Advanced Search
Hits
28868
Tanggal Dimuat: 2010/04/06
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana Tuhan itu telah ada semenjak awal tanpa ada yang menciptakan-Nya?
Pertanyaan
Saya memiliki seorang putri berusia 12 tahun. Ia memiliki pertanyaan seputar bagaimana Tuhan itu ada dan telah ada semenjak semenjak awal? Harap Anda menjawab pertanyaan ini dengan sederhana sehinga saya dapat jelaskan dengan mudah kepada putri saya.
Jawaban Global

Terkait dengan bagaimana Tuhan telah ada semenjak awal sejatinya merupakan penjelasan lain dari pertanyaan mengapa keberadaan Tuhan itu bersifat esensial sementara setiap makhluk memiliki pencipta dan pengada. Pada hakikatnya, isi pertanyaan ini adalah bahwa bagaimana Tuhan itu mengada dan siapakah yang menciptakan Tuhan?

Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda mencermati beberapa pertanyaan ini; mengingat pertanyaan-pertanyaan berikut akan melapangkan dan menyiapkan pikiran untuk menerima inti jawaban.

Segala yang basah berasal dari air. Basahnya air itu sendiri dari apa dan dari mana? Lemak setiap makanan berasal dari minyak. Lemaknya minyak itu sendiri dari apa dan dari mana? Asinnya segala sesuatu berasal dari garam. Asinnya garam itu sendiri dari mana? Jawaban basahnya air dan asinnya garam serta lemaknya minyak adalah bersifat esensial (dzati). Demikian juga tatkala ditanyakan keberadaan setiap makhluk dan entitas berasal dari Tuhan lantas keberadaan Tuhan sendiri dari mana? Jawaban dari pertanyaan ini adalah keberadaan Tuhan adalah sifat esensial bagi Tuhan dan berasal dari-Nya serta tidak berasal dari yang lainnya.

Jawaban Detil

Merupakan suatu hal yang pasti bahwa setiap akibat memiliki sebab namun fallasi (mughâlatha) yang terjadi adalah menganggap Tuhan juga merupakan sebuah akibat. Dengan kata lain, ada anggapan bahwa setiap entitas memiliki sebab bahkan Tuhan sendiri yang merupakan Entitas yang bersifat esensial. Sebagaimana disebutkan bahwa setiap fenomena memerlukan pencipta namun Tuhan bukan merupakan sebuah fenomena yang memerlukan pencipta bahkan Tuhan adalah pengada dan pencipta segala fenomena dan kejadian.[1]

Dengan kata lain, pengertian Tuhan yang paling sederhana bahwa Dia adalah Entitas sempurna, tanpa cela dan tidak membutuhkan yang ada, Dia  ada tanpa membutuhkan orang lain sehingga Dia meminta tolong kepadanya; baik pada wujud-Nya juga pada efek-efek wujud-Nya.

Karena itu apabila disangkakan sosok Tuhan yang terkadang ada dan terkadang tiada maka demikian inilah tuhan ilusi kita; karena kita katakan bahwa Tuhan adalah Entitas yang tidak membutuhkan terhadap sesuatu yang lain sehingga keberadaan dan efek-efek keberadaan-Nya  memerlukan dan meminta pertolongan dari yang lain. Dengan demikian, Dia senantiasa ada semenjak dulu hingga sekarang (azali) dan akan senantiasa ada (abadi). Demikianlah definisi tentang Tuhan  dan menjadi Tuhan itu bersifat esensial tidak membutuhkan dan  tidak huduts (tadinya tiada kemudian mengada).

Hal ini semata-semata merupakan was-was pikiran tatkala benak manusia berusaha memahami arti kepenciptaan maka ia akan lupa bahwa Tuhan itu tidak membutuhkan dan keberadaan merupakan hakikat esensial-Nya.

Oleh itu tidak dapat digambarkan bahwa tatkala segala sesuatu memiliki pencipta yang lebih tinggi kedudukanya dari dia lantas mengapa Tuhan juga tidak boleh memiliki pencipta yang lebih tinggi dari-Nya. Di sini, Tuhan telah diasumsikan sebagai sebuah fenomena, sementara konsep tentang Tuhan seperti ini adalah ciptaan pikiran bukan Tuhan yang ada secara esensial dan tidak membutuhkan sebab.

Dengan demikian apabila Tuhan merupakan sebuah Entitas yang keberadaan, cinta, ketidakbutuhan, emanasi mutlak itu tak-berujung, tanpa batasan, kebutuhan, dan kekurangan, maka tentu saja Dia tidak dapat seperti entitas-entitas terbatas dan serba kekurangan, memiliki kebutuhan kepada seseorang yang lebih tinggi darinya sebagai penciptanya dan  membutuhkan dirinya. Karena Dia sendirilah yang mengadakan seluruh keberadaan, seluruh keunggulan dan seluruh keterbatasan serta tanpa-Nya segala sesuatu tidak akan ada sehingga dapat digambarkan sifat pencipta padanya.

Namun pada benak kebanyakan orang tidak terdapat  konsep yang benar tentang Tuhan karena Tuhan lebih tinggi dari setiap konsep dan pemahaman. Gambaran lemah kebanyakan orang hanya mencakup sifat pencipta-Nya, itu pun bermakna yang serupa dengan setiap pencipta yang hadits (tadinya tiada kemudian ada) dengan perbedaan bahwa Tuhan adalah seorang Pencipta yang lebih agung sedemikian sehingga Dia mampu mencipta segala sesuatu yang kita saksikan baik bintang-gemintang dan seluruh galaksi; laksana seorang malaikat yang dengan keagungan yang tentu saja dapat dipertanyakan apakah Tuhan yang sedemikian agung tidak memiliki pencipta untuk diri-Nya?

Karena itu gambaran ini, meski merupakan entitas dengan keagungan namun bukan Tuhan karena yang dimaksud dengan Tuhan adalah Entitas yang secara esensial mencakup seluruh sifat-sifat sempurna dan hampa sifat-sifat kekurangan, tidak terbatas pada batasan apa pun.

Dia adalah keberadaan mutlak, esa dan tidak membutuhkan. Dia secara esensial memiliki sifat-sifat ini dan tiada seorang pun yang memberikan sifat-sifat ini kepada-Nya.

Tuhan yang membutuhkan pencipta dan pertanyaan ini dapat diajukan kepadanya siapakah yang menjadi pencipta dan pengada dirinya? Sejatinya hal ini merupakan pemahaman yang mengandung kekurangan dimana tentu saja Tuhan jauh dari sifat-sifat kekurangan dan bahkan lebih tinggi dai setiap pemahaman, pencerapan dan pemikiran meski pada bentuk yang lebih akurat dan lebih tepat, Dia lebih unggul dan lebih tinggi.

Apa yang disampaikan di atas dapat dikemukakan dengan contoh-contoh dan pertanyaan-pertanyaan yang lebih sederhana; misalnya kita tahu bahwa segala yang basah berasal dari air. Basahnya air itu sendiri dari apa dan dari mana? Lemak setiap makanan berasal dari minyak. Lemaknya minyak itu sendiri dari apa dan dari mana? Asinnya segala sesuatu berasal dari garam. Asinnya garam itu sendiri dari mana?Jawabannya adalah bahwa basah bagi air, lemak bagi minyak dan asin bagi garam adalah sifat-sifat esensialnya. Demikian juga tatkala ditanya keberadaan setiap entitas berasal dari Tuhan lantas keberadaan Tuhan itu sendiri dari mana? Dalam menghadapi pertanyaan seperti ini kita menjawab, “Keberadaan Tuhan adalah sifat esensial-Nya dan berasal dari-Nya serta tidak berasal dari yang lain.” [iQuest]

Indeks Terkait: 8515 (Site: id8551)

 


[1]. Ja’far Subhani, ‘Aqâid Islâmi dar Partu Qur’ân wa Hadits wa ‘Aql, hal. 120-121, Nasyr Bustan Kitab, 1386 S, Qum.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa itu tasawuf? Apakah Imam Khomeini seorang sufi?
    13434 اندیشه های امام خمینی (ره)
    Tasawuf yang dari akar kata “shuf” yang bermakna wol adalah suatu aliran yang bersumber dari sufiyah atau “yang berpakaian wol” yang dibangun di atas klaim pensucian diri spiritual dan penjauhan diri dari aspek-aspek lahiriah duniawi. Sepanjang sejarah, model dan warna pemikiran tasawuf terus bertambah dari ...
  • siapa Adi bin Hatim apa peran dalam berbagai peristiwa masa munculnya Islam?
    8956 Serba-serbi
    Adi adalah anak dari Hatim Tha'i, pada mulanya dia penganut agama Kristen, kemudian pada zaman Nabi Saw dia memeluk Islam dan menjadi pengikut Nabi. Adi juga adalah salah seorang sahabat Imam Ali yang setia. Meskipun sudah tua (namun) dia hadir menemani Imam Ali As dalam tiga perang ...
  • Siapakah Ibnu Qayyim al-Jauzi itu? Dan bagiamana pandangan ulama Syiah dan Sunni terkait dengan Ibnu Qayyim al-Jauzi?
    23222 شیعه آماج تهمتها
    Jawaban Global: Ibnu Qayyim al-Jauzi lahir pada 7 Rajab tahun 691 H dan setelah menjalani hidup selama enam puluh tahun ia tutup usia pada malam 13 Rajab tahun 751 H. Mengingat bahwa ia merupakan seorang murid terdepan Ibnu Taimiyah dan bahkan dipenjara bersama gurunya, keyakinan dan ...
  • Apakah Bunda Imam Mahdi Ajf juga tergolong maksum?
    9524 Para Maksum
    Dalam pandangan Syiah yang dapat mencapai makam maksum (mengikut istilah yang dikenal secara umum) hanyalah para nabi dan pengganti mereka. Arti maksum di sini adalah bahwa mereka suci dari segala kesalahan, kelupaan dan perbuatan dosa dalam masa hidupnya baik dalam tahapan pemahaman, penyampaian wahyu ...
  • Apakah Islam memiliki pandangan tentang bacaan dengan cepat? Tolong Anda jawab apakah Islam juga menyetujui bacaan dengan cepat?
    4569
    Membaca dengan cepat atau lambat sepenuhnya bergantung pada setiap orang yang membaca. Dalam ajaran-ajaran agama tidak disebutkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah ini. Adapun yang berkaitan dengan bacaan al-Qur’an disebutkan bahwa bacalah al-Qur’an dengan jelas dan tartil, “Wa Rattil al-Qur’an tartila” (Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan, Qs. Al-Muzammil ...
  • Bagaimana menetapkan adanya wujud mental atau wujud dzihn?
    5154
    Untuk menetapkan wujud mental dalam aliran filsafat Hikmah terdapat banyak dalil yang ditunjukkan. Pada kesempatan ini kami akan menyebutkan dua di antaranya sebagai berikut: Dalil Pertama Tatkala memperhatikan gambaran-gambaran pikiran kita saksikan sebagian sesuatu yang kita gambarkan tidak ...
  • Apakah haram mengadakan acara ulang tahun?
    11497 Hukum dan Yurisprudensi
    Acara ulang tahun (maulid atau milad) bukan merupakan tradisi islami. Dalam ajaran-ajaran Islam tidak dianjurkan bagi manusia untuk mengandakan acara milad dan ulang tahun untuk memperingati hari lahirnya. Kami tidak ingin mengecam tradisi baru ini, meski pada saat yang sama juga kami tidak menerima impor tradisi-tradisi bangsa lain ...
  • Apakah melakukan perjalanan dengan sendirinya telah mencukupi untuk bertayamum sebagai ganti wudhu? Bagaiman pandangan Syiah dalam hal ini?
    8417 بیشتر بدانیم
    Syiah Imamiyah dengan memanfaatkan ayat-ayat al-Quran dan bimbingan para Imam Maksum As meyakini bahwa seseorang yang melakukan perjalanan apabila memiliki akses air maka ia harus berwudhu dan apabila ia tidak memiliki akses air maka ia harus bertayamum. Di kalangan Sunni juga sebagian seperti Syiah meyakini ...
  • Apa keyakinan pertama yang harus dimiliki oleh seorang Muslim?
    8701 Teologi Lama
    Setiap orang yang mengikrarkan dua kalimat syahadat “asyhadu an lâ ilâha illallâh wa asyhadu anna muhammadan rasûlullâh” menjadi seorang Muslim dan hukum Muslim berlaku baginya: badannya menjadi suci juga anak-anaknya, dan pernikahan serta muamalahnya dengan Muslimin boleh baginya. Konsekuensinya, ia harus mengamalkan kewajiban-kewajiban agama seperti melaksanakan salat, mengerjakan puasa, menyerahkan ...
  • Apakah mungkin manusia menjalin hubungan dengan makhluk-makhluk alam-alam lainnya?
    14454 Teologi Lama
    Tidak dapat diragukan bahwa sebagian orang dapat menjalin hubungan dengan sebagian makhluk yang terdapat pada alam lainnya.  Akan tetapi tentu saja tidak dengan mengkonsumsi narkoba dan minuman-minuman yang memabukkan.Terdapat perbedaan yang menganga terkait dengan media dan jalan yang dapat dijadikan sebagai kendaraan ...

Populer Hits