Advanced Search
Hits
6658
Tanggal Dimuat: 2010/04/30
Ringkasan Pertanyaan
Yang manakah sejarah akurat ihwal syahâdah Hadhrat Zahra Sa?
Pertanyaan
Salam...
Di hari-hari duka Fatimiyah ini izinkan saya menyampaikan salam duka. Semoga di hari-hari ini kita dapat menjadikannya sebagai momen untuk mengakji kiprah, peran dan perjuangan Hadhrat Zahra. DI sini saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan Sayidah Fatimah..
1. Terkait dengan hari kesyahidannya, yang lebih kuat yang mana, 75 hari atau 95 hari pasca wafatnya Rasul?
2. Katanya syahidnya disebabkan oleh luka akibat serangan para sahabat ke rumah beliau? tolong Anda sebutkan referensinya?
3. Apakah benar Khalifah Kedua ingin membakar rumah beliau? tolong sebutkan referensinya?
4. Katanya Sayidah Fatimah murka atas perbuatan tersebut dan ketikasyahidnya beliau mewasiatkan untuk tidak mengabarkan kepada siapapun?
5. Apa makna al-Batul dan Ummu Abiha bagi Sayidah Zahra? Apakah al-Batul itu bermakna tidak pernah haidh? Apakah tidak pernahnya beliau haidh ini sejalan dengan kesempurnaan beliau? sementara kesempurnaan itu kalau sejalan dengan kebiasaan umum manusia.. Terima kasih...
Jawaban Global

Terkait dengan hari syahâdah Hadhrat Zahra Sa terdapat beberapa pandangan di antara kitab-kitab sejarah. Sebagian sejarawan menyebutkan empat puluh hari, sebagian menyebut enam bulan dan yang lainnya delapan bulan pascawafatnya Rasulullah Saw. Demikian juga, riwayat-riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum As disebutkan dua sejarah yang mayoritas ulama Syiah berpandangan bahwa syahâdah Hadhrat Zahra terjadi 95 hari pascawafatnya Rasulullah Saw.

Jawaban Detil

Terdapat perbedaan di antara kitab-kitab hadis dan sejarah terkait dengan bilangan jumlah hari masa hidup Hadhrat Shiddiqah Thahirah Sa pascawafatnya Rasulullah Saw. Sebagian menyebutkan bahwa masa hidup beliau selama empat puluh. Ada yang menyebutkan enam bulan dan juga yang lainnya menyebutkan delapan bulan.[1]

Abul Faraj Isfahani dalam kitab Maqâtil al-Thâlibin berkata, "Terdapat perbedaan pendapat sehubungan dengan masa hidup Hadhrat Fatimah Zahra Sa pascawafatnya Rasulullah Saw, sedemikian bilangan masa yang paling minimal dalam hal ini adalah empat puluh hari. Dan bilangan yang paling maksimal adalah delapan bulan. Adapun yang pasti di kalangan kita (Syiah) dan dapat diterima adalah riwayat-riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum As. Imam Baqir As bersabda, "Sesungguhnya masa wafat Shiddiqah Kubra Sa adalah tiga bulan pascawafatnya Rasulullah Saw."[2]

Demikian juga, Thabari Syiah dalam kitab Dalâil al-Imâmah dengan silsilah sanadnya mengutip dari Imam Shadiq As dimana beliau bersabda: "Hadhrat Shiddiqah Thahirah Sa[3] wafat pada bulan Jumadil Akhir, hari Selasa, tanggal 3 tahun 11 Hijriah."[4]

Dua pandangan ini merupakan pijakan pandangan mayoritas ulama Syiah di antaranya Sayid Ibnu Thawus dalam kitabnya al-Iqbal. Adapun sebagian riwayat lainnya menyebutkan 75 hari dan di antara riwayat tersebut adalah riwayat dari Kulaini yang bersumber dari Imam Shadiq As yang bersabda: "Sesungguhnya wafatnya Fatimah terjadi setelah 75 hari wafatnya ayahandahnya."[5]

Riwayat semacam ini telah menjadi pijakan pandangan sebagian ulama Syiah di antaranya Kulaini. Namun boleh jadi dalil perbedaan dua riwayat ini adalah tidak benarnya penempatan titik atas kalimat-kalimat tatkala riwayat ini disampaikan. Dengan memperhatikan kemiripan dua bilangan kalimat ini, "Khamsah wa Sab'un" dan "Khamsa wa Tis'un"[6] akan menegaskan makna ini.

Mayoritas ulama Syiah lebih memilih 3 Jumadi Tsani (Akhir) (95 hari pasca wafatnya Rasulullah Saw) dan memandang hari ini lebih standar. [IQuest]

Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, Indeks: Syahâdah Hadhrat Zahra dalam Literatur-literatur Ahlusunnah, Pertanyaan 52565 (Site: 5512).



[1]. Muhammad Baqir al-Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 43, hal. 189, Hadis 19.

- کشف الغمة] وَ نَقَلْتُ مِنْ کِتَابِ الذُّرِّیَّةِ الطَّاهِرَةِ لِلدُّولَابِیِّ فِی وَفَاتِهَا ع مَا نَقَلَهُ مِنْ رِجَالِهِ قَالَ لَبِثَتْ فَاطِمَةُ بَعْدَ النَّبِیِّ ص ثَلَاثَةَ أَشْهُرٍ وَ قَالَ‏ ابْنُ شِهَابٍ سِتَّةَ أَشْهُرٍ وَ قَالَ الزُّهْرِیُّ سِتَّةَ أَشْهُرٍ وَ مِثْلُهُ عَنْ عَائِشَةَ وَ مِثْلُهُ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَیْرِ وَ عَنْ أَبِی جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِیٍّ ع خَمْساً وَ تِسْعِینَ لَیْلَةً فِی سَنَةِ إِحْدَى عَشْرَةَ وَ قَالَ ابْنُ قُتَیْبَةَ فِی مَعَارِفِهِ مِائَةَ یَوْمٍ وَ قِیلَ مَاتَتْ فِی سَنَةِ إِحْدَى عَشْرَةَ لَیْلَةَ الثَّلَاثَاءِ لِثَلَاثِ لَیَالٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ هِیَ بِنْتُ تِسْعٍ وَ عِشْرِینَ سَنَةً أَوْ نَحْوِهَا.

[2]. Abu al-Faraj Ali bin al-Husain al-Isfahani (W 356), Maqâtil al-Thâlibin, hal. 59 dan 60, risetan Sayid Ahmad Shaqar, Beirut, Dar al-Ma’rifah, tanpa tahun.

[3]. Shiddiqah Thahirah, Shiddiqah Kubra, Zahra adalah gelar untuk Hadhrat Fatimah Sa.

[4]. Amin al-Islam, Fadhl bin Hasan Thabarsi,  I’lâm al-Warâ, hal. 152, Intisyarat-e Dar al-Kitab al-Islamiyah, Teheran. Ali bin Muhammad Khazar Qummi, Kifayat al-Atsar, hal. 63, Intisyarat-e Bidar, Qum, 1401 H.

[5]. Al-Kâfi, jil. 1, hal. 458, hadis pertama.

مُحَمَّدُ بْنُ یَحْیَى عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنِ ابْنِ مَحْبُوبٍ عَنِ ابْنِ رِئَابٍ عَنْ أَبِی عُبَیْدَةَ عَنْ أَبِی عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِنَّ فَاطِمَةَ ع مَکَثَتْ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ ص خَمْسَةً وَ سَبْعِینَ یَوْماً.

[6]. «خمسه و سبعون»  dan  «خمسه تسعون»

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    252344 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    243387 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    227468 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    211573 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    173472 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    168815 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    159859 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    155437 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    136764 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    132222 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...