Advanced Search
Hits
8176
Tanggal Dimuat: 2010/11/18
Ringkasan Pertanyaan
Dengan memperhatikan infak yang didermakan oleh para Imam Maksum As saya jadi penasaran apa sih yang menjadi pekerjaan mereka? Dari mana mereka mendapatkan harta benda sebanyak ini?
Pertanyaan
Kalau kita baca riwayat para imam dalam memberikan hartanya kepada orang lain tidak pernah mengecewakan orang yang di berinya dalam arti selalu berlebihan/sangat dermawan sekali . pertanyaan saya :1 apakah pekerjaan para imam itu ? 2. dari mana imam dapat harta/uang/emas sebegitu besarnya sehingga mampu membantu orang lain ?
Jawaban Global

Mengingat bahwa para Imam Maksum As merupakan manusia-manusia sempurna dari berbagai sisi dan di antaranya adalah aql ma’âsy (fakultas rasional untuk mengatur dan memenej keseharian) dan dalam bidang perdagangan. Karena itu, tentu saja mereka mampu menghasilkan harta yang melimpah.

Berdasarkan beberapa riwayat dan hadis, pekerjaan para Imam Maksum adalah bertani, berkebun, dan lain sebagainya. Di sini kami akan menyebut dua jenis pekerjaan para Imam Maksum As sebagaimana berikut ini:

1.     Ali As menggali banyak sumur di Madinah yang dikenal sebagai “Abyar ‘Ali.” Demikian juga beliau menghidupkan banyak tanah tandus dan membuat ladang-ladang yang hingga sekarang ini masih dapat terlihat peninggalannya. Dalam riwayat disebutkan bahwa Amirul Mukminin Ali As tatkala usai berjihad, beliau meluangkan waktu untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat dan memutuskan perkara di antara mereka, sewaktu rehat dari tugas ini, beliau mengabiskan waktu untuk bekerja dan tatkala bekerja lisan beliau sibuk berzikir di salah satu kebun yang dimilikinya.

2.     Abi Amru Syaibani berkata, “Saya melihat Imam Shadiq As bekerja di kebunnya. Di tangannya ada pacul dan beliau mengenakan pakaian kasar. Dan keringat mengucur dari kulitnya yang suci. Saya berkata, “Semoga aku menjadi tebusanmu (Wahai Imam)!” Biarkan saya menolong Anda. Imam Shadiq As bersabda, “Saya suka (melihat seorang) pria yang bersusah payah di bawah terik matahari untuk memperoleh mata pencarian hidup.”

 

Dengan memperhatikan dua hal di atas dan ha-hal yang semisal dengannya yang termaktub dalam literatur-literatur riwayat dan sejarah dan lainnya kita jumpai bahwa para Imam Maksum As adalah orang-orang yang giat dan aktif bekerja. Dan meski mereka memiliki para pembantu namun mereka sendiri turun tangan untuk bekerja. Karena itu, sebagai konsekuensinya tentu saja banyak harta yang mereka peroleh dan kebanyakan dari harta tersebut didermakan dan diinfakkan di jalan Allah.

Jawaban Detil

Mengingat bahwa para Imam Maksum As merupakan manusia-manusia sempurna dari berbagai sisi dan di antaranya adalah aql ma’âsy (fakultas rasional untuk mengatur dan memenej keseharian) dan dalam bidang perdagangan. Karena itu, tentu saja mereka mampu menghasilkan harta yang melimpah.

Berdasarkan beberapa riwayat dan hadis, pekerjaan para Imam Maksum adalah bertani, berkebun, dan lain sebagainya. Di sini kami akan menyebut dua jenis pekerjaan para Imam Maksum As sebagaimana berikut ini:

1.     Ali As menggali banyak sumur di Madinah yang dikenal sebagai “Abyar ‘Ali.” Demikian juga beliau menghidupkan banyak tanah tandus dan membuat ladang-ladang yang hingga sekarang ini masih dapat terlihat peninggalannya. Dalam riwayat disebutkan bahwa tatkala Amirul Mukminin Ali As usai berjihad, beliau meluangkan waktu untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat dan memutuskan perkara di antara mereka, sewaktu rehat dari tugas ini, beliau mengabiskan waktu untuk bekerja dan tatkala bekerja lisan beliau sibuk berzikir di salah satu kebun yang dimilikinya.”[1]

 

2.     Abi Amru Syaibani berkata, “Saya melihat Imam Shadiq As bekerja di kebunnya. Di tangannya ada pacul dan beliau mengenakan pakaian kasar. Dan keringat mengucur dari kulitnya yang suci. Saya berkata, “Semoga aku menjadi tebusanmu (Wahai Imam)!” Biarkan saya menolong Anda. Imam Shadiq As bersabda, “Saya suka (melihat seorang) pria yang bersusah payah di bawah terik matahari untuk memperoleh mata pencarian hidup.”[2]

3.     Muhammad bin ‘Azafar menukil dari ayahnya bahwa Imam Shadiq As memberikan seribu enam ratus Dinar dan meminta supaya saya menggunakan uang tersebut untuk berniaga dan juga bersabda bahwa “Aku tidak begitu senang terhadap keuntungan (dari uang tersebut) meski setiap orang senang terhadap keuntungan, namun saya ingin Tuhan melihat saya sibuk mencari nikmat-Nya.”[3]

4.     Hisyam bin Ahmar berkata, “Saya pergi ke hadapan Imam Shadiq As untuk menanyakan kedudukan dan makam Mufadhdhal bin ‘Umar. Imam (ketika itu) sibuk bekerja di kebunnya. Suhu udara sangat panas dan keringat mengucur dari wajahnya.”[4]

5.     Abul A’la berkata, “Saya berjumpa dengan Imam Shadiq di tengah jalan di Madinah. Ketika itu hari sangat terik. Saya berkata, “Semoga Aku menjadi tebusanmu (wahai Imam)! Dengan kedudukan Anda di hadapan Tuhan dan juga kekerabatan dengan Rasulullah Saw, mengapa Anda menyusahkan diri Anda pada hari yang terik ini? Imam Shadiq As bersabda, “Abul A’la! Saya keluar untuk mencari rezeki sehingga aku tidak merasa membutuhkan kepada orang sepertimu.”[5]

6.     Ali bin Abi Hamzah menukil dari ayahnya bahwa ia berkata, “Aku melihat Abu al-Hasan Imam Musa Kazhim As bekerja di sebuah ladang miliknya, dan kakinnya berpeluh dengan keringat. Aku berkata, “Semoga Aku menjadi tebusanmu wahai Imam! Kemana gerangan para pekerja Anda? Imam Musa As bersabda, “Wahai Ali! Ada orang yang bekerja dengan tangannya sendiri di ladangnya sendiri yang lebih baik dari aku dan ayahku.” Siapakah gerangan orang itu? Tanyaku. Imam As bersabda, “Rasulullah Saw dan Amirul Mukminin Ali As dan semua ayah-ayahku yang bekerja dengan tangan mereka sendiri. Bekerja dengan tangan sendiri adalah pekerjaan para nabi, rasul, washi dan orang-orang shaleh.”[6]

 

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas dan ha-hal yang semisal dengannya yang termaktub dalam literatur-literatur riwayat dan sejarah dan lainnya kita jumpai bahwa para Imam Maksum As adalah orang-orang yang giat dan aktif bekerja. Dan meski mereka memiliki para pembantu namun mereka sendiri turun tangan untuk bekerja. Karena itu, sebagai konsekuensinya tentu saja banyak harta yang mereka peroleh dan kebanyakan dari harta tersebut didermakan dan diinfakkan di jalan Allah. [IQuest]


[1]. Mustadrak al-Wasâil, Muhaddits Nuri, jil. 13, hal. 25, Muassasah Ali al-Bait As, Qum, 1408 H.

[2].  Al-Kafi, Kulaini, jil. 5, hal. 76, Islamiyah, Teheran, Cetakan Kedua, 1362 S.

[3]. Bihâr al-Anwâr, Allamah Majlisi, jil. 47, hal. 56 dan 99, Muassasah al-Wafa, Beirut, Libanon, 1404 H. Zendegâni Hadhrat Imâm Ja’far Shadiq As, Khusru Musawi, hal. 42 & 43, Teheran, Cetakan Kedua, 1398 H.  

[4]. Bihâr al-Anwâr, jil. 47, hal. 340. Zendegâni Hadhrat Imâm Ja’far Shadiq As, hal. 287.  

[5]. Bihâr al-Anwâr, jil. 47, hal. 56 dan 99. Zendegâni Hadhrat Imâm Ja’far Shâdiq As, hal. 42 & 43.  

[6]. Al-Hayât, Ikhwan Hakimi, Ahmad Aram, jil. 5, hal. 477, Daftar Nasyr-e Farhanggi Islami, Teheran, Mukarrar, 1380 S.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259952 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245697 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229597 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214408 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175705 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171076 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167503 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157559 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140414 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133609 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...