Advanced Search
Hits
24098
Tanggal Dimuat: 2013/03/06
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana cara yang terbaik menyatakan syukur kepada Allah Swt?
Pertanyaan
Bagaimana cara yang terbaik menyatakan syukur kepada Allah Swt?
Jawaban Global
Menyatakan syukur dengan perbuatan[1] merupakan syukur sempurna dan yang terbaik dalam menyatakan syukur kepada Allah Swt. Syukur seperti ini merupakan hasil dari dua tingkatan syukur yang terbetik dalam hati dan terucap dalam lisan. Dengan kata lain, tatkala manusia, dengan perantara hatinya memahami kenikmatan sebuah anugerah dan menyatakannya dengan lisan maka ia telah bersyukur kepada sang Pemberi Nikmat. Tentu saja sudah pada tempatnya dan selayaknya apabila ia juga menampakan rasa syukur itu pada tataran perbuatan. Karena itu, orang yang benar-benar bersyukur akan menggunakan segala nikmat Ilahi untuk memperoleh keridhaan dan tujuan Sang Pemberi nikmat (Mun’im) serta senantiasa tahu dengan baik bagaimana menggunakan segala nikmat itu supaya tidak tergolong sebagai orang-orang yang mengkufuri nikmat-nikmat Allah Swt.
Imam Shadiq As bersabda, “Mensyukuri nikmat dilakukan dengan menjauhi perbuatan-perbuatan haram dan keseluruhan rasa bersyukur itu tatkala seseorang berkata, “Segala puji bagi Allah Swt Tuhan seru sekalian alam.”[2]
Secara pasti maksud dari ucapan “Alhamdulillah” bukanlah semata-mata lipstik dan penghias bibir saja melainkan bersumber dari kedalaman hati dan lubuk jiwa. Alangkah banyaknya orang yang menyatakan syukur kepada Allah dengan lisan namun kufur dalam perbuatan. Karena itu, tatkala Allah Swt berfirman: “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs. Saba [34]:13) sejatinya tengah menyoroti dan menekankan pernyataan syukur dengan perbuatan.[3]
Apa pun yang diupayakan dan diusahakan manusia untuk menunaikan syukur secara sempurna pada hakikatnya ia tidak akan mampu melakukan hal itu. Karena itu, bagian syukur yang terbaik adalah mengakui secara totalitas atas ketidakmampuan dan ketidakberdayaan dalam menunaikan kesyukuran dan membenarkan bahwa taufik untuk bersyukur itu sendiri merupakan salah satu nikmat Ilahi.[4]
Adapun syukur yang dinyatakan dengan perbuatan memiliki beberapa contoh yang akan dijelaskan sebagai berikut sebagai contoh dengan bersandar pada beberapa riwayat:
  1. Sujud syukur, melaksanakan salat syukur dan berbuat baik merupakan beberapa contoh dari syukur yang dinyatakan dengan perbuatan.[5] Diriwayatkan bahwa “Tatkala Rasulullah Saw mengalami kegembiraan atau bahkan kerisauan maka Rasulullah Saw melakukan sujud untuk menyatakan syukur kepada Allah Swt.”[6]
  2. Memaafkan dan melupakan (kesalahan) sebagai bentuk kesyukuran atas kemenangan melawan musuh. Tindakan memaafkan seperti ini merupakan salah satu contoh bentuk syukur yang dinyatakan dalam perbuatan sebagaimana Amirul Mukminin Ali As bersabda, “Tatkala engkau mengalahkan musuhmu maka jadikanlah maaf sebagai tanda syukurmu atas kemenangan ini.”[7]
  3. Menginfakkan sebagian harta di jalan Allah Swt merupakan salah satu contoh dari pernyataan syukur dengan perbuatan. Imam Ali As bersabda, “Sebaik-baik syukur atas nikmat-nikmat yang diperoleh adalah menginfakkanya.”[8]
  4. Ibadah dan bermunajat di hadapan Allah Swt juga merupakan salah satu cara untuk menyatakan syukur kepada Allah Swt dengan perbuatan sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Ali As bahwa ibadah dengan motivasi syukur dinyatakan sebagai ibadahnya orang-orang merdeka dan sebaik-baik amalan.”[9]
  5. Mengajarkan ilmu kepada orang lain dan beramal atasnya; syukur atas nikmat ilmu yang dianugerahkan Allah Swt kepada alam semesta. Amirul Mukminin Ali As dalam hal ini bersabda, “Pernyataan syukur seorang alim atas ilmu yang diperoleh adalah mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.”[10]
Pernyataan syukur yang dilakukan oleh para hamba itu berbeda-beda sesuai dengan kedudukan dan stratanya sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Ali As dalam sebuah hadis singkat, “Pernyataan syukur kepada Tuhanmu adalah senantiasa engkau memuji-Nya, syukur kepada atasan kalian adalah engkau senantisa berlaku jujur, syukur kepada sesama adalah menunaikan persaudaraan dengan baik, syukur kepada bawahan adalah tidak mempersulitnya.”[11]
 

[1] Silahkan lihat, Perbedaan antara Hamd, Madh dan Syukr, Pertanyaan 18086.
[2] Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, al-Kāfi, Riset dan edit oleh, Ghaffari, Ali Akbar & Akhundi, Muhammad, jil. 2, hal. 95, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keempat, 1407 H.  
«شُكْرُ النِّعْمَةِ  اجْتِنَابُ الْمَحَارِمِ‏، وَ تَمَامُ الشُّكْرِ قَوْلُ الرَّجُلِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ»
[3] Qarasyi, Sayid Ali Akbar, Qāmus Qur’ān, jil. 4, hal. 63, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keenam, 1371 S.
[4] Gulistane, Sayid ‘Alauddin Muhammad, Minhāj al-Yaqin (Syarh Nāme Imām Shādiq As be Syia’ayān,  Surat Imam Shadiq kepada Kaum Syiah), Riset dan edit oleh Shahfi, Mujtaba, Shadrai Khui, Ali, hal. 54, Dar al-Hadits, Qum, Cetakan Pertama, 1429 H. 
[5] Ibid.
[6] Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq, hal. 432, Dar al-Kitab al-Lubnani, Beirut, Cetakan Pertama, 1982 M.
[7] Hurr Amili, Muhammad bin Hasan, Wasāil al-Syi’ah, jil. 12, hal. 171, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, Cetakan Pertama, 1409 H.
«اِذا قَدَرْتَ عَلى عَدُوِّكَ فَاجْعَلِ الْعَفْوَ عَنْهُ شُكْراً لِلْقُدْرَةِ عَلَيْهِ»
[8] Tamimi Amadi, Abdul-Wahid bin Muhammad, Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, Riset dan edit oleh Rajai, Sayid Mahdi, hal. 195, Dar al-Kitab al-Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1410 H.
«اَحْسَنُ شُكْرِ النِّعَمِ اَلانعامُ بِها»
[9] Ibnu Syu’bah al-Harrani, Hasan bin Ali, Tuhaf al-‘Uqul ‘an Āli al-Rasul (Shallallahu ‘alaihi wa Alihi wa al-Salam), Riset dan edit oleh, Ghaffari, Ali Akbar, hal. 246, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1404 H.
.«اِنَّ قَوْمَاً عَبَدوُهُ شُكْرَاً فَتِلْكَ عِبادَةُ الاحْرارِ ِ وَ هِيَ أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ.»
[10] Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, hal. 407.
«شُكْرُ الْعالِمِ عَلى عِلْمِهِ، عَمَلُهُ بِهِ وَ بَذْلُهُ لِمُسْتَحَقِّهِ»
[11] Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, hal. 406.
«شُكْرُ اِلهِكَ بِطوُلِ الثَّناءِ، شُكْرُ مَنْ قَوْقَكَ بِصِدْقِ الْوَلاءِ، شُكْرُ نَظيرِكَ بِحُسْنِ الاخاءِ، شُكْرُ مَنْ دوُنَكَ بِسَيْبِ الْعَطاءِ»
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Tolong jelaskan kisah tentang obrolan para malaikat dengan Nabi Ibrahim As terkait dengan kelahiran putranya dan juga tentang azab kaum Luth sebagaimana dikisahkan dalam al-Quran?
    10167 پیامبران و کتابهای آسمانی
    Al-Quran sehubungan dengan ayat-ayat yang menjelaskan penyampaian berita para malaikat kepada Nabi Ibrahim dan istrinya Sarah, yang di dalamnya terdapat beberapa persoalan penting dan menarik terkait dengan kepribadian Nabi Ibrahim As sebagaimana berikut: Tatkala para malaikat datang ke hadapan Nabi Ibrahim As, meski mula-mula beliau ...
  • Mengapa bertaklid kepada mujtahid yang telah meninggal dunia tidak dibenarkan?
    4768 Filsafat Hukum
    Para juris yang memandang tidak boleh bertaklid kepada mujtahid yang telah meninggal dunia berargumen dengan dalil-dalil yang harus kita rujuk pada kitab-kitab fikih untuk mengetahui dalil-dalil tersebut. Namun pertanyaan ini dapat diajukan dalam bentuk yang lain bahwa apa manfaat hukum seperti ...
  • Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menikah dengan wanita non-Muslim?
    15490 Kesamaan Agama
    Mayoritas fukaha berkata, “Tidak dibenarkan menikah secara permanen (dâim) dengan wanita-wanita non-Muslim, meski ia berasal dari Ahlulkitab, bahkan apabila mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat. Untuk menikah secara permanen dengan wanita-wanita seperti ini maka mereka terlebih dahulu harus menerima agama ...
  • Apa saja yang membatalkan salat?
    8830 Hukum dan Yurisprudensi
    Terdapat dua belas hal yang membatalkan salat yang disebut sebagai mubthilât al-shalât (hal-hal yang membatalkan salat): 1.             Hilangnya salah satu syarat salat. 2.             Keluarnya sesuatu di antara salat yang membatalkan wudhu dan mandi.
  • Apakah agama masyarakat dapat dirubah?
    12316 Kalam Jadid
    Dalam menjawab pertanyaan di atas, pertama-tama kiranya perlu dijelaskan di sini tentang apa yang dimaksud dari perubahan dalam pertanyaan tersebut. Terkadang boleh jadi yang dimaksud dengan redaksi “agama masyarakat dapat dirubah”, adalah perubahan pada “akar agama Ilahi dan benar – yang diterima ...
  • Makna shalat dan shalawat secara leksikal dan teknikal syar’i?
    13600 بیشتر بدانیم
    Kata salat (Arab: shalat) sepert puasa (shaum), zakat dan haji adalah sebuah lafaz yang mengalami perubahan dari makna leksikalnya menjadi makna baru dalam syariat. Asli kata shalat secara leksikal derivatnya dari akar kata shalu yang bermakna doa dan istighfar.[1] Kata shalawat adalah bentuk jamak ...
  • Apa yang dimaksud dengan wahdatul wujud?
    16362 Filsafat Islam
    Maksud para arif dan filosof terkait dengan wahdatul wujud bukanlah bahwa keseluruhan alam semesta adalah Tuhan; karena sekumpulan itu tidak memiliki wujud dan kesatuan riil. Demikian juga, tidak bermakna bersatunya (ittihâd) antara Tuhan dan makhluk-Nya, karena ittihâd (dalam artian ...
  • Apakah karena mengganggu dan menyakiti Hadhrat Fatimah As telah menjadi sebab adanya wasiat supaya beliau dikuburkan secara diam-diam dan tanpa kabar kepada masyarakat?
    6232 Para Maksum
    Sesuai dengan yang disebutkan dalam literatur-literatur penting Syiah dan Ahlusunnah bahwa sebagian sahabat, dalam banyak hal, telah mengusik dan menyakiti Hadhrat Fatimah Zahra sehingga telah menyebabkan kekecewaan dan ketidakrelaan beliau. Demikian juga dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Hadrat Fatimah Zahra meminta kepada suaminya, Imam Ali As agar ritual pemandian, ...
  • Apakah yang dimaksud dengan taghut dalam al-Quran?
    15852 Tafsir
    Thaghut berasal dari asal kata “thagha” dan “thaghu” artinya melewati dan naik dari batasan yang dikenal, diterima dan sikap seimbang. Raghib berkata melewati batas dalam kemaksiatan.[1] Sebagian ahli bahasa berkata bahwa thaghut adalah sighah mubalaghah (hiperbola) seperti kata “malakut” dan “jabarut” yang berbentuk kata ...
  • Apa signifikansi, pengaruh shalat malam, hukum nawafil yang telah lewat waktunya dan qadhanya?
    7337 Hukum dan Yurisprudensi
    Di antara shalat-shalat mustahab (yang dianjurkan) yang ditekankan dalam al-Qur’an dan riwayat adalah shalat-shalat nawafil malam khususnya nafilah malam. Imam Shadiq As terkait dengan pengaruh shalat malam bersabda, “Shalat malam akan mengindahkan wajah, mengelokkan perilaku, menyucikan rezeki, membayarkan utang, menyingkirkan kesedihan, mencerahkan pandangan. Hendaklah kalian menunaikan ...

Populer Hits