Mahdi) keluar, orang yang menyangka dirinya sebagai pengikutnya akan keluar dari urusan ini (ketaatan) dan orang-orang seperti penyembah matahari dan bulan masuk ke dalam wilâyah Imam Zaman Ajf.”[1]

Hadis ini, meski perawinya adalah orang yang dapat diandalkan (muattsaq) namun tergolong sebagai hadis mursal; karena perawi hadis (Ibrahim bin Abdulhamid adalah sahabat Imam Musa Kazhim As) menukil dari seseorang yang mendengar dari Imam Shadiq As dan ia tidak menjelaskan nama orang tersebut; karena itu hadis ini dari sudut pandang sanad tergolong sebagai hadis mursal.

Namun dari sisi petunjuk (dalâlat), riwayat ini menunjukkan bahwa tatkala Imam Zaman Ajf muncul sebagian Syiah yang menyangka dirinya sebagai sahabat dan pendukung Imam Mahdi Ajf serta memandang dirinya sebagai pengikut Imam Mahdi akan keluar dari wilâyah Imam Mahdi Ajf. (Mereka tidak kuasa menahan wilâyah Imam Mahdi Ajf). Namun sebagai kebalikannya, sebagian orang tidak beriman yang sesuai dengan ungkapan riwayat  “seperti para penyembah matahari dan bulan” (baca: musyrik) akan menerima hakikat dan mampu mengenali kebenaran kemudian berada dalam barisan sahabat dan penolong sejati Imam Mahdi Ajf.

Karena itu, secara lahir riwayat ini berkisah tentang orang-orang yang mengaku beriman dan ber-wilâyah kepada Imam Mahdi Ajf namun tatkala tiba masa ujian dan masa berbuat, wilâyah dan ketaatan pada perintah-perintah Imam Mahdi Ajf tidak dapat dilakukan. Bukan hanya dengan kemunculan Imam Zaman, mereka tidak akan mencapai keselamatan, boleh jadi mereka akan celaka dan bahkan berdiri berhadap-hadapan dengan barisan pendukung Imam Zaman Ajf.

Sebagai gantinya, sebagian orang-orang lemah pikirannya (orang-orang kafir dan musyrik) yang telah muak dengan kezaliman dan ketidakadilan, dengan menyaksikan pemerintahan adil Imam Mahdi Ajf, menyatakan diri mereka sebagai orang yang beriman dan masuk dalam barisan wilayah Imam Zaman Ajf.

Namun Allamah Majlisi Ra mengutip riwayat berikut ini dengan sanad yang sama meski dengan sedikit perubahan kecil:

“Tatkala Qaim Ajf muncul, orang-orang yang menyangka dirinya sebagai pengikut Imam Mahdi Ajf akan keluar (sebagai pengikut) dan masuk ke dalam barisan para penyembah matahari dan bulan (baca: orang-orang Musyrik).”[2]

Artinya orang-orang beriman palsu tidak hanya tidak akan menjadi penolong Imam Mahdi Ajd, bahkan keluar dari Islam dan bergabung dengan barisan orang-orang musyrik dan penentang.

Hadis ini pada hakikatnya tengah menyinggung tentang musibah dan petaka yang amat banyak pada masa kemunculan Imam Mahdi Ajf sehingga apabila manusia, tidak dibekali dengan ketakwaan kepada Allah Swt dan tidak memiliki iman sejati dan amal saleh maka ia akan terjerembab dalam kubangan kesesatan. [iQuest]

 

 


[1]. Nu’mani, al-Ghaibah, hal. 317, Maktabat al-Shaduq, Teheran, Tanpa Tahun. Rei Syahri, Mizân al-Hikmah, jil. 1, hal. 187, Qum, Tanpa Tahun.

"حدثنا أحمد بن محمد بن سعيد ابن عقدة قال حدثنا حميد بن زياد عن علي بن الصباح قال حدثنا أبو علي الحسن بن محمد الحضرمي قال حدثني جعفر بن محمد عن إبراهيم بن عبد الحميد قال أخبرني من سمع أبا عبد الله ع يقول:" إذا خرج القائم ع خرج من هذا الأمر من كان يرى أنه من أهله و دخل فيه شبه عبدة الشمس و القمر "

 

[2].  Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 52, hal. 364, Cetakan Kedua, Muassasah al-Wafa, Beirut, 1403 H.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hubungan antara ruh dan badan?
    14145 Filsafat Islam 2011/07/16
    Sekaitan dengan hubungan antara ruh dan badan harus dikatakan bahwa badan merupakan salah satu tingkatan dari beberapa tingkatan nafs dan ruh. Atas dasar itu, pada hakikatnya, badan berada pada jiwa dan ruh bukan ruh yang terdapat pada badan; karena berdasarkan Filsafat Hikmah, dengan ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang sanad dan teks ziarah Asyura?
    7573 Dirayah al-Hadits 2010/12/23
    Sumber asli ziarah Asyura adalah berasal dari dua kitab standar yaitu Kâmil al-Ziyârat karangan Ja’far bin Muhammad bin Qulawaih Qummi (W 348 H) dan Misbâh al-Mutahajjid Syaikh Thusi (385-460 H). Menurut sebagian sandaran sanad Ibnu Qulawaih Qummi adalah lebih muktabar. Adapun terkait dengan sanad-sanad yang disebutkan ...
  • Mengapa kecenderungan kepada aspek-aspek material dan duniawi sangatlah besar dan mudah daripada kecenderungan kepada alam akhirat dan nilai-nilai maknawi?
    8361 Akhlak Teoritis 2009/03/12
    Sebagaimana di alam natural, gerak menurun (nuzuli) lebih mudah daripada gerak menaik (shu'udi). Hukum ini pula berlaku dalam gerak dan suluk pada perkara-perkara maknawi, spiritual, dan akhlak. Dalam istilah qurani, gerak dan proses menaik dikatakan senantiasa bersama dengan usaha, upaya, dan derita. Tuhan berfirman ...
  • Bagaimana pandangan Islam terhadap memandang kepada alat kelamin lelaki dan wanita?
    29354 Hukum dan Yurisprudensi 2010/10/12
    Menurut hukum fikih memandang aurat (alat kelamin) selain pasangan (suami-isteri) adalah haram, kecuali untuk tujuan pengobatan yang mau-tidak-mau harus dilakukan dengan memandangnya. Dalam riwayat dijelaskan bahwa pelakunya akan dikenakan berbagai sanksi, antara lain digolongkan ke dalam kelompok orang-orang munafik dan mendapat kutukan dari tujuh puluh ribu malaikat.
  • Pertentangan antara Islam dan Kristen dalam masalah apakah Tuhan memiliki anak atau tidak, bagaimana masalah ini dapat dipecahkan?
    15431 Teologi Lama 2010/08/22
    Berdasarkan apa yang termaktub dalam surah Tauhid (al-Ikhlas) ihwal keyakinan kaum Muslimin bahwa Tuhan tidak melahirkan anak juga tidak dilahirkan dari seseorang. Seluruh agama juga memiliki keyakinan seperti ini dan ajaran Nabi Isa juga tidak terkecualikan dari masalah ini; karena seluruh agama Ilahi berpijak di atas akal ...
  • Seberapa validkah hadis-hadis yang menukil tentang pahala nikah mut’ah?
    7265 Rijal al-Hadits 2012/02/06
    Terdapat ragam jawaban pada site ini yang secara langsung atau tidak langsung membahas masalah mut’ah dan syarat-syaratnya.[1] Namun di antara tiga riwayat yang Anda kemukakan dalam pertanyaan di atas, hanya riwayat terakhir yang dapat dijumpai pada literatur-literatur primer dan standar Syiah. Namun dua riwayat ...
  • Faktor-faktor apa saja yang mengancam kemuliaan manusia?
    15045 Akhlak Praktis 2012/01/16
    Dalam pandangan al-Qur’an dekadensi moral yang pada hakikatnya menyebabkan dekadensi dan terjerembabnya manusia dari kedudukan dan kemuliaan insaniahnya, bergantung pada beberapa faktor. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bahwa manusia disebabkan oleh kelalaian dan tidak memberdayakan akal dan pikiran, serta tidak mengamalkan tuntutan-tuntutan akal dan pikiran, manusia telah ...
  • Apa hubungan antara wahdatul wujud dalam pandangan Ibnu Arabi dan Filsafat Hikmah Mulla Shadra?
    14308 Irfan Teoritis 2009/12/12
    Kendati wahdatul wujud sebelum Ibnu Arabi mengemuka di kalangan kebanyakan urafa tetapi tidak bisa disangsikan bahwa pandangan Ibnu Arabi yang lebih menonjol dalam hal ini.Makna wahdatul wujud Wahdatul wujud dalam pandangan urafa (plural dari arif) dan Ibnu Arabi bukanlah wahdatul wujud konseptual (mafhum), melainkan yang dimaksud ...
  • Bagaimanakah hukumnya mengolok2 org yg non Muslim
    2709 Menggunjing, Menghina dan Memata-matai 2014/12/10
    Perbuatan seperti ini tidak layak dilakukan karena akhlak Islam menuntut pemeluknya untuk dapat hidup berdampingan secara damai dan tenang dengan non Muslim yang ada di sekitarnya. Hidup berdampingan meniscayakan hubungan yang layak dan tentu saja berdasarkan ajaran-ajaran al-Quran[i] seorang Muslim dapat memperlakukan musuh-musuh Islam ...
  • Apa perbedaan sifat dan ciri-ciri qawiyyu bagi Allah Swt dan bagi makhluk-Nya?
    9918 پروردگار. نامها و ویژگی ها 2015/01/07
    Sifat qawi adalah salah satu sifat Ilahi dan bermakna kuatnya intensitas kodrat dan kekuasaan. Mengingat bahwa seluruh entitas tercipta dalam hubungannya dengan kodrat Ilahi, jelas bahwa tiada kekuataan yang menggungguli kekuaatan dan kekuasaan Allah Swt. Karena itu, segala sesuatu selain Allah, yang dicirikan sebagai yang mahakuasa, dalam ...

Populer Hits