Advanced Search
Hits
8242
Tanggal Dimuat: 2011/08/16
Ringkasan Pertanyaan
Apakah mengirimkan shalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya As ketika kita rukuk dan sujud memiliki keutamaan?
Pertanyaan
Apakah mengirimkan shalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya As ketika kita rukuk dan sujud memiliki keutamaan?
Jawaban Global

Shalawat kepada Rasulullah Saw merupakan dzikir yang sangat mengandung berkah dan penuh keagungan. Ketika orang melantunkan shalawat pada setiap kondisi maka hal itu memiliki ganjaran dan hukumnya mustahab ketika dibacakan saat salat, namun wajib ketika berada dalam posisi tasyahhud. Allah Swt berfirman kepada orang-orang beriman, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(Qs. Al-Ahzab [33]:56)

Oleh itu, keutamaan shalawat juga mencakup shalawat ketika rukuk dan sujud. Namun dalam lisan riwayat, hal ini juga telah disinggung Imam Baqir As yang bersabda, “Barang siapa yang mengirimkan shalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya As dalam rukuk, sujud dan berdirinya (qiyâm) ketika shalat maka ganjaran yang akan dituliskan baginya adalah seperti ganjaran rukuk, sujud dan qiyâm dalam catatan amalannya.

Karena itu dapat dikatakan bahwa keutamaan yang dijelaskan tentang shalawat, karena bersifat mutlak, juga mencakup shalawat ketika rukuk dan sujud. Di samping itu, terdapat sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa shalawat adalah bagian dari salat dan penyebab kesempurnaan salat.

Jawaban Detil

 Terkait dengan pentingnya shalawat kepada Rasulullah Saw cukup bagi kita firman Allah Swt yang menyatakan, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(Qs. Al-Ahzab [33]:56) Dari ayat ini dapat dipahami dengan baik akan penting dan agungnya bershalawat.

Demikian juga, dijelaskan dalam banyak riwayat tentang keutamaan dzikir shalawat dan bagaimana bershalawat kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw bersabda, “Shalawat kalian kepadaku menyebabkan terpenuhinya hajat-hajat kalian dan membuat Allah Swt ridha kepada kalian serta memurnikan amalan-amalan kalian.”[i]

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw bersabda, “Pada malam mikraj, Aku melihat seorang malaikat yang berkata bahwa Aku mampu menghitung tetesan hujan namun tidak mampu menghitung ganjaran shalawat.”[ii]

Imam Hasan As bersabda, “Hati akan suatu waktu akan berkarat dan akan sirna serta berkilauan dengan shalawat.”Dalam sebuah riwayat dari Imam Askari dijelaskan bahwa shalawat tergolong sebagai amalan mukmin yang paling mulia.”

Di samping hadis-hadis yang diriwayatkan melalui jalur Ahlulbait dalam masalah ini dalam literatur-literatur Ahlusunnah juga terdapat banyak riwayat yang menandaskan kewajiban bershalawat kepada Rasulullah Saw dan Ahlulbait As. Di antara riwayat tersebut adalah riwayat terkenal, Aisyah berkata, “Tidak akan diterima salat tanpa thahârah (bersuci) dan tanpa shalawat kepadaku.”[iii]

Sehubungan dengan shalawat dalam salat harus dikatakan bahwa dalam banyak riwayat shalawat dipandang sebagai bagian dari salat dan menyebabkan kesempurnaan salat. Imam Shadiq As bersabda, “Shalawat akan menyebabkan kesempurnaan salat.”[iv]

Di tempat lain, Imam Baqir As bersabda ihwal shalawat ketika rukuk dan sujud, “Barang siapa yang bershalawat kepada Muhammad Saw dan Keluarganya dalam rukuk, sujud dan berdirinya (qiyâm) maka Allah Swt akan menulis ganjarannya seperti ganjaran rukuk, sujud dan qiyâm (dalam catatan amalnya).[v] Demikian juga, shalawat dalam salat akan menyebabkan beratnya timbangan amal-amal kebaikan.”[vi] Dan dalam riwayat yang lain, Imam Shadiq As bersabda, “Apabila seseorang tidak menyampaikan shalawat kepada keluarga Muhammad dalam salatnya maka salat ini tidak akan mengantarkannya menuju surga.”[vii]

Akan tetapi yang dimaksud dengan shalawat adalah shalawat sempurna yang tata-caranya juga telah disebutkan dalam beberapa riwayat, “Shalawat sempurna adalah shalawat yang disertai dengan sebutan “Ali Muhammad,” Allahummah Shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad.” (Tuhan kami sampaikan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad).[viii]

Terkait dengan shalawat, para juris dan fakih Syiah berkata, “Shalawat kepada Muhammad Saw dan Keluarganya dalam tasyyahhud pertama dan kedua adalah wajib. Pada selain tasyahhud hukumnya mustahab.”[ix]

Dari kalangan juris Ahlusunnah, Syafii memandang wajib menyebutkan shalawat pada tasyahhud kedua. Karena itu, dalam shalat, khususnya ketika rukuk, sujud dan selain shalawat dalam berbagai kondisi termasuk dari amalan-amalan mustahab yang sangat dianjurkan (muakkad).”[x]

Dengan demikian, pengaruh dan berkah yang tak terbilang shalawat juga mencakup shalawat seseorang ketika berada dalam keadaan rukuk dan sujud. [IQuest]



[i]. Ali Kumsei Qazwini, Shalawât Kelid-e Hal Musykilât, hal. 25, Cetakan 92, Nasyr-e Jamal, sesuai nukilan dari Jamâl al-Usbû’, hal. 241.  

[ii]. Nuri, Mustadrak al-Wasâil, jil. 5, hal. 355, sesuai nukilan dari Shalawât Kelid-e Hal Musykilât, hal. 24.  

[iii]. Syaikh Hurr Amili, Wasâil al-Syiah, jil. 4, hal. 1216.  

[iv]. Muhammad Taqi Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 91, hal. 62.  

[v]. Shaduq, Man Lâ Yahdhuruhu al-Faqih, jil. 2, hal. 183.  

[vi]. Kulaini, Ushûl Kâfi, jil. 3, hal. 324.

(قَالَ الْبَاقِرُ(ع):مَنْ قَالَ فِی رُکوعِهِ وَ سُجُودِهِ وَ قِیامِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ کتَبَ اللَّهُ لَهُ بِمِثْلِ الرُّکوعِ وَ السُّجُودِ وَ القیام).

[vii]. Ushûl Kâfi, jil. 2, hal. 494, Cetakan Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tahun 1365 S, Teheran, Bâb Shalawât bar Rasulullâh Saw.

 

[viii]. Ushûl Kâfi, jil. 2, hal. 495.

[ix]. Wasâil al-Syiah, jil. 7, hal. 203.

 

[x]. Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 17, hal. 421. Risâlah ‘Amaliyah Ayatullah Makarim Syirazi, Masalah 100, Pembahasan Dzikir-dzikir Salat.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah tanah yang basah akan menjadi najis apabila seekor anjing berjalan di atasnya?
    9808 Hukum dan Yurisprudensi 2011/05/17
    Apabila air hujan atau air lainnya, bertumpuk pada sebuah lubang dan ukurannya kurang dari satu kurr, kemudian sebuah najis mengenai tempat itu, maka ia akan menjadi najis.[1] Karena itu, mengingat anjing adalah najis, apabila setelah usai turunnya hujan, dan permukaan basah tanah (lorong, jalan dan trotoar) berhubungan dengan ...
  • Apa hukumnya menyembelih atau memburu hewan pada malam hari?
    9191 بیشتر بدانیم 2014/09/28
    Berdasarkan kitab-kitab fikih istidlali (penalaran) dan fatwa, dengan bersandar pada dua riwayat terlampir, menyembelih atau memburu hewan-hewan berkaki empat atau unggas dipandang sebagai perbuatan makruh;[1] artinya ada baiknya hewan-hewan berkaki empat atau unggas itu tidak disembelih pada malam hari kecuali dalam kondisi darurat dan ...
  • Berdasarkan riwayat-riwayat yang ada, apakah puasa hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan-keutamaan tertentu?
    6756 Puasa-puasa Mustahab, Makruh dan Haram 2015/07/23
    Dikatakan bahwa hukum kemustahaban puasa secara umum tidak terkhusus pada tujuh hari, namun terkait dengan puasa mustahab pada hari Senin dan Kamis dalam madzhab Ahlus Sunah memiliki kedudukan kemustahaban yang lebih. Ulama Syiah berpendapat bermacam-macam tentang hukum puasa pada hari Senin dan Kamis: mustahab, mubah dan makruh. ...
  • Benarkah bahwa salat ghufailah mengandung sebuah keutamaan sehingga siapa pun yang melaksanakannya maka ia mendapat ampunan termasuk Yazin bin Muawiyah?
    5259 Dirayah al-Hadits 2012/05/15
    Hadis semacam ini tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis primer manapun dan bahkan kami tidak menemukan konteks riwayat seperti ini dalam kitab-kitab hadis. Di samping itu terdapat beberapa hal yang dapat dikritiki atas hadis ini: Tidak adanya kesesuaian antara kejahatan dan bentuk serta cara taubat darinya.
  • Kenapa Syiah menerima sebagian hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari yang nota bene tidak sesuai dengan keyakinan mereka dan menolak sebagian lainnya?
    8656 سرنوشت حدیث 2013/03/17
    Salah satu kumpulan hadis kaum Muslimin adalah al-Jâmi' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min Umur Rasulillâh Shallallahu 'alaihi Wasallam wa Sunanihi wa Ayyamihi yang lebih dikenal sebagai "Shahih Bukhâri" yang berasal dari mazhab Ahlusunnah. Meski ada pembelaan Bukhari terkait dengan keabsahan riwayat-riwayat dalam kitabnya dan juga penegasan banyak ulama ...
  • Perbedaan subyek epistemologi dan filsafat ilmu?
    14102 Filsafat Islam 2009/05/10
    A.      Subyek epistemologi adalah ilmu itu sendiri, pengetahuan (episte), media-media, cara-cara mengenal dan mengetahui. Namun subyek dalam filsafat ilmu adalah kuiditas ilmu karena ia memiliki identitas yang lebih menyeluruh.B.      Hubungan epistemologi ...
  • Bagaimana kepribadian Amru Ash semasa hidupnya?
    16299 Sejarah Para Pembesar 2010/08/10
    Amru bin Ash alias “Amru bin Ash bin Wail Sahmi” adalah salah seorang oportunis dan licin. Ia terlahir dari seorang perempuan bernama Nabigha. Ayah Amru bin Ash adalah “Ash bin Wail.” Ash bin Wail Sahmi adalah salah seorang musyrik yang pernah mengejek Rasulullah Saw sebagai ...
  • Bagaimana pandangan Syiah tentang Imam Mahdi Ajf?
    11435 Teologi Lama 2009/07/11
    Karena pertanyaan di atas sangat universal dan meluas, hal ini telah mengantarkan kami untuk menyinggung sedikit tentang biografi, berita-berita gaib dan tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi Ajf.Nama beliau adalah "mim-ha-mim-dal" dan memiliki berbagai julukan, yang di antaranya adalah Qaim, Shahibul 'Ashr, Shahibuz Zaman, dsb. ...
  • Apakah pasca Rasulullah Saw, Ahlulbait seperti anak-anak Ja’far dan anak-anak ‘Ali dan sebagainya juga telah murtad?
    7422 Sejarah Para Pembesar 2010/04/15
    Kemurtadan (irtidâd) para sahabat banyak dan dikemukakan secara mutawatir dalam pelbagai riwayat sahih dan standar Ahlusunnah. Sementara pada literatur dan sumber Syiah yang menjelaskan kemurtadan sahabat tidak lebih dari tiga riwayat. Itu pun, dalam terma ilmu hadis, termasuk khabar wahid (tunggal). Dan riwayat-riwayat lainnya memiliki masalah dari ...
  • Bagaimana penafsiran surat al-Kahfi (18) ayat 18-26?
    27124 Tafsir 2013/12/25
    Ayat-ayat 18 hingga 26 surah al-Kahfi membahas tentang sebagian kisah Ashabul Kahfi. Kisah Ashabul Kahfi bercerita tentang pria-pria ahli tauhid dan pencari Tuhan yang terpaksa harus melarikan diri dari cengkeraman penguasa musyrik dan zalim di masanya demi untuk menjaga iman mereka. Mereka memilih untuk berlindung dalam sebuah ...

Populer Hits

Jejaring