Hits
859
Tanggal Dimuat: 2014/10/06
Ringkasan Pertanyaan
Apakah membaca al-Quran untuk orang-orang yang telah meninggal itu dapat dibenarkan?
Pertanyaan
Apakah membaca al-Quran untuk orang-orang yang telah meninggal itu dapat dibenarkan?
Jawaban Global
Terkait dengan menetapkan terkabulkannya bacaan al-Quran yang ditujukan untuk orang-orang mati terdapat minimal dua dalil yang dapat dijelaskan: Dalil pertama adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan secara umum untuk mengingat orang-orang terdahulu dan orang-orang yang telah meninggal serta mengenang kebaikan-kebaikannya dan mereka memperoleh keberkahan dari pekerjaan-pekerjaan yang kalian lakukan; jelas bahwa pembacaan al-Quran merupakan salah satu perbuatan baik dan terpuji.
Diriwayatkan dari Rasulullah Saw, “Jangan lupakan orang-orang yang telah istirahat tenang di alam kubur di antara kalian. Orang-orang yang telah meninggal dari kalian menantikan kebaikan dari kalian. Mereka terpenjara dan berharap pada perbuatan-perbuatan baik kalian. Mereka sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri. Hadiahkan mereka dengan sedekah dan doa.”
            Jenis kedua adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang pengaruh bacaan al-Quran bagi orang yang telah meninggal; seperti riwayat ini dimana Imam Ridha As bersabda, “Barangsiapa yang berziarah ke kuburan seorang beriman dan membacakan tujuh kali surah al-Qadr maka Allah Swt akan mengampuni pemilik kubur itu.”
 
Jawaban Detil
Sebelum menjawab pertanyaan ini beberapa penjelasan berikut ini perlu untuk diperhatikan:
 
Makna Kematian dalam Islam
            Makna kematian dari sudut pandang Islam bukanlah ketiadaan melainkan bermakna jiwa manusia yang abadi ini, terputus hubungannya dengan badan dan sebagai hasilnya akan keluar dari badan dan jiwa tanpa badan akan melanjutkan kehidupannya hingga masa tertentu dan akan kembali ke badan.[1]
            Allah Swt berfirman, “Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya. Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan".” (Qs. Al-Sajdah [32]:10-11)
            Nabi Muhammad Saw bersabda, “Keluarnya orang-orang beriman dari dunia laksana keluarnya bayi dari rahim ibu yaitu dari kegelapan dan kesempitan, tekanan menuju tempat yang benderang dan luas.”[2]
            Imam Ali As bersabda, “Wahai manusia! Kami dan kalian diciptakan untuk tinggal bukan untuk tiada. Kalian tidak akan mati dengan meninggal melainkan berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain; karena itu, siapkanlah bekal dan sangu untuk tempat yang abadi yang nantinya akan kalian datangi.”[3]
            Imam Husain As ditanya tentang apakah kematian itu? Kematian adalah sebaik-baik kegembiraan yang mendatangi seorang beriman.” Jawab Imam Husain As.[4]
            Imam Husain bersabda, “Kematian adalah jembatan yang akan menyampaikan kalian dari kesulitan dunia menuju pada kebahagiaan dan kemurahan Tuhan, sementara bagi musuh-musuh Tuhan perpindahan dari istana ke penjara.”[5]
            Karena itu, ayat-ayat dan riwayat-riwayat memberikan kesaksian bahwa dengan kematian atau binasanya jasad tidak akan memberikan pengaruh pada ruh. Ruh akan lestari dan tetap ada serta ia memiliki kemandirian dan kehakikian. Karena keperibadian kita adalah pada ruh dan jiwa, bukan pada badan dan jasad kita. Kematian tidak bermakna ketiadaan dan kehancuran, melainkan perpindahan dari satu alam ke alam yang lain dan kehidupan manusia tetap berlanjut.
 
Membaca al-Quran untuk Orang Mati
            Setelah kematian manusia, bagi kerabat dan orang beriman lainnya harus melaksanakan amalan-amalan seperti memandikan, mengakafankan, menyalatkan dan menguburkan serta kewajiban-kewajiban yang telah berlalu dari seorang mukmin harus segera dilaksanakan. Namun pelaksanaan sebagian amalan bagi orang yang telah meninggal mustahab di antaranya adalah bersedekah, berdoa dan membaca al-Quran.
            Dalam kaitannya dengan penetapan terkabulkannya bacaan al-Quran bagi orang-orang yang telah meninggal terdapat dua jenis dalil yang dapat dijelaskan: jenis pertama adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan secara umum supaya tetap mengingat orang-orang yang telah meninggal. Mereka mendapatkan keberkahan dari kebaikan-kebaikan yang kalian lakukan; dan jelas bawha bacaan al-Quran merupakan salah satu perbuatan baik dan terpuji. Dalam hal ini, terdapat beberapa riwayat yang disinggung sebagian di antaranya sebagai berikut:
  1. Diriwayatkan dari Rasulullah Saw, “Jangan lupakan orang-orang yang telah istirahat tenang di alam kubur di antara kalian. Orang-orang yang telah meninggal dari kalian menantikan kebaikan dari kalian. Mereka terpenjara dan berharap pada perbuatan-perbuatan baik kalian. Mereka sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri. Hadiahkan mereka dengan sedekah dan doa.”[6]
  2. Imam Shadiq As bersabda, “Orang mati akan merasa gembira karena mengharapkan rahmat dan ampunan yang dilimpahkan kepadanya sebagaimana orang hidup akan bergembira ketika memperoleh hadiah.”[7]
  3.  Jenis kedua adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang pengaruh bacaan al-Quran bagi orang yang telah meninggal; seperti riwayat ini dimana Imam Ridha As bersabda, “Barangsiapa yang berziarah ke kuburan seorang beriman dan membacakan tujuh kali surah al-Qadr maka Allah Swt akan mengampuni pemilik kubur itu.”[8] [iQuest]
 
 
 
 
 
 
 

[1] Thathabai, Sayid Muhammad Husain, Āmuzesy Din, Sayid Mahdi Ayatullah, hlm. 133, Daftar Intisyarat Islami, Jamiah Mudarrisin Hausah Ilmiah Qum, Cetakan Keempat, 1385 S.
[2] Nahj al-Fashāhah, hadis 2645, Sazeman Cap wa Intisyarat Jawidan.
[3] Syaikh Mufid, Irsyād, hlm. 229, Intisyarat Islami.
[4] Faidh Kasyani, Mulla Muhammad Muhsin, Mahajjat al-Baidhā, jld. 8, hlm. 255, Capkhaneh Shaduq, Tehran.
[5] Mahajjat al-Baidhā, jld. 8, hlm. 255.
[6] Yazdi, Syaikh Hasan bin Ali, Anwār al-Hidāyah, hlm. 115, Capkhaneh Nu’man, Najaf.
[7] Mahajjat al-Baidha, jld. 8, hlm. 292.
[8] Majlisi, Muhammad Baqir, Bihār al-Anwār, jld. 79, hlm. 169, Mansyurat Capkhaneh Islamiyah, Tehran.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Saya tidak bergairah dan memiliki mood saat mengerjakan shalat, apa yang harus saya lakukan?
    7617 Akhlak Praktis 2009/09/22
    Shalat memiliki sisi lahir dan sisi batin. Sebagiamana bentuk lahirnya memiliki adab-adab dan syarat-syarat tertentu, demikian juga dengan bentuk batinnya. Karena itu, sebagiamana menjaga syarat-syarat lahir shalat seperti kesucian pakaian, menghadap kiblat, memiliki wudhu dan sebagainya akan menyebabkan benarnya ...
  • Apakah metode filsafat jauh lebih mengakar ketimbang metode agamis?
    13268 Epistemologi 2012/08/05
    Agama merupakan sekumpulan keyakinan, moralitas, aturan-aturan dan hukum-hukum yang disediakan bagi manusia melalui jalan wahyu dan akal untuk mengatur manusia dan masyarakat serta membina manusia menjadi manusia-manusia unggul. Karena itu, agama tidak berseberangan dengan akal bahkan agama adalah sebuah realitas paripurna dan yang meliputi dimana ...
  • Apakah tugas orang yang mengerjakan salat apabila ia memahami pada saat mengerjakan salat bahwa masjid telah najis atau akan terkena najis?
    3296 Hukum dan Yurisprudensi 2011/12/17
    Dalam Taudhih al-Masail para marja taklid disebutkan, “Apabila orang yang mengerjakan salat mengetahui di antara salatnya bahwa masjid telah ternodai najis, apabila waktu salat sempit, ia harus menuntaskan salatnya dan apabila tersedia waktu dan penyucian masjid tidak membuat salatnya batal, ia harus menyucikan masjid di antara salatnya, kemudian melanjutkan ...
  • Bagaimana adab-adab memakai sepatu?
    10856 Akhlak Praktis 2012/05/10
    Agama Islam merupakan agama paling akhir, palin sempurna dan paling inklusif di antara agama-agama samawi. Dalam hal ini, ajaran-ajaran Islam mencakup seluruh dimensi kehidupan personal dan sosial manusia pada setiap ruang dan waktu. Islam menjawab seluruh kebutuhan manusia di setiap ruang dan waktu. Bagaimanapun, salah ...
  • 3489 تألیفات شیعی 2013/07/15
    Pengguna Site Islam Quest Yang Budiman! Pertama: Hingga kini seluruh hubungan material yang terdapat di alam semesta belum lagi terungkap bagi manusia; artinya tiada seorang pun yang dapat memahami hubungan apa yang terjalin antara hukum-hukum agama dan masalah-masalah materi! Kedua: Boleh jadi tambahan rezeki (atau penghasilan) adalah ...
  • Apakah air ghusalah yang keluar dari sesuatu yang terkena najis itu najis?
    6838 Hukum dan Yurisprudensi 2011/03/07
    Apabila sesuatu yang najis dicuci di bawah keran air yang bersambung dengan air kurr kemudian air yang menetes tersebut bersambung dengan air kurr dan tidak memiliki bau atau tidak berwarna atau rasanya tidak berubah maka air tersebut suci.[1]
  • Apakah dalam salat kita dapat membaca surah-surah panjang al-Qur’an melalui layar komputer?
    4590 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/27
    Apabila Anda tidak mampu mengerjakan salat dengan berdiri maka taklif Anda adalah mengerjakannya sambil duduk di atas kursi. Dalam kondisi seperti ini maka tidak ada masalah mengerjakan salat di hadapan meja komputer dengan menjaga syarat-syarat lainnya. Dan bagaimanapun dibolehkan membaca surah-surah panjang al-Qur’an dalam salat. [IQuest] ...
  • Bagaiamana Proses terjadinya Hari Kiamat menurut Filosofdan Teolog dan dalil-dalil apa saja yang digunakan oleh keduanya untuk menetapkan Hari Kiamat?
    12059 Teologi Lama 2010/02/18
    Ma'âd bermakna dibangkitkannya manusia setelah kematian dimana manusia kembali hidup dan pada kehidupan baru seluruh amal perbuatannya akan diperhitungkan. Keyakinan ini secara umum, terlepas dari hal-hal detilnya, disepakati oleh seluruh teolog dan filosof Ilahi serta seluruh ...
  • apakah mereka yang pernah melakukan satu kesalahan dapat ber amar makruf nahi mungkar terhadap apa yang pernah dia lakukan?
    8836 Makanan Non-Muslim 2014/02/06
    Meskipun dalam syarat-syarat amar makruf nahi mungkar tidak disebutkan bahwa ia sendiri juga harus beramal atas apa yang diserukannya. Maksudnya ajaran-ajaran agama tidak menyebutkan bahwa salah satu syarat amar makruf dan nahi mungkar itu adalah orang yang menyerunya juga harus konsekuen terhadap apa yang diserukannya yaitu ia ...
  • Bagaimanakah lafaz akad mu’tah itu? Apa saja yang menjadi syarat-syarat dan hukumnya?
    30630 Khutbah Nikah 2012/10/08
    Untuk melangsungkan akad nikah mut’ah (temporer) terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: Membaca formula akad; artinya bahwa semata-mata rela dan ridha di antara kedua belah pihak, pria dan wanita belum memadai melainkan harus disertai dengan ekspresi lafaz khusus). Sesuai denganihtiyath wajib, formula akad ...

Populer Hits