Advanced Search
Hits
117903
Tanggal Dimuat: 2013/07/15
Ringkasan Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Jawaban Global
Allah Swt dalam al-Quran berfirman,
﴿ما یَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَیْهِ رَقیبٌ عَتیدٌ﴾
 Tiada suatu ucapan pun (baik atau buruk) yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Raqib dan Atid (malaikat pengawas yang selalu hadir). (Qs. Qaf [50]:18)
Dalam sebagian riwayat, di antaranya riwayat yang dikutip dari Imam Shadiq As, “Bagi setiap orang terdapat dua malaikat yang menulis apa pun yang diucapkan oleh manusia dan kemudian menyerahkan catatan itu kepada dua maliakat yang lebih tinggi darinya dimana dua malaikat itu memisahkan ucapan-ucapan baik dan buruk dan masing-masing menulis secara terpisah kedua ucapan itu.”[1]
Dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang juga menyatakan bahwa nama atau sifat dua malaikat ini adalah Raqib dan Atid sebagaimana sebuah riwayat yang menjelaskan kisah obrolan orang mati dengan Salman Persia; dalam riwayat itu disebutkan, “Tatkala seseorang meninggal terdapat dua malaikat yang menyampaikan salam dan memiliki rupa yang sangat menawan satunya duduk di sebelah kanan dan satunya lagi duduk di sebelah kirinya. Kedua malaikat itu berkata, “Kami membawa catatan amalan kalian, Ambillah!” Manusia bertanya, “Catatan apakah gerangan?”  “Kami adalah dua malaikat yang bersamamu di dunia dan mencatat seluruh perbuatan baik dan burukmu. Catatan ini adalah catatan perbuatanmu. Segala catatan baik berada di tangan Raqib dan catatan buruk di tangan Atid.  Manusia dengan melihat catatan-catatan baiknya akan bergembira dan tatkala melihat catatan-catatan buruknya akan bersedih dan menangis..”[2]
Dengan mendudukkan secara berdampingan apa yang telah dijelaskan dan riwayat-riwayat yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki dua petugas pencatat amalan-amalan manusia yang bernama Raqib dan Atid yang senantiasa menyertai manusia hingga ia akhir hayatnya. Karena itu, seukuran jumlah setiap manusia terdapat dua malaikat yang menyertainya, Raqib dan Atid.
Namun asas dan falsafah penyertaan dua malaikat ini atas manusia sesuai dengan sabda Imam Shadiq As bahwa penyertaaan dua malaikat ini atas manusia menjadi sebab supaya para hamba dalam menaati Allah Swt dan menjauhi maksiat lebih berhati-hati dalam amalan-amalan dan tindakan-tindakannya. Boleh jadi manusia berpikir ingin melakukan maksiat dan dosa, namun dengan mengingat kedudukan dua malaikat tersebut maka ia tidak lagi ingin melakukan dosa dan berkata, “Tuhanku melihatku dan para penjagaku akan memberikan kesaksian atasku.”
Demikian juga Allah Swt dengan kemurahan dan kemuliaan-Nya (di samping Raqib dan Atid) meletakkan dua malaikat lainnya sebagai wakil manusia sehingga membela manusia dalam menghadapi jerat-jerat setan dan godaan-godaan pelbagai makhluk yang tidak dapat melakukan sesuatu apa pun tanpa izin Allah Swt hingga ajal menjemputnya.[3] [iQuest]
 

[1]. Husain bin Said Kufi Ahwazi, al-Zuhd, Riset dan editor oleh Ghulam Ridha Irfaniyan Yazdi, hal. 53, al-Mathba’at al-‘Ilmiyah, Qum, Cetakan Kedua, 1402 H.
«مَا مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَ مَعَهُ مَلَکَانِ‏ یَکْتُبَانِ مَا یَلْفِظُهُ ثُمَّ یَرْفَعَانِ ذَلِکَ إِلَى مَلَکَیْنِ فَوْقَهُمَا فَیُثْبِتَانِ مَا کَانَ مِنْ خَیْرٍ وَ شَرٍّ وَ یُلْقِیَانِ مَا سِوَى ذَلِک».  
[2]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, Diriset dan diedit sekelompok periset, jil. 22 hal. 374-376, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1403 H.  
[3]. Manusia memiliki malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya dari perintah (keputusan) Allah (yang belum pasti). Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum (akibat perbuatan mereka sendiri), maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Qs. Al-Ra’ad [13]:11) Bihar al-Anwar, jil. 5, hal. 323.  
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah frase hayya ‘ala khair al-‘amal merupakan bagian dari adzan?
    6301 وضو، اذان و نماز 2012/05/19
    Kaum Muslimin berbedap pendapat terkait dengan ada dan tiadanya frase hayya ‘ala khair al-‘amal (marilah menuju amalan terbaik) dalam adzan. Sebagian memasukkan frase ini setelah frase “hayya ‘ala al-falâh” ((marilah menuju kemenangan))dan sebagian lainnya tidak menyertakannya dalam adzan mereka. Kedua pendapat ini masing-masing bersandar pada perbuatan Rasulullah ...
  • Memangnya Tuhan itu jisim (benda) sehingga sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Dia datang mengunjungi orang-orang yang berhaji?
    5392 Sifat Dzatiyah 2014/01/18
    Terdapat beberapa penjelasan pada sebagian riwayat tentang pahala pelaksanaan haji[1] seperti riwayat yang diriwayatkan dari Imam Ridha As yang bersabda, “Barang siapa yang telah menunaikan haji sebanyak 50 kali maka ia adalah seperti orang yang menunaikan haji sebanyak 50 kali bersama Rasulullah Saw dan ...
  • Apakah shalawat akan melambungkan derajat dan kedudukan Rasulullah Saw?
    8667 صلوات بر محمد و آل محمد 2012/07/16
    Shalawat kita kepada Rasulullah Saw memiliki sisi beragam yang akan kita singgung sebagian darinya berikut ini: Shalawat merupakan perintah Allah Swt dalam al-Quran yang menyatakan, “InnaLlaha wa malaikatahu yushalluna ‘ala al-nabi. Yaayyuhalladzina amanu shallu ‘alaihi wa shallu ‘alaihi wa sallimu taslima.” Artinya, “Sesungguhnya Allah dan ...
  • Apakah kitab Shahih Bukhâri merupakan kitab standar? Mengapa hadis Tsaqalain tidak disebutkan pada kitab tersebut?
    6455 سرنوشت حدیث 2013/08/27
    Dalam pandangan Ahlusunnah, Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang paling standar dan dari sudut pandang Syiah juga menyatakan kebanyakan riwayat-riwayatnya memiliki kemiripan secara lafzi atau maknawi dengan hadis-hadis Syiah sehingga dengan demikian dapat dijadikan sandaran. Akan tetapi hal ini tidak bermakna bahwa apabila sebuah riwayat tidak terdapat ...
  • Apakah di surga ada kemungkinan untuk tidur?
    23317 خواب 2012/07/17
    Tidur, merupakan jawaban alami badan terhadap keletihan-keletihan yang ditanggungnya, dan kita mengetahui bahwa manusia-manusia baik yang telah masuk surga, menurut penjelasan al-Quran, di sana tidak akan pernah merasakan keletihan, dan karena itulah dalam riwayat-riwayat dijelaskan bahwa para penghuni surga tidak akan berhadapan dengan bahaya-bahaya yang berkaitan dengan ...
  • Bagaimana pandangan kaum Khawarij terhadap Muawiyah? Apakah mereka juga mengadakan perlawanan terhadap pemerintahan yang lain?
    14222 Perang-perang Imam Ali As 2016/07/04
    Kaum Khawarij tidak pernah menganggap bahwa Muawiyah berada dalam pihak yang benar. Mereka, meskipun berlawanan dengan Imam Ali dan bahkan berkeyakinan atas kekafiran kepada Imam Ali, namun mereka tidak pernah menerima Muawiyah dan berkeyakinan akan kemelencengan Muawiyah dan batilnya ia, yang merupakan titik kesamaan antara kaum Khawarij ...
  • Apa yang dimaksud dengan masjid dhirâr? Dan bagaimana kisah pembangunannya?
    9898 Sejarah Tempat-tempat Suci 2012/02/08
    Dhirâr kata dasarnya berasal dari mu-fâ-‘a-la-h yang bermakna sesuatu yang merugikan[1] dengan sengaja.[2] Dalam al-Qur’an disinggung tentang peristiwa masjid dhirâr pada surah al-Taubah. Masjid dhirâr disebut dengan nama ini ...
  • Bagaimana kita dapat menjelaskan masalah tauhid di kalangan anak muda?
    7574 Teologi Lama 2012/04/03
    Dalam silsilah pembahasan akidah, pembahasan tauhid merupakan pembahasan kunci dan asasi yang mencakup banyak masalah di dalamnya. Bagi Anda yang ingin melakukan aktivitas dakwah dan tabligh dalam masalah ini, Anda harus memperhatikan dan mengamalkan dua masalah penting; Pertama Anda harus memilih pembahasan-pembahasan yang sesuai dan logis. Kedua, ...
  • Apakah malaikat maut akan mengambil nyawa setiap makhluk hidup?
    8076 Kematian itu Benar 2014/10/26
    Dari bentuk mutlak riwayat dapat disimpulkan bahwa malaikat maut (Izrail) adalah media Allah Swt dalam mencabut jiwa dan mengambil nyawa seluruh makhluk hidup. Namun yang penting kita ketahui adalah bahwa sejatinya yang mengambil jiwa seluruh makhluk hidup adalah Allah Swt. Sunnatullah yang mengharuskan perbuatan mencabut nyawa harus ...
  • Mohon riwayat yang terkait dengan nash Rasulullah Saw atas imamah Imam Ali dan juga nash setiap Imam setelahnya?
    3522 Penentuan Imam 2015/04/14
    Sebagaimana Rasulullah Saw menerima mandat dan tugas dari Allah Swt untuk memperkenalkan pengganti dan khalifahnya, maka pada imam setelahnya juga harus memperkenalkan imam yang merupakan hujjah Allah Swt di muka bumi kepada masyarakat sehingga mereka yang ingin mengikuti perintah-perintah Ilahi dan mencari kebenaran tidak kebingungan dan jahil ...

Populer Hits