Advanced Search
Hits
22293
Tanggal Dimuat: 2013/11/27
Ringkasan Pertanyaan
Apa makna dan hakikat sabar itu?
Pertanyaan
hakekat sabar dan pengertian nya serta hakekat ikhlas dan pengertian nya
Jawaban Global
Sabar dalam bahasa berarti mengurung dan meletakkan jiwa dalam keterbatasan dan kesempitan.[1] Begitu pula sabar memiliki arti menahan diri dari menunjukkan kepanikan dan ketidaktenangan.[2]
Dalam ilmu Akhlak, tentang kesabaran banyak makna yang dijelaskan:
1. Sabar adalah mendorong diri untuk melakukan amal perbuatan yang dituntut oleh akal dan syariat dan mencegah diri dari melakukan amal perbuatan yang dilarang akal serta syariat.[3]
2. Sabar yakni ketenangan diri dan jiwa saat tertimpa kesulitan dan musibah, kekuatan dan ketegaran dalam menghadapinya, tetap merasa bahagia sebagaimana sebelum kejadian pahit tersebut terjadi, menjaga lidah dari mengeluh dan anggota tubuh lainnya dari melakukan perbuatan yang tidak patut.[4]
3. Sabar adalah kekuatan motivasi religius di hadapan dorongan-dorongan nafsu setani.[5] Dengan kata lain, sabar adalah suatu daya yang membuat manusia tetap teguh dalam menjalankan tugas-tugas agamanya meskipun hawa nafsu dan godaan setan terus mendorong serta menyelewengkannya. Diri manusia dalam keadan tersebut bagaikan medan tempur antara pasukan akal dan kebodohan.[6]
Dengan memperhatikan beberapa makna di atas, jelas bahwa sabar adalah suatu sifat bagi jiwa yang dapat mencegah, yang mana di satu sisi kesabaran mengurung nafsu dan dorongan setan lalu mengarahkan manusia untuk berjalan di jalan yang benar, dan juga mencegah diri manusia agar tak lari dari tanggung jawab terhadap akal dan agamanya lalu mendorongnya untuk mengerjakan amal perbuatan yang diwajibkan Ilahi meski seperti apapun susahnya. Jika kekuatan tersebut dimiliki oleh seseorang dan dengan mudah digunakan olehnya, orang tersebut dikatakan sebagai orang yang penyabar.[7]
Ulama akhlak mengkategorikan sabar menjadi tiga macam, yang mana pembagian tersebut berdasarkan beberapa riwayat. Dalam sebuah riwayat dari Imam Ali As dinukil bahwa Rasulullah Saw berkata: “Sabar ada empat bagian: sabar saat musibah, sabar dalam mentaati Tuhan dan sabar dalam meninggalkan dosa.”[8]
Sabar dalam menghadapi masalah, musibah dan seterusnya adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, yang sangat ditekankan dalam al-Quran dan riwayat. Karena itu dalam al-Quran disebutkan bahwa orang-orang yang sabar adalah kecintaan Tuhan. Allah Swt berfirman: “Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran [3]: 146)
Dengan menelaah berbagai riwayat, hasil dari sabar adalah kelapangan dan kemudahan dalam urusan.[9] Imam Shadiq As menukil dari perkataan ayahnya, Imam Baqir As, bersabda: “...Sesungguhnya orang yang bersabar (dalam menghadapi kesusahan), akan mencapai derajat seorang yang rajin salat malam dan berpuasa, bahkan derajat seorang sahabat yang mati di bawah komando Rasulullah Saw saat berperang.”[10] [iQuest]
 

[1]. Wasithi, Zabidi, Muhibbuddin Sayid Muhammad Murtadha, Tâj al-‘Arus min Jawâhir al-Qâmus, Riset dan edit oleh Shiri, Ali, jil. 7, hal. 71, Darul Fikr lil Thaba’ah wa al-Nashr wa al-Tawzi’, Beirut, Cetakan Pertama, 1414 H; Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, al-Mufradât fi Gharib al-Qur’ân, Riset oleh Dawudi, Shafwan Adnan, hal. 474, Dar al-Qalam, al-Dar al-Syamiyah, Damaskus, Beirut, Cetakan Pertama, 1412 H; Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukram, Lisân al-‘Arab, Riset dan edit oleh  Ahmad Faris, jil. 4, hal. 438, Darul Fikr lil Thaba’ah wa Al-Nashr wa Al-Tawzi’, Dar Shadir, Beirut, Cetakan Ketiga, 1414 H.Q.
[2]. Jauhari, Ismail bin Hamad, al-Shihâh (Tâj al-Lughah wa Shihâh al-‘Arabiyah), muhaqiq dan mushahih: Aththar, Ahmad Abdul Ghafur, jil. 2, hal. 706, Darul ‘ilm lil Malayin, Beirut, Cetakan Pertama, 1410 H; Thuraihi, Fakhruddin, Majma’ al-Bahrain, Riset oleh Husaini, Sayid Ahmad, jil. 3, hal. 358, Kitab Forusyi  Morthadawi, Teheran, Cetakan Ketiga, 1375 S.
[3]. Al-Mufradât fi Gharib al-Qur’ân, hal. 474.
[4]. Naraqi, Mula Muhammad Mahdi, Jâmi’ al-Sa’âdat, jil. 3, hal. 280, A’lami, Beirut, Cetakan Keempat.
[5]. Ghazali, Muhammad bin Muhammad, Kimiyâ Sa’âdat, jil. 2, hal. 345-346, Sherkat e Entesharat e Elmi va Farhanggi, Tehran, cetakan kesebelas, 1383 H.S.
[6]. Dawudi, Muhammad, Akhlâq Islâmi, hal. 92, Daftar e Nasyr Ma’arif, 1390 H.S.
[7]. Dailami, Ahmad, Akhlâq Islâmi, hal. 155, Daftar  Nasyr Ma’arif, Qum, Cetakan Kedua, 1380 S.
[8]. Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, al-Kâfi, Riset dan edit oleh Ghaffari, Ali Akbar dan Muhammad Akhundi, jil. 2, hal. 91, Darul Kutub Al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempat, 1407 H.
[9]. Rasulullah Saw bersabda: “Dengan kesebaran kemudahan dan kebahagiaan akan datang.” Dailami, Husain bin Muhammad, Irsyâd al-Qulub ila al-Shawwab, jil. 1, hal. 150, al-Syarif al-Radhi, Qum, Cetakan Pertama, 1412 H.
[10]. Syaikh al-Shaduq, Tsawâb Al-A’mâl wa ‘Iqâb al-A’mâl, hal. 198, Darul Syarif Al-Radhi lil Nashr, Qum, Cetakan Kedua, 1406 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah tindakan Imam Husain yang didasari kecintaan bermakna tidak rasionalnya tindakan tersebut?
    5571 Para Pembesar
    Akal bermakna pemahaman, makrifat, pengetahuan, ilmu, tadabbur (kontemplasi), fakultas penerima ilmu, kekuataan untuk mengidentifikasi kebenaran dari kebatilan, kebaikan dari keburukan. Adapun isyq bermakna Cinta ekstrem. Cinta terkadang bersifat hakiki dan terkadang majazi. Akal juga terkadang kalkulatif, terkadang konvensional dan terkadang kudus. Atas dasar ...
  • Apakah mungkin kita mencintai Tuhan pada saat yang sama kita juga takut kepada-Nya?
    15062 Akhlak Praktis
    Takut (khauf) dan harapan (raja’) serta yang terkait dengan kecintaan (mahabbah) terhadap Allah Swt bukanlah sesuatu yang perlu diherankan. Lantaran perkara ini memenuhi seluruh ruang dalam hidup kita. Sedemikian jelasnya sehingga membuat kita terkadang lalai memperhatikannya.Harus dicamkan bahwa bahkan tatkala kita melangkah dan berjalan hal itu ...
  • Mengapa muncul aliran-aliran filsafat? Apa saja aliran filsafat Islam itu?
    29717 Garis Besar
    Sebab munculnya aliran-aliran filsafat adalah lantaran perbedaan pandangan para filosof terkait dengan definisi filsafat yang berbuntut pada perbedaan beberapa prinsip sehingga menyebabkan berdirinya beberapa aliran filsafat. Secara teori, aliran-aliran filsafat dalam peradaban Islam terdiri dari dua yaitu Peripatetik (Massyâ) dan Iluminasionis (Isyrâq). Sumber dua aliran ini pada ...
  • Apa kematian (ajal) itu? Dan apakah masa kematian (ajal) itu dapat ditunda?
    29588 Teologi Lama
    Kematian (ajal) dalam perspektif filsafat Islam adalah terlepasnya pengurusan dan pengaturan jiwa (nafs) atas badan dan terpisahnya jiwa dari badan. Tentu saja, pandangan ini bersumber dari al-Qur’an dan riwayat-riwayat yang tidak memandang kematian sebagai ketiadaan, kehancuran, dan kesirnaan.
  • Siapakah yang dimaksud orang-orang saleh?
    6153 معیار شناسی (دین و اخلاق)
    Kesalehan (saleh) apabila telah menjadi sifat pribadi seseorang maka hal itu bermakna adanya kelayakan dan kepantasan menerima pelbagai emanasi Ilahi serta pelbagai anugerah yang tak terbatas, kedudukan-kedudukan menjulang dan rahmat khusus Ilahi. Makna ini disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim As yang menyebutkan: ﴿رَبِّ هَبْ لی‏ ...
  • Apa perbedaan antara tahun hijriah dan miladi?
    3873 Pertanyaan Acak
    Sekaitan dengan pertanyaan di atas harus dikatakan bahwa perbedaan antara tahun-tahun Qamariah dan Miladiah adalah sebagai berikut: Sumber penanggalan tahun miladiah adalah kelahiran Nabi Isa bin Maryam As. Adapun awal penanggalan tahun Hijriah (baik Syamsiah atau Qamariah) adalah hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke ...
  • Mengapa Anda membatasi dan mengkhususkan Ahlulbait untuk beberapa orang saja?
    5657 Teologi Lama
    Pengkhususan “Ahlulbait” untuk empat belas maksum bukanlah pengkhususan dan pembatasan manusiawi dan humanis. Pengkhususan dan pembatasan dapat disimpulkan dari kalam Ilahi pada ayat tathir dan riwayat nabawi yang menjelaskan ayat ini.Dalam menetapkan klaim ini kita dapat bersandar pada dalil-dalil denotatif ayat dan riwayat. 
  • Dapatkah Anda menyebutkan tentang kisah Siti Hajar istri Nabi Ibrahim As berdasarkan al-Quran dan Taurat?
    9808 Sifat-sifat dan Kehidupan Para Nabi
    Hajar seorang budak perempuan Mesir yang setelah melalui beberapa peristiwa dihadiahkan kepada Sarah. Hajar adalah pelayan Sarah. Kira-kira berdasarkan seluruh laporan sejarah, budak perempuan ini awalnya adalah penduduk Mesir. Dengan berlalunya beberapa tahun, Sarah tidak melahirkan seorang anak pun untuk Nabi Ibrahim oleh itu ia menghadiahkan Hajar kepada Nabi ...
  • Mengapa sebagian ayat al-Qur’an tidak sejalan dengan kemaksuman para nabi Allah?
    9670 Teologi Lama
    Dalam menjawab pertanyaan di atas harus dikatakan sebagai berikut:1.       “Kemaksuman” merupakan sebuah kondisi kejiwaan pada seorang maksum yang menyebabkan terpeliharanya ia dari maksiat dan segala perbuatan tercela, dan kondisi ini juga menjaganya dari segala jenis kesalahan dan kealpaan, serta ...
  • Apa saja jalan-jalan yang harus ditempuh untuk menguatkan perasaan ingin mencari Tuhan?
    6367 Akhlak Praktis
    Yang dimaksud dengan perasaan ingin mencari Tuhan adalah kecendrungan fitrawi dan intrinsik manusia terhadap Allah Swt. Perasaan ini merupakan sebuah seruan batin dan penggeraknya tidak lain adalah fitrah. Adanya perasaan perhatian kepada Allah Swt dalam diri manusia, tanpa pengajaran dan pelajaran, menunjukkan fitrinya ...

Populer Hits