Hits
21834
Tanggal Dimuat: 2015/07/23
Ringkasan Pertanyaan
Siapakah orang yang mengantarkan makanan kepada Nabi Muhammad Saw selama beliau berada di Gua Tsur?
Pertanyaan
Siapakah wanita yang menyertai Nabi Muhammad Saw dan membawakan makanan bagi baginda Nabi Saw?
Jawaban Global
Rasulullah Saw berdiam di gua Hira selama tiga hari.[1] Selama beberapa hari itu, ada beberapa orang yang mengetahui tempat persembunyian Nabi Saw. Sebagian berpendapat bahwa orang-orang yang tahu tempat persembunyian Nabi itu ada 5 orang[2] dan sebagian yang lainnya berkeyakinan ada 3 orang.[3]
Dalam kitab Ihtijāj Thabarsi, terdapat sebuah riwayat yang dinukil dari Imam Ali As: Bersumpahlah Anda demi Tuhan! Apakah ada orang selain Anda yang membawa makanan bagi Nabi selama gua?  Mereka menjawab: Tidak (tidak ada orang selain Anda yang melakukan hal ini).[4]
Namun tentu saja, sebagian ahli sejarah berkata bahwa seseorang yang mengirimkan makanan untuk Nabi Saw adalah Asma binti Abu Bakar.[5]
Dalam “Sirah Halabiyah”  tertulis: Keluarga Abu Bakar tidak mengetahui keberadaan Nabi Muhammad sampai ada kabar dari jin bahwa Nabi Saw berada di gua.[6]
Sebagaimana yang Anda perhatikan, riwayat pertama mengabarkan bahwa Imam Ali As bertanggung jawab untuk menyiapkan makanan bagi Nabi Saw dan berdasarkan riwayat yang lainnya Asma-lah yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan penting ini. Namun kedua riwayat ini dapat disatukan dengan penjelasan sebagai berikut: Karena gerak-gerik Imam Ali As diawasi oleh kaum kafir Mekah, meskipun berdasarkan penggalan riwayat pertama bahwa yang mengatur pengiriman makanan Nabi adalah Imam Ali As, namun Asma-lah yang bertanggung jawab dari sisi keamanan untuk membawakan makanan kepada Nabi dan ayahnya. [iQuest]
 

[1] Thabarsi, Fadhl bin Hasan, I’lām al-Wura bi A’lām al-Hudā, hal. 10, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, Cet. 3, 1390, Dzahabi, Muhammad bin Ahmad, Tārikh al-Islām, jil. 18, hal 116, Beorut, Dar al-Kitab al-Arabi, cet. 2, 1409 H.
[2] Saduq, Muhammad bin Ali, Kamāludin wa Tamām Ni’mah, Riset: Ghifari, Ali Akbar, jil. 1, hal. 56, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, cet. 2, hal. 1395.
[3] Thabari, Muhammad bin Jarir, Tārikh al-Umam wa al-Muluk (Tārikh Thabari), Riset: Ibrahim, Muhammad Abu Fadzlm jil. 2, hal. 379, cet. 2, 1395.
[4]Thabarsi, Ahmad bin Ali, Al-Ihtijāj ‘ala ahli al-Lijāj, Riset: Ibrahim, Muhammad Abul Fadzl, jil. 2, hal. 379, Beorut, Dar al-Tsurats, cet. 2, 1387.
[5] Tārikh Thabari, jil. 2, hal. 379, Kala’i, Sulaiman bin Musa, Al-Iktifa bima Tadhminuhu min Maghāzi Rasulullah Saw wa al-Tsulatsah al-Khulafā, jil. 1, hal.
[6] Halabi, Abu al-Futuh, al-Sirah al-Halabiyah, jil. 2, hal. 70, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Cetakan Kedua, 1426 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits