Advanced Search
Hits
8308
Tanggal Dimuat: 2017/05/30
Ringkasan Pertanyaan
Surah Al-Fathir ayat 33 hingga 35 ingin menjelaskan tentang permasalahan apa?
Pertanyaan
Mohon Anda jelaskan tafsir surah Al-Fathir ayat 33 hingga 35!
Jawaban Global
Ayat 33 hingga 35 surah Al-Fatir pada hakekatnya adalah kesimpulan pada ayat-ayat sebelumnya yaitu (Bagi mereka) surga ”Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.
1.             Surga Eden
«جَنَّاتُ عَدْنٍ یَدْخُلُونَها یُحَلَّوْنَ فیها مِنْ أَساوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَ لُؤْلُؤاً وَ لِباسُهُمْ فیها حَریرٌ»
Janat” adalah bentuk plural dari “janah” bermakna kebun yang tanahnya menyebabkan tumbuhnya pohon-pohon yang banyak sehingga akan menyelimuti bumi.[1] “Adnan” adalah tetap dan stabil.[2] Oleh itu “janat adnan” adalah kebun-kebun yang penuh dengan pohon dan kekal di surga. Penafsiran dari surga ini menjelaskan bahwa nikmat-nikmat di surga bersifat abadi dan langgeng tidak seperti nikmat-nikmat materi di dunia.
Dalam lanjutan ayat, menjelaskan tentang tiga bagian nikmat-nikmat di dunia yang sebagian memiliki sisi materi dan lahir dan sebagian lainnya memiliki sisi maknawi dan batin dan bagian lainnya berkaitan dengan penolakan segala yang menghalangi. Allah berfirman:  “(Bagi mereka) surga ”Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.”
Mereka di dunia ini secara lahir dihiasi dengan amalan-amalan yang baik, Allah juga memvisualisasikan pakaian mereka di dunia lain dengan sutra.
 
2.             Setelah mengingat nikmat-nikmat materi dan nikmat maknawi, Allah Swt berfirman:
«وَ قالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذی أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنا لَغَفُورٌ شَکُورٌ»
Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.”
Mereka yang telah diberikan karunia besar ini, semua penyebab kesedihan telah dijauhkan dari kehidupan mereka, langit ruh telah dibersihkan dari awan-awan gelap, maka mereka akan bersyukur. Mereka tidak takut akan adzab Ilahi, tidak takut akan kematian dan kebinasaan, tidak takut akan ketidakamanan dan tidak takut dari gangguan orang-orang yang berpikiran buruk.
Terkait bahwa yang dimaksud dengan kesedihan dalam ayat ini adalah apa, sebagian para mufassir berkata: duka dan sedih ini mengisyaratkan tentang duka dan sedih yang berkaitan dengan dunia. Sebagian juga berkata: Sedih dan duka yang menimpa mereka sebelum masuk surga karena mereka takut akan api neraka yang sudah selayaknya akan menimpa mereka dan karena Allah telah mempersilahkan mereka dan telah mencabut azab dari mereka dan memasukkan mereka ke dalam surga, maka mereka bersyukur kepada Allah Swt.
Namun nampaknya artinya adalah dengan masuknya manusia ke surga, semua kesedihan dan kepiluan akan hilang dari mereka karena kata-kata “hazan” mengisyaratkan segala bentuk sedih dan pilu. Oleh itu, para penghuni surga bersyukur atas karunia ini.[3]
Kemudian para kaum mukminin ahli surga ini menambahkan: “Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.”
Dengan sifat pengampun-Nya kesedihan yang pilu, ketergelinciran dan dosa-dosa akan tersingkirkan dan dengan sifat syukurnya, akan menerima keberkahan abadi yang tidak akan ada kesedihannya sama sekali yang telah Allah Swt anugerahkan kepada mereka. Dosa-dosa kami yang sangat banyak telah ditutupi dan amalan sedikit dan tidak ada apa-apanya dengan ungkapan syukur yang di ucapkan akan menerima ganjaran yang banyak.
 
3.                   «الَّذی أَحَلَّنا دارَ الْمُقامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لا یَمَسُّنا فیها نَصَبٌ وَ لا یَمَسُّنا فیها لُغُوبٌ»
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu"
Akhirnya mendapat tempat berakhir, yang tidak ada kelelahan, tidak ada hal-hal yang menyebabkan kesusahan, kecapaian dan penderitaan. Menurut nukilan dari para ahli surga: “Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.” “Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".
Dari satu sisi, di sana adalah tempat tinggal. Dari sisi lain, meskipun umur panjangnya bersifat abadi dan dan secara pasti tidak ada kabar tentang masa penungguan yang dipenuhi dengan kesulitan dan kesakitan serta kesusahan, hal ini tidak akan membuat kelelahan sedikit pun bagi mereka karena pada setiap harinya nikmat-nikmat baru akan hadir dari Allah kepada penghuni surga.[4]
Kata “muqamah” bermakna tempat tinggal dan “dar al-muqamah” adalah rumah dimana penghuninya tidak akan keluar dari sana dan tidak akan pindah ke tempat lain. Kata “nashabun” bermakna lelah yang berarti susah dan sulit. Kata “lughub” bermakna lesu dan susah dalam mencari rezeki.
Kesimpulan makna ayat ini adalah: Allah yang telah menganugerahkan kepada kami, meskipun tidak layak telah memasukkan kami ke dalam rumah abadi, surga yang tidak ada kesusahan dan kelesuan, tidak juga menyebabkan kelelahan dan kecapaian karena segala yang kita inginkan telah tersedia.[5] [iQuest]

[1] Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, Al-Mufradat fi Gharib al-Quran, periset: Dawudi, Shafwan Adnan, hal. 203, Damisyq, Beirut, Dar al-Qalam, Al-Dar al-Syamiyyah, cet. 1, 1412 H.
[2] Ibid, hal. 553.
[3] Abu Ja’far Muhammad bin Jarir, Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Quran, jil. 22, hal. 91, Beirut, Dar al-Ma’rifah, cet. 1, 1412 H.
[4] Silahkan lihat: Makarim Syirazi, Nashir, Tafsir Nemuneh, jil. 18, hal. 268-271, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, cet. 1, 1374 H.
[5] Thabathabai, Sayid Muhammad Husain, Al-Mizan fi Tafsir al-Quran, jil. 17, hal. 47-48, Qum, Daftar Intisyarat Islami, cet. 5, 1417 H.
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    258252 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    244929 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    228675 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    213307 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    174893 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170219 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    165940 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    156675 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    139019 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    132968 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...