Hits
116890
Tanggal Dimuat: 2013/07/15
Ringkasan Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Jawaban Global
Allah Swt dalam al-Quran berfirman,
﴿ما یَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَیْهِ رَقیبٌ عَتیدٌ﴾
 Tiada suatu ucapan pun (baik atau buruk) yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Raqib dan Atid (malaikat pengawas yang selalu hadir). (Qs. Qaf [50]:18)
Dalam sebagian riwayat, di antaranya riwayat yang dikutip dari Imam Shadiq As, “Bagi setiap orang terdapat dua malaikat yang menulis apa pun yang diucapkan oleh manusia dan kemudian menyerahkan catatan itu kepada dua maliakat yang lebih tinggi darinya dimana dua malaikat itu memisahkan ucapan-ucapan baik dan buruk dan masing-masing menulis secara terpisah kedua ucapan itu.”[1]
Dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang juga menyatakan bahwa nama atau sifat dua malaikat ini adalah Raqib dan Atid sebagaimana sebuah riwayat yang menjelaskan kisah obrolan orang mati dengan Salman Persia; dalam riwayat itu disebutkan, “Tatkala seseorang meninggal terdapat dua malaikat yang menyampaikan salam dan memiliki rupa yang sangat menawan satunya duduk di sebelah kanan dan satunya lagi duduk di sebelah kirinya. Kedua malaikat itu berkata, “Kami membawa catatan amalan kalian, Ambillah!” Manusia bertanya, “Catatan apakah gerangan?”  “Kami adalah dua malaikat yang bersamamu di dunia dan mencatat seluruh perbuatan baik dan burukmu. Catatan ini adalah catatan perbuatanmu. Segala catatan baik berada di tangan Raqib dan catatan buruk di tangan Atid.  Manusia dengan melihat catatan-catatan baiknya akan bergembira dan tatkala melihat catatan-catatan buruknya akan bersedih dan menangis..”[2]
Dengan mendudukkan secara berdampingan apa yang telah dijelaskan dan riwayat-riwayat yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki dua petugas pencatat amalan-amalan manusia yang bernama Raqib dan Atid yang senantiasa menyertai manusia hingga ia akhir hayatnya. Karena itu, seukuran jumlah setiap manusia terdapat dua malaikat yang menyertainya, Raqib dan Atid.
Namun asas dan falsafah penyertaan dua malaikat ini atas manusia sesuai dengan sabda Imam Shadiq As bahwa penyertaaan dua malaikat ini atas manusia menjadi sebab supaya para hamba dalam menaati Allah Swt dan menjauhi maksiat lebih berhati-hati dalam amalan-amalan dan tindakan-tindakannya. Boleh jadi manusia berpikir ingin melakukan maksiat dan dosa, namun dengan mengingat kedudukan dua malaikat tersebut maka ia tidak lagi ingin melakukan dosa dan berkata, “Tuhanku melihatku dan para penjagaku akan memberikan kesaksian atasku.”
Demikian juga Allah Swt dengan kemurahan dan kemuliaan-Nya (di samping Raqib dan Atid) meletakkan dua malaikat lainnya sebagai wakil manusia sehingga membela manusia dalam menghadapi jerat-jerat setan dan godaan-godaan pelbagai makhluk yang tidak dapat melakukan sesuatu apa pun tanpa izin Allah Swt hingga ajal menjemputnya.[3] [iQuest]
 

[1]. Husain bin Said Kufi Ahwazi, al-Zuhd, Riset dan editor oleh Ghulam Ridha Irfaniyan Yazdi, hal. 53, al-Mathba’at al-‘Ilmiyah, Qum, Cetakan Kedua, 1402 H.
«مَا مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَ مَعَهُ مَلَکَانِ‏ یَکْتُبَانِ مَا یَلْفِظُهُ ثُمَّ یَرْفَعَانِ ذَلِکَ إِلَى مَلَکَیْنِ فَوْقَهُمَا فَیُثْبِتَانِ مَا کَانَ مِنْ خَیْرٍ وَ شَرٍّ وَ یُلْقِیَانِ مَا سِوَى ذَلِک».  
[2]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, Diriset dan diedit sekelompok periset, jil. 22 hal. 374-376, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1403 H.  
[3]. Manusia memiliki malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya dari perintah (keputusan) Allah (yang belum pasti). Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum (akibat perbuatan mereka sendiri), maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Qs. Al-Ra’ad [13]:11) Bihar al-Anwar, jil. 5, hal. 323.  
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Setelah bercerai antara laki-laki dan perempuan, jika perempuan meninggalkan hutang, apakah pembayaran utang menjadi tanggung jawab laki-laki?
    12595 Talak 2013/11/27
    Bergantung ketika melakukan transaksi. Apabila istri melakukannya sendiri dan tanpa izin dari suami, maka hutang-hutang tersebut menjadi tanggung jawab istri sendiri, bukan mantan suami. Lampiran: Jawaban para marja besar terkait dengan persoalan ini:[1] Ayatullah Agung Ali Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Terdapat beberapa persoalan ...
  • Apa dalil riwayat yang menyatakan bahwa wali fakih itu harus satu?
    4316 وحدت و تعدد ولی فقیه 2012/07/21
    Dalam menjawab pertanyaan seperti ini harus dikatakan bahwa dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang digunakan untuk menetapkan wali fakih tidak dapat digunakan untuk mengukuhkan kesatuan wali fakih. Riwayat-riwayat ini hanya mencukupkan diri dengan menunjukkan kriteria-kriteria dan tidak menyinggung masalah kesatuan dan kejamakan wali fakih. Sebaliknya dua opsi, kesatuan (wahdat) ...
  • Apa pandangan al-Quran mengenai israf, berlebih-lebihan dan tabdzîr, dan apakah pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya?
    33203 گناه و رذائل اخلاقی 2013/08/15
    Agama Islam merupakan agama bagi kehidupan manusia, hukum-hukum dan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya adalah untuk kebahagiaan dan keberuntungan manusia dan masyarakanya. Islam memiliki program untuk seluruh dimensi kehidupan manusia, dan menyarankan keseimbangan dan proporsionalitas dalam semua persoalan kepada para pengikutnya. Israf adalah berlebihan dan melanggar, dimana ...
  • Bagaimana pandangan Syiah tentang Imam Mahdi Ajf?
    11654 Teologi Lama 2009/07/11
    Karena pertanyaan di atas sangat universal dan meluas, hal ini telah mengantarkan kami untuk menyinggung sedikit tentang biografi, berita-berita gaib dan tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi Ajf.Nama beliau adalah "mim-ha-mim-dal" dan memiliki berbagai julukan, yang di antaranya adalah Qaim, Shahibul 'Ashr, Shahibuz Zaman, dsb. ...
  • Apakah Imam Husain As memiliki putri bernama Ruqayyah atau Sukainah yang meninggal di Damaskus pada usia tiga atau empat tahun?
    6772 Ahlulbait As dan Para Sahabat 2013/06/23
    Meski kebanyakan sejarawan dalam buku-bukunya tidak menyebutkan putri kecil Imam Husain yang bernama Ruqayyah, Fatimah Sughra atau dengan nama lainnya, namun pada sebagian literatur dijelaskan tentang biografi putri belia ini dan tragedi yang menimpanya di Suriah. Dalam literatur-literatur riwayat dan sejarah kita terdapat juga bukti-bukti yang menyokong ...
  • Islam dan Teori Pemikiran Sistematis
    10835 Kalam Jadid 2011/11/08
    Islam adalah agama pamungkas dan agama paling sempurna yang pernah diturunkan untuk manusia. Karena itu, kita, pada setiap ranah kehidupan manusia, baik personal atau pun sosial, mengharapkan adanya sikap yang dapat ditunjukkan dan dijadikan panduan dari agama ini. Teori pemikiran sistematis Islam adalah sebuah teori moderat tentang inklusifitas agama ...
  • Apakah Nabi Saw dan para imam melakukan praktik mut’ah?
    6985 Hukum dan Yurisprudensi 2009/08/13
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang sanad dan teks ziarah Asyura?
    7787 Dirayah al-Hadits 2010/12/23
    Sumber asli ziarah Asyura adalah berasal dari dua kitab standar yaitu Kâmil al-Ziyârat karangan Ja’far bin Muhammad bin Qulawaih Qummi (W 348 H) dan Misbâh al-Mutahajjid Syaikh Thusi (385-460 H). Menurut sebagian sandaran sanad Ibnu Qulawaih Qummi adalah lebih muktabar. Adapun terkait dengan sanad-sanad yang disebutkan ...
  • Apakah uang yang kami pinjamkan juga harus dikeluarkan khumusnya?
    3613 Hukum dan Yurisprudensi 2011/03/05
    Pandangan (fatwa) seluruh marja dalam hal ini bahwa sekiranya uang tersebut diperoleh dari penghasilan dan tahun khumusnya telah lewat adalah sebagai berikut:  Apabila uang tersebut  terima (tanpa kesusahan) pada awal tahun khumus  maka uang tersebut harus dikeluarkan khumusnya. Dan apabila tidak ...
  • Apakah tiadanya warisan bagi para istri mut’ah merupakan dalil bahwa mereka bukanlah istri-istri legal?
    4738 Hukum dan Yurisprudensi 2011/02/24
    Kriteria pernikahan dalam Islam bukanlah menerima atau memberi warisan kepada pasangan suami dan istri. Pernikahan dalam pandangan Islam terdiri dari dua bagian: Permanen (daim) dan kedua temporal (mut’ah). Terdapat kesamaan dan perbedaan pada akad temporal (mut’ah) dan permanen (daim) yang disebabkan karena ...

Populer Hits