Hits
4561
Tanggal Dimuat: 2010/05/08
Ringkasan Pertanyaan
Apakah terdapat keyakinan seperti ini dalam Syiah bahwa penciptaan Adamn dilakukan oleh Amirul Mukminin As?
Pertanyaan
Sebuah hadis menjelaskan bahwa Imam Ali As bersabda bahwa beliau sendiri yang menjadikan Nabi Adam dengan tangannya sendiri yang diyakini oleh setiap orang, namun belakangan saya mendengar bahwa hadis ini bukan merupakan hadis yang standar. Karena itu, mengapa orang-orang memiliki keyakinan seperti ini? Tolong sebutkan siapa orang yang meriwayatkan hadis ini? Apakah orang yang meriwayatkan hadis ini adalah orang yang dapat dipercaya (muatstsaq) atau tidak?
Jawaban Global

Apabila ada orang yang meyakini bahwa Amirul Mukminin Ali As menciptakan Adam As secara mandiri maka keyakinan ini bertentangan dengan al-Quran dan termasuk perbuatan syirik kepada Allah Swt. Penciptaan Adam As dilakukan oleh badan material Amirul Mukminin Ali As juga tidak selaras dengan kenyataan-kenyataan yang ada; karena badan (jism) materialnya ada setelah terciptanya Adam dan Imam Ali As, dari sudut pandang ini, adalah tergolong sebagai salah seorang anak Adam.

Namun dengan memperhatikan bahwa Allah Swt terkadang menciptakan makhluk-makhluk melalui perantara-perantara dan dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang mengetengahkan cahaya para maksum, yang ada sebelum penciptaan Adam, maka keyakinan bahwa penciptaan Adam dilakukan dengan perantara cahaya para maksum As bukan merupakan keyakinan yang mengandung noda syirik dan tidak bertentangan dengan prinsip pertama Islam.

Hanya saja keyakinan seperti ini bukan hal yang prinsip dalam ajaran Syiah dan tentang hal ini membutuhkan lebih banyak kajian dan penelitian.

Jawaban Detil

Yang pasti berdasarkan sebuah ayat al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Allah Swt menciptakan Adam dengan tangannya sendiri.[1] Ayat al-Quran ini dan kandungan yang terpendam di dalamnya diterima oleh seluruh ulama dan ahli tafsir Syiah serta tidak terdapat keraguan dan syak di dalamnya.

Dari satu sisi, dengan menelusuri secara global pada sebagian riwayat, kita tidak menjumpai sebuah hadis yang persis seperti apa yang Anda kemukakan dalam pertanyaan yang apabila di suatu hari nanti kami menjumpai hadis seperti ini, kita akan mendiskusikan ihwal sanadnya dan juga sekiranya Anda memiliki teks Arab dari riwayat yang Anda maksud, silahkan kirimkan kepada kami sehingga kami dapat menyajikan jawaban yang lebih akurat.

Namun demikian, dalam sebuah pandangan universal dan dengan mengkaji beberapa ayat dan riwayat harus dikatakan bahwa dengan memperhatikan beberapa pendahuluan berikut ini, diciptakannya jasad lempung Adam oleh cahaya para maksum, dengan definisi dan eksplanasi khusus, akan memungkinkan penciptaan ini terjadi dan tidak bertentangan dengan ayat yang disebutkan di atas.

Kami harap Anda perhatikan beberapa pendahuluan berikut:

  1. Berdasarkan keyakinan Syiah dan juga kebanyakan Sunni, Allah Swt tidak memiliki jasmani sehingga Dia harus dipandang memiliki bagian-bagian jasmani dan membayangkannya sebagaimana makhluk-makhluk lainnya. Atas dasar itu, ayat-ayat yang secara lahir menunjukkan adanya bagian-bagian material seperti wajah,[2] tangan,[3] kaki,[4] mata,[5] telinga[6] dan lain sebagainya bagi Allah Swt bermakna batin seperti pengetahuan, kekuasaan, keberadaan dan lain sebagainya yang harus ditafsir dan ditakwil. Atas dasar itu, terciptanya Adam oleh tangan Tuhan, bukan bermakna Tuhan memiliki tangan yang dapat dilihat dan dengan tangan-Nya Adam pun tercipta, melainkan penafsirannya adalah bahwa tangan kekuasaan Tuhan yang menciptakan Adam As.
  2. Dalam banyak hal, pekerjaan-pekerjaan yang secara lahir dilakukan oleh tangan-tangan manusia disandarkan kepada diri-Nya dan sebagai contoh, Allah Swt menjelaskan bahwa Dia menganugerahkan bahtera-bahtera kepada manusia[7] padahal kita tahu bahwa bahtera-bahtera ini secara lahir dibuat oleh manusia.

Namun mengingat bahwa kekuasaan manusia juga merupakan salah satu bagian dari kekuasaan Tuhan, tidak sulit untuk memahami penyandaran ini. Artinya bahwa manusia dan seluruh yang diciptakannya adalah makhluk Tuhan.[8]

  1. Berdasarkan sebagian riwayat, penciptaan cahaya para imam dilakukan sebelum penciptaan Adam. Rasulullah Saw bersabda, “Aku adalah nabi Tatkala Adam berada di antara air dan tanah.” Juga terdapat riwayat seperti ini dalam kaitannya dengan terdahulunya imâmah Imam Ali As atas penciptaan Adam.[9] Di samping itu, terdapat riwayat-riwayat lainnya yang menyebutkan masalah ini dengan ungkapan yang berbeda-beda.[10]
  2. Tentu wujud suci Amirul Mukminin Ali As adalah salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dan atas dasar itu juga disebut sebagai “yaduLlah” atau tangan Tuhan. Imam Ali As dalam sebuah riwayat bersabda, “Ana ‘ainuLlah wa ana Yadullah wa ana janbuLlah wa ana babullah.” (Aku adalah mata Tuhan, tangan Tuhan, panggul Tuhan dan pintu Tuhan [jalan untuk sampai pada Tuhan]).[11]

 

Dengan memperhatikan beberapa pendahuluan di atas, apabila terdapat keyakinan seperti yang menyatakan bahwa Nabi Adam As diciptakan oleh tangan Imam Ali As, maka hal itu berarti bahwa Allah Swt, jasmani lempung Adam diciptakan melalui salah satu manifestasi kekuasaan-Nya, yaitu cahaya Amirul Mukminin yang telah diciptakan sebelumnya, bukan jasmani material Imam Ali As yang secara mandiri menciptakan Adam.

Atas dasar itu, keyakinan ini sebagaimana sedemikian luas yang Anda jelaskan, tidak dapat dijumpai di tengah masyarakat, namun bahkan sekiranya terdapat keyakinan seperti ini, maka hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pertama yang diterima dalam Islam dan meyakini hal tersebut tidak tergolong sebagai kafir dan musyrik.

Dengan demikian, keyakinan terhadap penciptaan Adam di tangan Amirul Mukminin Ali As bukanlah suatu hal yang dinafikan dalam ajaran Syiah dan dalam kaitannya dengan masalah tersebut membutuhkan kajian yang lebih ekstensif dan penelitian yang intensif.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada Anda dan sekiranya Anda memiliki teks Arab dari apa yang Anda kemukakan dalam pertanyaan kami meminta Anda untuk mengirimkanya kepada kami. [iQuest]

 


[1]. “Allah berfirman, “Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (Qs. Shad [38]:75)

[2]. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Qs. Al-Qashash [28]:88)  

[3].  “(Tidak demikian), tetapi kedua tangan (kekuasaan) Allah terbuka.” (Qs. Al-Maidah [5]:64); “Orang-orang yang berbaiat kepadamu, sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al-Fath [48]:10)  

[4].  “(Ingatlah) suatu hari betis tersingkap (lantaran rasa takut yang menguasai) dan mereka dipanggil untuk bersujud, tapi mereka tidak kuasa.” (Qs. Al-Qalam [68]:42)  

[5].  “Yaitu, ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), lalu sungai itu pasti membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fira‘un) musuh-Ku dan musuhnya.’ Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (Qs. Thaha [20]:39)

[6]. “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), “Rasakanlah olehmu azab yang membakar.” (Qs. Ali Imran [3]:181); “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya dan mengadu kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Mujadalah [58]:1)

[7].  “Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan perintah-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (Qs. Ibrahim [14]:32)

[8]. “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (Qs. Shaffat [37]:96)

[9].  Ibn Abi Jumhur Ihsai, ‘Awâli al-Lailali, jil. 4, hal. 121, Hadis 200, Intisyarat-e Sayid al-Syuhadah, Qum, 1405 H.

[10]. Ibid, hal. 124, Hadis 208, “Kuntu washiyyan wa Adam bain al-Ma wa al-Thin.

[11]. Muhammad Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 1, hal. 145, Hadis 8, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1365 H.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Perbedaan subyek epistemologi dan filsafat ilmu?
    14535 Filsafat Islam 2009/05/10
    A.      Subyek epistemologi adalah ilmu itu sendiri, pengetahuan (episte), media-media, cara-cara mengenal dan mengetahui. Namun subyek dalam filsafat ilmu adalah kuiditas ilmu karena ia memiliki identitas yang lebih menyeluruh.B.      Hubungan epistemologi ...
  • Bagaimana pandangan para Imam Maksum dan ulama terkait dengan syair?
    5846 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/11
    Sebagian orang beranggapan bahwa Islam tidak sejalan dengan syair dan penyair sementara hal ini tidak lain kecuali anggapan kosong semata. Tak pelak bahwa cita rasa syair dan seni seorang penyair; seperti seluruh modal-modal eksistensial manusia akan menjadi berharga tatkala digunakan untuk keperluan benar dan bertujuan ...
  • Mengapa kita harus berkata bahwa yang menciptakan alam semesta itu adalah Allah?
    7610 Teologi Lama 2011/05/18
    Dalam pertanyaan, Anda menyinggung satu burhan yang tidak dapat Anda pahami dengan baik maknanya. Dari sisi lain, muncul anggapan bahwa Anda menyangka dapat menyelaraskan dan mencocokkan sifat Allah Swt pada entitas-entitas material dan terbatas kemudian menghukumi bahwa Tuhan itu tidak ada. Dengan demikian, perlu ...
  • Apakah hal ini ada benarnya bahwa buah manis adalah pecinta Ahlulbait dan buah masam musuh Ahlulbait As?
    4075 Kecintaan dan Ketaatan kepada Para Imam 2014/09/07
    Teks Arab riwayat yang disebutkan pada pertanyaan di atas dikutip dari Syaikh Shaduq Rah sebagaimana berikut: «حَدَّثَنَا حَمْزَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَلَوِیُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِیُّ قَال ‏حَدَّثَنَا الْمُنْذِرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَیْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَیْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الرِّضَا(ع) قَالَ أَخْبَرَنِی ...
  • Apakah haram mengadakan acara ulang tahun?
    10519 Hukum dan Yurisprudensi 2012/02/06
    Acara ulang tahun (maulid atau milad) bukan merupakan tradisi islami. Dalam ajaran-ajaran Islam tidak dianjurkan bagi manusia untuk mengandakan acara milad dan ulang tahun untuk memperingati hari lahirnya. Kami tidak ingin mengecam tradisi baru ini, meski pada saat yang sama juga kami tidak menerima impor tradisi-tradisi bangsa lain ...
  • Seorang wanita dinyatakan secara resmi berpisah dari suaminya pada sebuah pengadilan namun tidak dapat disebut sebagai talak. Pria (suami) itu berkata, "Saya tidak akan menceraikanmu dan engkau akan tetap seorang diri hingga akhir hayatmu." Nah pertanyaannya apa yang harus dilakukan oleh wanita itu?
    10640 Talak 2013/04/20
    Pernikahan permanen akan tetap berlangsung selama formula talak (cerai) belum lagi dibacakan di antara istri dan suami. Karena itu, hubungan suami-istri di antara keduanya tetap berjalan. Namun sesuai dengan asumsi yang disebutkan pria (suami) secara resmi meninggalkan istri namun ia tidak menceraikannya dengan maksud supaya wanita itu ...
  • Apabila seorang putri dipaksa dan diancam untuk menikah kemudian punya anak, apa hukum akad yang dilangsungkan?
    8975 Hukum-hukum dan Syarat-syarat Pernikahan 2014/08/23
    Apabila wanita dalam kawin paksa, kemudian setelah akad (meski dalam waktu sekejap) rela atas pernikahan itu, maka akad yang dilangsungkan itu sah. Bagaimanapun, anak yang disebutkan bukan merupakan anak haram (haram jadah). Untuk telaah lebih jauh terkait dengan hal ini Anda dapat merujuk pada indeks 10338 (Hukum ...
  • Bagaimana caranya supaya tidak terpengaruh pikiran dan perbuatan orang lain? Demikian juga bagaimana caranya supaya memperoleh ketenangan?
    22090 Akhlak Praktis 2012/01/16
    Apa yang mengemuka dalam pertanyaan merupakan sebagian indikasi adanya kedewasaan dan permulaan masa muda pada diri Anda. Seseorang yang berada pada angka usia seperti ini kebanyakan berada di bawah pengaruh ucapan dan bahkan pandangan orang lain.Perilaku seperti ini pada tataran tertentu adalah perilaku yang wajar dan normal; karena seorang ...
  • 3611 تألیفات شیعی 2013/07/15
    Pengguna Site Islam Quest Yang Budiman! Pertama: Hingga kini seluruh hubungan material yang terdapat di alam semesta belum lagi terungkap bagi manusia; artinya tiada seorang pun yang dapat memahami hubungan apa yang terjalin antara hukum-hukum agama dan masalah-masalah materi! Kedua: Boleh jadi tambahan rezeki (atau penghasilan) adalah ...
  • Bagaimana pandangan Islam terkait dengan kebebasan berpikir dan berpendapat?
    19469 Teologi Lama 2010/02/18
    Potensi paling asasi manusia yang harus dibina dan ditumbuh-kembangkan adalah potensi berpendapat dan jelas bahwa pembinaan potensi ini memerlukan kebebasan berupa tiadanya halangan, rintangan dan hambatan yang menghadang dalam menyatakan dan menyampaikannya.Dalam pandangan Islam, seorang Muslim memiliki hak dan bahkan harus berpikir ...

Populer Hits