Advanced Search
Hits
6397
Tanggal Dimuat: 2016/07/04
Ringkasan Pertanyaan
Apakah yang dimaksud dengan hadis: “Seluruh bumi adalah milik Imam Syiah”?
Pertanyaan
Apakah yang dimaksud dengan hadis: “Seluruh bumi dan segala sesuatu yang ada di dunia itu milik Imam Syiah”? Mereka memberikan dunia kepada siapa saja dan mengambil dari siapa saja yang dikehendaki. Apakah hadis ini benar?
Jawaban Global
Pertanyaan ini mengacu kepada dua hadis berikut:
  1. Imam Baqir As bersabda: “Dalam kitab Imam Ali As, kami mendapati: …’Aku dan Ahlulbaitku adalah orang-orang yang mewarisi bumi, kami adalah orang-orang yang bertakwa dan bumi seluruhnya adalah milik kami. Oleh itu, setiap kaum Muslimin yang menghidupkan bumi, maka ia harus memelihara, menjaga dan membayar pajak kepada para Imam dan para Ahlulbaitnya; segala pemanfaatan bumi dan memakan dari hasil-hasil bumi, maka hal itu merupakan haknya dan apabila ia membiarkan bumi dan merusaknya kemudian setelah itu ada orang lain yang mengambil dan mengolah bumi tersebut, maka ia lebih pantas dari pada seseorang yang telah membiarkan bumi tanpa terurus. Orang yang mengurus tanah itu harus membayar pajak kepada Imam dan keluargaku dan segala sesuatu yang ia manfaatkan dari tanah, maka hal itu merupakan haknya hingga sang Qaim, yang berasal dari keluargaku muncul dengan pedang. Pada zaman itu, ia akan menguasai bumi itu dan akan mencegah mereka (yang tidak tahu mengurusnya) untuk menggunakannya dan mengambil bumi itu dari mereka lalu mengeluarkannya sebagaimana Nabi Muhammad Saw menguasai bumi dan memeliharanya kecuali bumi-bumi yang berada di tangan Syiah kami, dimana jika demikian, maka akan dibuat kontrak dengan mereka supaya tanah itu dikelolah dan tanah akan tetap berada di tangan Nabi Saw.”[1]
  2. Abu Bashir berkata: “Aku bertanya kepada Imam Shadiq As: ‘Apakah tidak ada kewajiban bagi Imam untuk mengeluarkan zakat?’ Beliau bersabda: ‘Anda berkata perkataan yang tidak mungkin, Wahai Aba Muhammad! Apakah kau tidak tahu bahwa dunia dan akherat milik Imam dan ia akan meletakkannya dimana saja dan kepada siapa saja yang akan diberi, hak ini akan diberikan kepada seseorang dari sisi Tuhan, Wahai Muhammad! Sesungguhnya bagi Imam tidak ada satu malam pun ketika tidur kemudian tidak ada hak atas Tuhan yang harus ditunaikan dan akan ditanya tentang kewajiban-kewajibannya.’”[2]
 
Dalam menjelaskan riwayat di atas, terdapat beberapa penjelasan:
  1. Sekelompok dari riwayat-riwayat ini, dari satu sisi, berkaitan dengan masalah yang tidak begitu penting dan merupakan hukum-hukum fikih syar’i dan dari satu sisi yang lain, berkaitan dengan ushul mazhab dan berkaitan dengan isu-isu teologis. Dari sisi pertama, fukaha Syiah membahas permasalahan ini secara detail dalam kitab-kitab fikih seperti kitab ihya mawat/penghidupan lahan-lahan mati, khums, ghasab dan jihad. Dan dari sisi yang kedua, sesuai dengan isu-isu teologis, hanya menjelaskan masalah-masalah sebagai berikut:
  1. Semua bumi milik Allah
  2. Allah akan memberikan tanah kepada Nabi Muhammad Saw dan para Imam dengan syarat-syarat tertentu
  3. Para Imam akan memberi tanah kepada kaum Syiah dengan syarat mengolah tanah dan membayar pajak kepada kepada para Imam, namun tidak memberikan kepada yang lainnya. Ketika Imam Zaman Afs muncul, beliau akan mengambil tanah-tanah tersebut dari mereka dan beliau sendiri yang akan mengelolahnya.
 
Oleh itu, Allah Swt sebagai pencipta alam semesta dan semua makhluk yang ada di dalamnya, mewujudkan yang tiada menjadi ada, tentu dan pasti merupakan pemilik hakiki; lingkungan dengan semua cakupan penciptaan (takwini) adalah sesuatu yang wajar bahwa pencipta adalah pemilik dan memiliki kekuasaan penuh atas makhluk.
Tuhan sebagai Pencipta berdasarkan kepemilikan hakiki-Nya, melimpahkan bumi kepada Nabi Adam As, Abul Basyar dan penutup para Nabi, Nabi Muhammad dan para Imam Maksum As sebagai khalifatullah di bumi,[3] sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam al-Quran: “Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; Dia mewariskannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan kesudahan yang baik adalah milik orang-orang yang bertakwa.” [4]
Dengan demikian, seseunggunya mereka adalah pemilik tanah dan pemilik kekuasaan yang hakiki atas bumi ini, karena Sang Pemilik memberikan bumi kepada mereka.
 
  1. Sekelompok riwayat yang menjelaskan bahwa Allah Swt akan memberikan dunia kepada Imam dan akan menjadikan Imam sebagai pemilik bumi. Oleh itu, apabila Imam harus membayar zakat, maka harta yang harus ia bayarkan meskipun harta itu merupakan harta milik Imam, juga merupakan milik para fakir dan hal ini adalah hal yang tidak mungkin, namun karena Allah telah memberikan dunia kepada Imam, dan kepadanya juga diberikan kewenangan untuk memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki, maka pada dasarnya Imam juga merupakan sumber kepemilikan dunia yaitu bumi yang diberikan kepada para Syiah, dengan syarat membayar kewajibannya. Dari sinilah dapat diketahui bahwa kaum Syiah memiliki otoritas dan prioritas yang lebih akan tanah sebagai pengguna, bukan sebagai pemilik.”[5]
 
  1. Hal yang dizakatkan oleh para Imam As dari hartanya sendiri sebagai zakat yang diberikan kepada para fakir (apabila jelas dibayarkan sebagai zakat) maka tidak wajib bagi mereka, namun hanya karena memikirkan keadaan orang-orang fakir dan hanya sebagai bentuk kebaikan dan penghormatan.[6] Sebagaimana yang telah disabdakan Imam Ali As: “Bagaimana mungkin aku bisa tidur dalam keadaan kenyang sementara di sekelilingku terdapat perut-perut yang kelaparan”?[7] [iQuest]
 

[1] Kulaini, Muhammad Ya’qub, Al-Kāfi, Periset: Ghafari, Ali Akbar, Akhundi, Muhammad, jil. 1, hal. 407-408, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, cet. Ke-4, 1407 H.
[2]  Ibid, hal. 408-409.
[3]  Silahkan lihat: ‘Ayāsyi, Muhammad bin Mas’ud, Al-Tafsir, Periset: Rasuli Mahalati, Hasyim, jil. 2, hal. 25, Tehran, Al-Mathbu’ah al-Ilmiyah, cet. 1, 1380 H.
[4]  (Qs Al-A’raf [7]: 128)
[5]  Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, Ushul Kāfi, Terjemah dan syarah: Sayid Jawad, jil. 2, hal. 269-270, Tehran, Kitab Furusyi Ilmiyah Islamiyah, cet. 1, 1369 S.
[6]  Ibid, hal. 270.
[7] Sayid Radhi, Muhammad bin Husain, Nahj al-Balāghah, Periset: Subhi Salehi, hal. 418, Qum, Hijrat, cet. 1, 1414 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah terdapat dalil jelas, terang dan standar yang menerima atau menolak adanya reinkarnasi?
    5972 Teologi Lama
    Masalah reinkarnasi atau hulul dalam Islamic school of thouhgt karena meniscayakan beberapa hal seperti pengingkaran surga, neraka dan hari kiamat, dipandang sebagai sebuah masalah yang tertolak. Tertolaknya dan invaliditas konsep ini dapat dijumpai dan dikaji pada jawaban-jawaban yang ada pada site ini. Karena itu, pada kesempatan ini kami hanya akan ...
  • Jika mata dan telinga mati, terbuka setelah kematian, lalu mengapa keduanya bertanya kepada yang lain setelah kematian?!
    20155 Teologi Lama
    Terbukanya pandangan barzakhi setelah kematian merupakan sebuah perkara yang berlaku secara umum; artinya seluruh manusia ketika mengalami kematian, akan menyaksikan malaikat pencabut nyawa sesuai dengan amal perbuatannya. Mereka bercakap-cakap dan mendengar suaranya. Dan setelah kematian akan menjelma dan dalam bentuk terbatas dan sesuai dengan kehidupan barzakhi akan dihadirkan ...
  • Apakah ada doa untuk dapat menghilangkan sifat malas?
    11474 Akhlak Praktis
    Salah satu perbuatan yang dilarang dalam ajaran-ajaran agama adalah malas dan bersikap ogah-ogahan. Para Imam Maksum As berlindung kepada Allah Swt dari perbuatan tercela ini. Sebagian doa yang diriwayatkan dari para Imam Maksum As dalam masalah ini adalah sebagai berikut: Mas’ada bin Shadaqa ...
  • Apa kata para ahli tafsir Syiah terkait dengan penafsiran ayat-ayat 23 sampai 26 surah al-Nur?
    9321 Tafsir
    Ayat-ayat permulaan surah al-Nur (24) bercerita tentang sebuah kisah yang dikenal sebagai kisah Ifk. Sehubungan dengan cerita ini, terdapat perbedaan pendapat yang beragam di antara Syiah dan Sunni; Ahlusunnah memandang kisah ini berkaitan dengan Aisyah istri Rasulullah Saw dan putri Abu Bakar,[1] ...
  • Mengapa orang yang telah menikah dapat mentalak istrinya?
    5434 Hukum dan Yurisprudensi
    Allah Swt menciptakan seluruh makhluk dan dari seluruh makhluk itu Allah Swt menciptakan pasangan dan istri-istri bagi mereka. Demikian adanya dengan manusia. Allah Swt menjadikan istri-istri manusia dari jenis mereka sendiri. Namun memilih seseorang tertentu sebagai istri atau suami berada dalam ikhtiar manusia sendiri. Boleh jadi sebagian orang, apa ...
  • Apakah kitab Shahih Bukhâri merupakan kitab standar? Mengapa hadis Tsaqalain tidak disebutkan pada kitab tersebut?
    7363 سرنوشت حدیث
    Dalam pandangan Ahlusunnah, Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang paling standar dan dari sudut pandang Syiah juga menyatakan kebanyakan riwayat-riwayatnya memiliki kemiripan secara lafzi atau maknawi dengan hadis-hadis Syiah sehingga dengan demikian dapat dijadikan sandaran. Akan tetapi hal ini tidak bermakna bahwa apabila sebuah riwayat tidak terdapat ...
  • Apa hukumnya memanfaatkan beberapa kegunaan mandi janabah lalu ia mandi janabah meski ia tidak junub?
    2335 Bagaimana Mandi dan Hukum-hukum Mandi
    Kami akan menjawab pertanyaan Anda sesuai dengan urutannya sebagai berikut: Seseorang yang tidak junub dan faktor-faktor penyebab janabah[1] tidak diperoleh maka ia tidak memiliki kewajiban untuk melakukan mandi janabah dan apabila ia mengerjakan mandi janabah maka ia adalah seseorang yang mandi untuk ...
  • Tolong Anda jelaskan asas dan tipologi pemikiran Syiah?
    10404 Teologi Lama
    Asas pemikiran Syiah dan sumber seluruh maarif (plural pengetahuan) Syiah adalah al-Qur'an. Syiah memandang seluruh ayat-ayat dzahir Al-Qur’an, demikian juga perilaku dan perbuatan, bahkan diamnya Nabi Saw sebagai hujjah (argumen). Dan selanjutnya juga memandang ucapan, perilaku dan diamnya para Imam Maksum juga sebagai hujjah. Di samping al-Qur'an menjelaskan hujjiyah ...
  • Mengapa Network Marketing dan QI Internasional di Iran dilarang dan diharamkan?
    8161 Hukum dan Yurisprudensi
    Sebabnya adalah karena perusahaan-perusahaan seperti Gold Quest dan Goldmine -secara umum- merupakan perusahaan yang melakukan bisnis dalam bentuk Piramida untuk mengeruk keuntungan yang melimpah. Bisnis semacam ini secara resmi dilarang di Iran. Pelarangan ini dilakukan karena sangat membahayakan ekonomi negara. Bahaya yang ditimbulkan darinya adalah:
  • Apakah agama itu satu (singular) atau banyak (plural)?
    10072 Kalam Jadid
    Apabila yang dimaksud agama adalah sekumpulan akidah, akhlak, aturan-aturan dan hukum praktis yang diturunkan Tuhan dan melalui perantara para nabi disampaikan kepada masyarakat maka agama di sini merupakan perkara yang satu dan perbedaan di antara agama adalah terletak pada aturan-aturan partikulir yang sesuai dengan tipologi seseorang atau suatu kaum mengikut ...

Populer Hits