Advanced Search
Hits
21975
Tanggal Dimuat: 2015/05/17
Ringkasan Pertanyaan
Apa maksudnya beriman kepada Allah melalui asma-Nya ? Jelaskan !
Pertanyaan
Apa maksudnya beriman kepada Allah melalui asma-Nya? Jelaskan!
Jawaban Global
Berdasarkan prinsip-prinsip Filsafat dan Irfan serta literatur-literatur agama, tiada seorang pun yang dapat menyelami hakikat zat Allah Swt. Hal ini disebabkan karena kenirbatas-Nya dan ketak-berujung-Nya hakikat zat tersebut.[1]
Para arif, seperti filosof dan pemikir lainnya – sepakat bahwa zat Allah Swt secara mutlak dan tanpa adanya sedikit pun sifat dan qaid yang dilekatkan pada-Nya, tidak dapat diketahui oleh siapa pun dan tiada seorang pun yang dapat sampai kepada Zat Allah Swt. Zat Allah Swt sebagai Entitas Mutlak dan Nirbatas tidak memiliki relasi sedikit pun dengan entitas terbatas (baca: para makhluk). Karena itu, sabda Nabi Muhammad Saw yang sangat terkenal ini menyatakan bahwa, “Tuhanku! Kami tidak mengenal-Mu sepantas-Nya diri-Mu dikenal dan kami tidak menyembah-Mu sebagaimana layaknya Engkau disembah.”[2]
Demikian juga, Imam Ali As dalam mendeskripsikan Allah Swt berkata, “Orang yang tinggi kemampuan akalnya tak dapat menilai, dan penyelam pengertian tak dapat mencapai-Nya; la yang untuk menggambarkan-Nya tak ada batas telah diletakkan.”[3]
Dengan demikian, mengenal hakikat Zat Allah Swt tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun; karena itu untuk mengenal dan beriman kepada Allah Swt maka jalan yang harus ditempuh adalah melalui jalan asma (nama-nama) dan mazhahir (pelbagai penampakan) Allah Swt.[4]
Adapun terkait dengan makna mengenal Allah Swt melalui asma (nama-nama) adalah sebagai berikut:
  1. Yang dimaskud dengan asma (nama-nama) dalam terminologi Filsafat dan Irfan, bukanlah nama literal. Nama-nama dalam terminologi Irfan adalah zat dengan tambahan satu sifat tipikal. Hakikat nama dari sudut pandang Irfan adalah penambahan satu sifat (yang bersifat iktibari atau relasional) terhadap zat dan menciptakan satu entifikasi tertentu. Misalnya nama “Rahman” pada hakikatnya mengacu pada zat, dengan sifat rahmat.  Dengan analisa seperti ini pada dasarnya pembahasan  asma (nama-nama) mengemuka tatkala seorang arif mencermati Allah Swt yang turun dari maqam zat terlepas dari segala bentuk iktibar atau penyebutan, dan berada pada maqam entifikasi tertentu.[5]
  2. Yang dimaksud mengenal Allah Swt melalui nama-nama adalah mengenal Zat Allah Swt dalam pancaran pelbagai manifestasi dan dalam pelbagai manifestasi tertentu-Nya ini disebut sebagai maqam asma dan sifat.[6] [iQuest]
 

[1] Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, 1944 (Tak Terbatas-Nya Entitas Tuhan); 2944 (Argumen-argumen Kenirbatasan Tuhan).
[2] Muhammad Baqir Majlisi, Bihār al-Anwār, jil. 66, hal. 292, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Cetakan Kedua, 1403 H.
«ما عرفناک حق معرفتک و ما عبدناک حق عبادتک»
[3] Sayid Radhi, Muhammad bin Husain, Nahj al-Balāghah, Riset oleh Subhi Shaleh, Khutbah 1, hal. 39, Qum, Hijrat, Cetakan Pertama, 1414 H; Terjemahan Persia Nahj al-Balāghah, Penj. Ansariyan Husain, hal. 43, Tehran, Payam Azadi, Cetakan KEdua, 1386 S.
«الَّذِی لَا یُدْرِکُهُ بُعْدُ الْهِمَمِ وَ لَا یَنَالُهُ غَوْصُ الْفِطَن»
[4] Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, Jawaban No. 479 (Mengenal Allah); 13864 (Mengenal Allah Tanpa Tasybih dan Ta’thil).
[5] Ibid, hal. 308-309.
[6] Silahkan lihat, Yazdan Panah, Sayid Yadullah, Mabāni wa Ushul Irfān Nazhari, hal. 312-318, Qum, Muassasah Imam Khomeini, 1388 S; Diadaptasi dari Pertanyaan 59683 (Yang Dimaksud dengan Nama-nama Universal atau Para Imam Asma).
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mohon riwayat yang terkait dengan nash Rasulullah Saw atas imamah Imam Ali dan juga nash setiap Imam setelahnya?
    4897 Penentuan Imam
    Sebagaimana Rasulullah Saw menerima mandat dan tugas dari Allah Swt untuk memperkenalkan pengganti dan khalifahnya, maka pada imam setelahnya juga harus memperkenalkan imam yang merupakan hujjah Allah Swt di muka bumi kepada masyarakat sehingga mereka yang ingin mengikuti perintah-perintah Ilahi dan mencari kebenaran tidak kebingungan dan jahil ...
  • Apakah perbedaan antara akhlak dan ilmu akhlak?
    36484 معیار شناسی (دین و اخلاق)
    Akhlak secara leksikal adalah bentuk jamak kata khulq yang berarti perangai, tabiat, perilakum, karakter, entah karakter itu merupakan karakter yang baik ataupun buruk. Ulama akhlak dan filosof menjelaskan berbagai definisi tentang akhlak. Di antara definisi-definisi yang dikemukakan oleh mereka dapat diringkas sebagai berikut: Akhlak adalah kualitas ...
  • Tolong jelaskan syarat-syarat sah dalam wasiat?
    5442 Wasiat
    Wasiat adalah perbuatan yang dilakukan seseorang dengan menganjurkan bahwa selepas meninggalnya supaya (orang yang telah ditunjuknya, wakil atau wali) mengerjakan sesuatu untuknya atau berkata setelah meninggalnya maka hartanya diperuntukkan untuk seseorang, atau untuk anak-anaknya sendiri dan orang-orang yang ikhtiar mereka berada di tangannya. Seseorang yang berwasiat disebut ...
  • Problem apa yang terdapat pada mazhab-mazhab seperti Maliki atau Hanafi?
    12704 Teologi Lama
    Harus dijelaskan di sini bahwa ketertarikan Anda kepada Syiah semata-mata murni ketertarikan dan cinta atau memiliki pijakan kokoh argumentasi? Apabila ketertarikan Anda berpijak pada argumentasi dan penalaran, maka secara otomatis pelbagai kelemahan dan kekurangan mazhab-mazhab lainnya akan menjadi jelas.Perbedaan utama Syiah dan keunggulannya ...
  • Berdasaran riwayat, apakah baik jika setelah mengkhatamkan al-Quran membaca doa-doa?
    2925 Hadis
    Dalam literatur-literatur hadis dinukilkan beragam doa dari Nabi Muhammad Saw dan para Imam As tentang doa khatam al-Quran atau indikasi-indikasi tentang hal ini akan kami sebutkan sebagai berikut:: Nabi Muhammad Saw setelah mengkhatamkan al-Quran membaca doa: «اللَّهُمَّ ارحَمنی بِالقُرآنِ وَ اجعَلهُ لی ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang dua aliran Muktazilah, Muktazilah Baghdad dan Muktazilah Bashrah? Demikian juga sehubungan dengan ulama dan keyakinan-keyakinan mereka?
    29612 Teologi Lama
    Muktazilah merupakan salah satu mazhab yang mendukung rasionalisme dalam beragama. Sikap ini memunculkan perubahan pemikiran pada masyarakat ketika itu. Meski mereka sepakat dalam masalah lima prinsip (al-ushûl al-khamsah) agama namun tetap saja terdapat perbedaan pendapat di antara mereka. Perbedaan semacam ini telah menyebabkan munculnya banyak aliran ...
  • Apakah hadis-hadis kitab al-Kâfi dapat dijadikan sebagai ulasan dan tafsir ayat-ayat al-Qur’an?
    9865 Dirayah al-Hadits
    Muhaddis (ahli hadis) besar Muhammad bin Ya’qub Kulaini Ra adalah salah seorang fakih besar Syiah dan ahli hadis Syiah Imamiyah yang paling dapat dipercaya. Beliau hidup pada masa ghaibat sughra Imam Mahdi Ajf dan penyusun kitab al-Kâfi. Atas dasar itu kebanyakan riwayat-riwayatnya memiliki nilai konsideran ...
  • Apa perbedaan antara idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah dalam ilmu Tajwid?
    28022 Ulumul Quran
    Idgham dalam ilmu Tajwid bermakna menggabungkan atau meleburkan dua huruf satu sama lain sehingga menjadi satu huruf.[1] Dalam masalah ini, sebagian pembahasan idgham berkaitan dengan huruf nun atau tanwin di akhir kata yang harus digabungkan dengan huruf awal setelahnya. Dalam berhadapan dengan huruf (yarmalun), ...
  • Bagaimana keadilan menurut Aristoteles dan Filosof Muslim?
    17696 Mengenal Beberapa Pendapat
    Aristoteles mendefinisikan kebahagiaan (sa’âdah) yang merupakan puncak kebaikan manusia sebagai “aktifitas jiwa dalam menyesuaikan dengan keutamaan.” Ia menilai puncak dari keutamaan ini adalah keadilan yang merealisasikan kebahagiaan umat manusia. Menurut Aristoteles keadilan adalah keutamaan sempurna; karena berlaku adil atau berkeadilan meniscayakan pengerahan dan pemberdayaan seluruh keutamaan. Keadilan ...
  • Mengapa sebagian ayat al-Qur’an tidak sejalan dengan kemaksuman para nabi Allah?
    10608 Teologi Lama
    Dalam menjawab pertanyaan di atas harus dikatakan sebagai berikut:1.       “Kemaksuman” merupakan sebuah kondisi kejiwaan pada seorang maksum yang menyebabkan terpeliharanya ia dari maksiat dan segala perbuatan tercela, dan kondisi ini juga menjaganya dari segala jenis kesalahan dan kealpaan, serta ...

Populer Hits