Advanced Search
Hits
11282
Tanggal Dimuat: 2013/07/15
Ringkasan Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Jawaban Global
Allah Swt dalam al-Quran berfirman,
﴿ما یَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَیْهِ رَقیبٌ عَتیدٌ﴾
 Tiada suatu ucapan pun (baik atau buruk) yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Raqib dan Atid (malaikat pengawas yang selalu hadir). (Qs. Qaf [50]:18)
Dalam sebagian riwayat, di antaranya riwayat yang dikutip dari Imam Shadiq As, “Bagi setiap orang terdapat dua malaikat yang menulis apa pun yang diucapkan oleh manusia dan kemudian menyerahkan catatan itu kepada dua maliakat yang lebih tinggi darinya dimana dua malaikat itu memisahkan ucapan-ucapan baik dan buruk dan masing-masing menulis secara terpisah kedua ucapan itu.”[1]
Dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang juga menyatakan bahwa nama atau sifat dua malaikat ini adalah Raqib dan Atid sebagaimana sebuah riwayat yang menjelaskan kisah obrolan orang mati dengan Salman Persia; dalam riwayat itu disebutkan, “Tatkala seseorang meninggal terdapat dua malaikat yang menyampaikan salam dan memiliki rupa yang sangat menawan satunya duduk di sebelah kanan dan satunya lagi duduk di sebelah kirinya. Kedua malaikat itu berkata, “Kami membawa catatan amalan kalian, Ambillah!” Manusia bertanya, “Catatan apakah gerangan?”  “Kami adalah dua malaikat yang bersamamu di dunia dan mencatat seluruh perbuatan baik dan burukmu. Catatan ini adalah catatan perbuatanmu. Segala catatan baik berada di tangan Raqib dan catatan buruk di tangan Atid.  Manusia dengan melihat catatan-catatan baiknya akan bergembira dan tatkala melihat catatan-catatan buruknya akan bersedih dan menangis..”[2]
Dengan mendudukkan secara berdampingan apa yang telah dijelaskan dan riwayat-riwayat yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki dua petugas pencatat amalan-amalan manusia yang bernama Raqib dan Atid yang senantiasa menyertai manusia hingga ia akhir hayatnya. Karena itu, seukuran jumlah setiap manusia terdapat dua malaikat yang menyertainya, Raqib dan Atid.
Namun asas dan falsafah penyertaan dua malaikat ini atas manusia sesuai dengan sabda Imam Shadiq As bahwa penyertaaan dua malaikat ini atas manusia menjadi sebab supaya para hamba dalam menaati Allah Swt dan menjauhi maksiat lebih berhati-hati dalam amalan-amalan dan tindakan-tindakannya. Boleh jadi manusia berpikir ingin melakukan maksiat dan dosa, namun dengan mengingat kedudukan dua malaikat tersebut maka ia tidak lagi ingin melakukan dosa dan berkata, “Tuhanku melihatku dan para penjagaku akan memberikan kesaksian atasku.”
Demikian juga Allah Swt dengan kemurahan dan kemuliaan-Nya (di samping Raqib dan Atid) meletakkan dua malaikat lainnya sebagai wakil manusia sehingga membela manusia dalam menghadapi jerat-jerat setan dan godaan-godaan pelbagai makhluk yang tidak dapat melakukan sesuatu apa pun tanpa izin Allah Swt hingga ajal menjemputnya.[3] [iQuest]
 

[1]. Husain bin Said Kufi Ahwazi, al-Zuhd, Riset dan editor oleh Ghulam Ridha Irfaniyan Yazdi, hal. 53, al-Mathba’at al-‘Ilmiyah, Qum, Cetakan Kedua, 1402 H.
«مَا مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَ مَعَهُ مَلَکَانِ‏ یَکْتُبَانِ مَا یَلْفِظُهُ ثُمَّ یَرْفَعَانِ ذَلِکَ إِلَى مَلَکَیْنِ فَوْقَهُمَا فَیُثْبِتَانِ مَا کَانَ مِنْ خَیْرٍ وَ شَرٍّ وَ یُلْقِیَانِ مَا سِوَى ذَلِک».  
[2]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, Diriset dan diedit sekelompok periset, jil. 22 hal. 374-376, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1403 H.  
[3]. Manusia memiliki malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya dari perintah (keputusan) Allah (yang belum pasti). Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum (akibat perbuatan mereka sendiri), maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Qs. Al-Ra’ad [13]:11) Bihar al-Anwar, jil. 5, hal. 323.  
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa hukumnya jual-beli rumah tanpa sertifikat atau membangun-merenovasi rumah tanpa IMB pemerintah kota?
    3151 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/04
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Bagaimanapun memenuhi peraturan dan hukum yang berlaku di negara Islam adalah wajib dan tidak dibenarkan melanggar peraturan dan ketentuan tersebut. Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Tidak dibenarkan apabila melanggar peraturan dan ketentuan yang berlaku. Kantor Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): ...
  • Mengingat banyak arti dan makna bagi kata wilâyah, pada hakikatnya apa makna kata ini?
    3846 Teologi Klasik 2009/05/06
    Wilâyah berasal dari kata “waliya”,secara leksikal kata ini memiliki bermacam-macam makna.Namun maknanya yang sesuai di sini antara lain ialah pemerintahan dan kepemilikan wewenang dalam suatu urusan yang diserahkan kepada seorang pemimpin (maula), dan “maula” sendiri mempunyai strategi dan potensi dalam hal ini. Secara teknis, kepemimpinan dan pemerintahan manusia yang sempurna ...
  • Bagaimana penafsiran surat al-Kahfi (18) ayat 18-26?
    2700 Tafsir 2013/12/25
    Ayat-ayat 18 hingga 26 surah al-Kahfi membahas tentang sebagian kisah Ashabul Kahfi. Kisah Ashabul Kahfi bercerita tentang pria-pria ahli tauhid dan pencari Tuhan yang terpaksa harus melarikan diri dari cengkeraman penguasa musyrik dan zalim di masanya demi untuk menjaga iman mereka. Mereka memilih untuk berlindung dalam sebuah goa dari kejaran ...
  • Apakah Tuhan itu harus ditakuti atau dicintai?!
    3142 Akhlak Praktis 2009/02/22
    Mencintai dan keterjalinan antara takut dan harapan, serta tentang cinta dalam kaitannya terhadap Tuhan, bukan merupakan suatu hal yang mengejutkan. Karena masalah ini adalah sesuatu yang lumrah dan memenuhi kehidupan kita. Namun karena saking jelasnya masalah ini terkadang membuat kita lalai darinya.Harus diketahui bahwa tatkala kita berjalan di suatu tempat ...
  • Sejauh manakah kedudukan dan posisi wanita dalam Islam? Apakah posisi mereka setara dengan posisi kaum pria?
    8081 Filsafat Hukum 2010/01/09
    Dalam pandangan Islam, Wanita dan laki-laki harus memiliki kesamaan visi, yaitu bergerak secara natural dan gradual mencapai puncak kesempurnaan kemanusiaan.  Dan guna tercapainya tujuan tersebut, keduanya harus memiliki kemampuan yang sama. Adapun perbedaan jenis kelamin yang merupakan konsekuensi penciptaan, tidak mempunyai peranan dalam penciptaan dan mewujudkan potensi dan kemampuan, dan ...
  • Apa gerakan substansial itu (al-harakah al-jauhariyah) dan bagaimana perannya dalam kehidupan keseharian manusia?
    4294 Filsafat Islam 2010/02/18
    Yang dimaksud dengan gerakan (harâkah) adalah keluarnya sesuatu secara gradual dari alam potensi menuju alam aktual. Dan yang dimaksud dengan jauhar (substansi) adalah kuiditas yang tidak memerlukan obyek tatkala mewujud di dunia eksternal. Berbeda dengan 'aradh (aksiden) yang memerlukan obyek tatkala mewujud di dunia luaran. Seperti warna putih yang merupakan ...
  • Apakah menurut Anda menyebut azan dan iqamah itu wajib hukumnya? Apakah seseorang dapat mengumandangkan sekali azan dan iqamah untuk beberapa shalat?
    2801 Hukum dan Yurisprudensi 2011/04/13
    Sebagian fukaha (juris) terdahulu, seperti Ibnu Aqil dan Ibnu Junaid, memandang azan dan iqamah itu wajib dikumandangkan.[1] Sementara mayoritas para marja taklid dalam hukum-hukum azan dan iqamah berkata, “Hukumnya mustahab bagi pria dan wanita mengumandangkan azan dan iqamah sebelum shalat-shalat harian (shalat-shalat wajib yang dikerjakan setiap hari).[2] Namun terkait dengan ...
  • Apa bahayanya kalau sekedar meminum setetes minuman keras?
    9670 Hukum dan Yurisprudensi 2012/06/12
    Kendati dalam pertanyaan tidak ditegaskan tentang hukum meminum setetes minuman keras, namun nampaknya pertanyaannya mengarah pada hukum meminum setetes khamar dan kami akan menjawab pertanyaan ini sebagai berikut. Mengikut pandangan Syiah, seluruh hukum mengandung mashâlih (kemaslahatan-kemaslahatan) dan mafâsid (kerusakan-kerusakan) yang ditetapkan oleh Syari’ Muqaddas (Allah Swt). Hanya saja seluruh kemaslahatan dan ...
  • Apa yang dimaksud dengan ilmu laduni?
    1204 علم 2014/05/24
    Kata “laduni” dalam bahasa Arab bermakna di sisi[1] dan ya-nya adalah huruf ya nisbah. Yang dimaksud dengan ilmu laduni adalah sebuah ilmu yang diterima tanpa perantara dan media material dari Allah Swt.[2] Sesuai dengan penjelasan sebagian penulis, “Ilmu laduni adalah ilmu yang dipelajari oleh seorang hamba dari Allah Swt tanpa perantara ...
  • Apa yang dimaksud paradigma dan dasar-dasar pemberian fatwa?
    1844 بیشتر بدانیم 2013/06/23
    Ijtihad secara leksikal berarti menanggung kesusahan atau kekuatan dan kemampuan, dan menurut istilah (teknis) para fakih berarti menggunakan kemampuan dan usaha ilmiah semaksimal mungkin untuk mendapatkan hukum-hukum syar’i dari sumber-sumber dan dalil-dalilnya. Dasar fatwa dalam fikih Syi’ah, meskipun terpaku pada sumber-sumber ijtihad (Quran, sunah, akal dan ijma’), namun dalam mendapatkan hukum ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    155656 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    125756 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    115539 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    89425 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    83070 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    68794 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    67675 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    63867 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    57077 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    47622 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring