Advanced Search
Hits
7901
Tanggal Dimuat: 2011/08/16
Ringkasan Pertanyaan
Apakah mengirimkan shalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya As ketika kita rukuk dan sujud memiliki keutamaan?
Pertanyaan
Apakah mengirimkan shalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya As ketika kita rukuk dan sujud memiliki keutamaan?
Jawaban Global

Shalawat kepada Rasulullah Saw merupakan dzikir yang sangat mengandung berkah dan penuh keagungan. Ketika orang melantunkan shalawat pada setiap kondisi maka hal itu memiliki ganjaran dan hukumnya mustahab ketika dibacakan saat salat, namun wajib ketika berada dalam posisi tasyahhud. Allah Swt berfirman kepada orang-orang beriman, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(Qs. Al-Ahzab [33]:56)

Oleh itu, keutamaan shalawat juga mencakup shalawat ketika rukuk dan sujud. Namun dalam lisan riwayat, hal ini juga telah disinggung Imam Baqir As yang bersabda, “Barang siapa yang mengirimkan shalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya As dalam rukuk, sujud dan berdirinya (qiyâm) ketika shalat maka ganjaran yang akan dituliskan baginya adalah seperti ganjaran rukuk, sujud dan qiyâm dalam catatan amalannya.

Karena itu dapat dikatakan bahwa keutamaan yang dijelaskan tentang shalawat, karena bersifat mutlak, juga mencakup shalawat ketika rukuk dan sujud. Di samping itu, terdapat sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa shalawat adalah bagian dari salat dan penyebab kesempurnaan salat.

Jawaban Detil

 Terkait dengan pentingnya shalawat kepada Rasulullah Saw cukup bagi kita firman Allah Swt yang menyatakan, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(Qs. Al-Ahzab [33]:56) Dari ayat ini dapat dipahami dengan baik akan penting dan agungnya bershalawat.

Demikian juga, dijelaskan dalam banyak riwayat tentang keutamaan dzikir shalawat dan bagaimana bershalawat kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw bersabda, “Shalawat kalian kepadaku menyebabkan terpenuhinya hajat-hajat kalian dan membuat Allah Swt ridha kepada kalian serta memurnikan amalan-amalan kalian.”[i]

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw bersabda, “Pada malam mikraj, Aku melihat seorang malaikat yang berkata bahwa Aku mampu menghitung tetesan hujan namun tidak mampu menghitung ganjaran shalawat.”[ii]

Imam Hasan As bersabda, “Hati akan suatu waktu akan berkarat dan akan sirna serta berkilauan dengan shalawat.”Dalam sebuah riwayat dari Imam Askari dijelaskan bahwa shalawat tergolong sebagai amalan mukmin yang paling mulia.”

Di samping hadis-hadis yang diriwayatkan melalui jalur Ahlulbait dalam masalah ini dalam literatur-literatur Ahlusunnah juga terdapat banyak riwayat yang menandaskan kewajiban bershalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbait As. Di antara riwayat tersebut adalah riwayat terkenal, Aisyah berkata, “Tidak akan diterima salat tanpa thahârah (bersuci) dan tanpa shalawat kepadaku.”[iii]

Sehubungan dengan shalawat dalam salat harus dikatakan bahwa dalam banyak riwayat shalawat dipandang sebagai bagian dari salat dan menyebabkan kesempurnaan salat. Imam Shadiq As bersabda, “Shalawat akan menyebabkan kesempurnaan salat.”[iv]

Di tempat lain, Imam Baqir As bersabda ihwal shalawat ketika rukuk dan sujud, “Barang siapa yang bershalawat kepada Muhammad Saw dan Keluarganya dalam rukuk, sujud dan berdirinya (qiyâm) maka Allah Swt akan menulis ganjarannya seperti ganjaran rukuk, sujud dan qiyâm (dalam catatan amalnya).[v] Demikian juga, shalawat dalam salat akan menyebabkan beratnya timbangan amal-amal kebaikan.”[vi] Dan dalam riwayat yang lain, Imam Shadiq As bersabda, “Apabila seseorang tidak menyampaikan shalawat kepada keluarga Muhammad dalam salatnya maka salat ini tidak akan mengantarkannya menuju surga.”[vii]

Akan tetapi yang dimaksud dengan shalawat adalah shalawat sempurna yang tata-caranya juga telah disebutkan dalam beberapa riwayat, “Shalawat sempurna adalah shalawat yang disertai dengan sebutan “Ali Muhammad,” Allahummah Shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad.” (Tuhan kami sampaikan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad).[viii]

Terkait dengan shalawat, para juris dan fakih Syiah berkata, “Shalawat kepada Muhammad Saw dan Keluarganya dalam tasyyahhud pertama dan kedua adalah wajib. Pada selain tasyahhud hukumnya mustahab.”[ix]

Dari kalangan juris Ahlusunnah, Syafii memandang wajib menyebutkan shalawat pada tasyahhud kedua. Karena itu, dalam shalat, khususnya ketika rukuk, sujud dan selain shalawat dalam berbagai kondisi termasuk dari amalan-amalan mustahab yang sangat dianjurkan (muakkad).”[x]

Dengan demikian, pengaruh dan berkah yang tak terbilang shalawat juga mencakup shalawat seseorang ketika berada dalam keadaan rukuk dan sujud. [IQuest]



[i]. Ali Kumsei Qazwini, Shalawât Kelid-e Hal Musykilât, hal. 25, Cetakan 92, Nasyr-e Jamal, sesuai nukilan dari Jamâl al-Usbû’, hal. 241.  

[ii]. Nuri, Mustadrak al-Wasâil, jil. 5, hal. 355, sesuai nukilan dari Shalawât Kelid-e Hal Musykilât, hal. 24.  

[iii]. Syaikh Hurr Amili, Wasâil al-Syiah, jil. 4, hal. 1216.  

[iv]. Muhammad Taqi Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 91, hal. 62.  

[v]. Shaduq, Man Lâ Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 183.  

[vi]. Kulaini, Ushûl Kâfi, jil. 3, hal. 324.

(قَالَ الْبَاقِرُ(ع):مَنْ قَالَ فِی رُکوعِهِ وَ سُجُودِهِ وَ قِیامِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ کتَبَ اللَّهُ لَهُ بِمِثْلِ الرُّکوعِ وَ السُّجُودِ وَ القیام).

[vii]. Ushûl Kâfi, jil. 2, hal. 494, Cetakan Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tahun 1365 S, Teheran, Bâb Shalawât bar Rasulullâh Saw.

 

[viii]. Ushûl Kâfi, jil. 2, hal. 495.

[ix]. Wasâil al-Syiah, jil. 7, hal. 203.

 

[x]. Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 17, hal. 421. Risâlah ‘Amaliyah Ayatullah Makarim Syirazi, Masalah 100, Pembahasan Dzikir-dzikir Salat.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Syiah dipandang sebagai ajaran sesat?
    18776 Teologi Lama 2009/09/03
    Untuk menjelaskan masalah ini kiranya beberapa poin di bawah ini perlu mendapat perhatian:1.     Apabila yang Anda maksud dengan "Syiah" adalah kesalahan yang dilakukan oleh sebagian para pemeluk Syiah, penyandaran pelbagai kesalahan ini terhadap mazhab Syiah ...
  • Apakah manusia dapat mengenal Tuhan? Hingga batasan mana dan bagaimana nilai pengenalan ini?
    11158 Teologi Lama 2009/04/07
    Manusia dapat mengenal Tuhan melalui beragam jalan. Pengenalan ini dapat dicapai dengan jalan akal atau jalan hati. Terkadang sebagaimana yang dilakukan para filosof melalui jalan ilmu hushuli dan berargumentasi dengan menggunakan media indra empirik dan akal untuk mencapai tujuannya. Terkadang sebagaimana para urafa, melalui jalan ilmu hudhuri meretas ...
  • Apakah ayat 144 surah Ali Imran menunjukkan akan kesyahidan Rasulullah Saw?
    20529 Tafsir 2012/02/15
    Dengan memperhatikan sya’n al-nuzul (sebab-sebab atau kondisi-kondisi pewahyuan) ayat yang dimaksud dalam pertanyaan peristiwa ini terjadi pada perang Uhud yang tersiar berita di kalangan kaum Muslimin bahwa Rasulullah Saw telah terbunuh. Sekelompok kaum Muslimin keluar dari medan perang, sedemikian sehingga sebagian ...
  • Bagaimana pandangan Imam Ali As tentang akal kaum lelaki dan kaum perempuan?
    9325 Dirayah al-Hadits 2011/04/19
    Imam Ali As tidak berkata demikian bahwa kaum lelaki lebih tinggi dan lebih unggul dari kaum perempuan baik dari sisi akal juga dari sisi perasaan. Apa yang disebutkan oleh Imam Ali As tentang kurangnya akal perempuan. Apabila penyandaran tuturan Baginda Ali As ini ada benarnya, ...
  • Kenapa Syiah menerima sebagian hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari yang nota bene tidak sesuai dengan keyakinan mereka dan menolak sebagian lainnya?
    8294 سرنوشت حدیث 2013/03/17
    Salah satu kumpulan hadis kaum Muslimin adalah al-Jâmi' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min Umur Rasulillâh Shallallahu 'alaihi Wasallam wa Sunanihi wa Ayyamihi yang lebih dikenal sebagai "Shahih Bukhâri" yang berasal dari mazhab Ahlusunnah. Meski ada pembelaan Bukhari terkait dengan keabsahan riwayat-riwayat dalam kitabnya dan juga penegasan banyak ulama ...
  • Apakah Imam Ali As dapat menghidupkan orang mati?
    6797 Tafsir 2010/04/20
    Ketika seseorang dapat melakukan hal seperti ini secara mandiri tanpa membutuhkan bantuan dari Tuhan, maka hal ini bertentangan dengan tauhid perbuatan (tauhid dalam penciptaan) Tuhan, karena mati dan hidup hanya berada di tangan-Nya.Akan tetapi, jika seseorang melakukannya dengan izin Tuhan, maka hal yang ...
  • Tolong jelaskan tentang penafsiran ayat 38 surah al-Fatir khususnya sehubungan dengan “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati?”
    1880 Tafsir 2017/06/10
    Pengetahuan Ilahi terkait dengan tujuh petala langit (langit-langit) dan bumi dan apa yang ada dalam hati (dzat al-shudur) adalah suatu hal yang disebutkan berulang kali dalam al-Quran. Sebagai contoh ayat 38 surah Fathir dimana Allah Swt berfirman: «إِنَّ اللَّهَ عالِمُ غَیْبِ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ إِنَّهُ عَلیمٌ بِذاتِ ...
  • Berdasarkan riwayat-riwayat yang ada, apakah puasa hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan-keutamaan tertentu?
    6214 Puasa-puasa Mustahab, Makruh dan Haram 2015/07/23
    Dikatakan bahwa hukum kemustahaban puasa secara umum tidak terkhusus pada tujuh hari, namun terkait dengan puasa mustahab pada hari Senin dan Kamis dalam madzhab Ahlus Sunah memiliki kedudukan kemustahaban yang lebih. Ulama Syiah berpendapat bermacam-macam tentang hukum puasa pada hari Senin dan Kamis: mustahab, mubah dan makruh. ...
  • Apa yang dimaksud dengan “melampaui batas terhadap diri mereka sendiri” dalam al-Quran?
    6460 گناه و رذائل اخلاقی 2015/05/17
    Pertanyaan di atas pada dasarnya tengah menyinggung sebuah ayat dalam al-Quran yang menyebutkan: «قُلْ یا عِبادِیَ الَّذینَ اَسْرَفُوا عَلى‏ اَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَهِ اللهِ اِنَّ اللهَ یَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمیعاً اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحیمُ» “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa ...
  • Bagaimana pendapat Ayatullah Hadawi terkait dengan masalah khumus pada masa inflasi?
    4077 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/20
    Jawaban Hadhrat Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani (Semoga Allah Melanggengkan Keberkahannya) dalam masalah ini adalah sebagai berikut:Apabila dengan uang yang telah ia serahkan khumusnya, ia membeli sesuatu dan setelah beberapa lama kemudian nilai harga barang belian tersebut bertambah mahal, apabila barang tersebut tidak termasuk dari bagian kebutuhan hidupnya (maunah) dan ...

Populer Hits

Jejaring