Advanced Search
Hits
9368
Tanggal Dimuat: 2012/04/03
Ringkasan Pertanyaan
Seseorang yang terjangkiti penyakit lepra, namun tidak nampak pada badannya secara lahir. Apakah sebelum menikah ia harus menyatakannya kepada calon istrinya? Apa hukumnya apabila ia tidak mengatakannya?
Pertanyaan
Salam. Apakah seseorang yang menderita penyakit vitiligo atau lepra yang menyebabkan kulit menjadi putih namun pada bagian lahir badannya tidak nampak harus menyatakan tentang penyakit tersebut kepada calon istrinya? Apa hukumnya apabila ia tidak menyampaikan hal tersebut kepada istrinya dan kemudian ketahuan setelah menikah? Terima kasih.
Jawaban Global

Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Tidak wajib apabila tidak ditanya.

 

Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Apabila istri atau pihak keluarganya bertanya maka ia tidak boleh menyembunyikan penyakitnya dan apabila ia memperkenalkan dirinya sebagai orang sehat dan berdasarkan hal itu ia melangsungkan akad dan kemudian ketahuan bahwa ia telah berdusta maka pihak istri dapat membatalkan akad tersebut.

 

Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Apabila tercapai kesepakatan di antara kedua belah pihak yang dinyatakan sebagai syarat dalam akad (syarth dhemn al-aqd) atau syarat yang berdasarkan akad (syart mabni alaihi al-aqd, telah ada pembicaraan sebelumnya), bahwa kedua pasangan (harus) sehat, maka cela atau aib apa pun yang ditemukan akan menjadi sebab munculnya hak untuk membatalkan akad tersebut.

 

Kantor Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):

Lepra adalah penyakit kulit dan identifikasi penyakit tersebut mengikut pandangan urf dan para dokter. Adapun hukumnya terkait dengan pernikahan, apabila istri mengetahui pasca akad pernikahan bahwa suami mengidap penyakit lepra sebelum pernikahan maka pihak istri dapat membatalkan akad tersebut.

 

Jawaban Ayatullah Mahdi Hadawi Tehrani (Semoga Allah Melanggengkan Keberkahannya) adalah sebagai berikut:

Menjelaskan penyakit kepada calon istri tidak wajib hukumnya; namun apabila suatu hari ia mengetahuinya maka ia memiliki hak untuk membatalkan akad pernikahan tersebut. [iQuest]

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa dalam agama Islam, orang murtad harus dihukum mati? Apakah hal ini tidak bertentangan dengan kebebasan berakidah?
    33755 Hukum dan Yurisprudensi
    Murtad ialah menampakkan dan menegaskan keluar dasri suatu agama. Orang yang murtad biasanya, mengajak orang lain untuk ikut keluar dari agamanya. Hukuman mati tidak berlaku bagi seseorang yang keluar dari agama, ketika ia tidak menampakkan kemurtadannya dan tidak mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama (murtad). Dengan demikian, hukuman ...
  • Apakah bisa mendekati istri jika ia baru selesai haidh tapi belum mandi?
    2467 Waktu dan Tempat Bersenggama
    Ketika istri suci dari haidh, sebagian hal-hal yang tidak boleh ia lakukan[1] atau haram[2] akan menjadi mubah baginya. Seperti: cerai dan jima yang dilakukan segera setelah ia suci dari haidh tanpa mandi terlebih dahulu, yaitu suaminya bisa menceraikannya atau bisa mendekatinya.
  • Apakah Tuhan itu harus ditakuti atau dicintai?!
    11186 Akhlak Praktis
    Mencintai dan keterjalinan antara takut dan harapan, serta tentang cinta dalam kaitannya terhadap Tuhan, bukan merupakan suatu hal yang mengejutkan. Karena masalah ini adalah sesuatu yang lumrah dan memenuhi kehidupan kita. Namun karena saking jelasnya masalah ini terkadang membuat kita lalai darinya.
  • Apa keistimewaan-keistimewaan spiritual Alquran dari sudut pandang Alquran itu sendiri dan juga hadis?
    389 Ulumul Quran
  • Apa perbedaan antara imam dan khalifah?
    20080 Garis Besar
    Kendati menurut pandangan sebagian cendekiawan Ahli Sunnah, seperti Ibnu Khaldun, tidak ada perbedaan antara imam dan khalifah, dan keduanya adalah satu makna yaitu pelanjut dari pemilik syariat dalam menjaga agama dan kebijakan atau politik dunia, akan tetapi, secara umum dan ringkas bisa dikatakan bahwa kedudukan imâmah, sebagaimana ...
  • Bagaimana kita dapat mengenal Tuhan, menjadikannya sebagai sandaran dan mencintai-Nya?
    9458 Teologi Lama
    Konsep tentang Tuhan merupakan konsep yang paling umum dan sederhana. Demikian sederhananya sehingga dapat dipahami oleh seluruh manusia, bahkan oleh mereka yang menafikan wujud Tuhan sekalipun. Kendati pengenalan esensi dan hakikat Zat Tuhan mustahil bagi manusia namun masih banyak jalan untuk memperoleh keyakinan terhadap wujud Tuhan. Jalan-jalan untuk mengenal Tuhan ...
  • Apakah bermasalah berhubungan badan dengan putri bibi yang telah ditalak oleh suaminya?
    5821 Hukum dan Yurisprudensi
    Apabila ia sebelumnya telah menikah dan telah menerima talak, setelah berlalunya masa iddah, maka Anda dapat menikahnya secara permanen (daim). Namun Anda tidak dapat menikahi putri bibi Anda sebelum berakhirnya masa iddah. Bagaimanapun tanpa membaca akad, berhubungan badan dengan wanita seperti ini adalah haram hukumnya. ...
  • Mengapa Imam Hasan As tidak melakukan perlawanan seperti saudaranya?
    10353 Sejarah Para Pembesar
    Setiap kejadian sejarah harus dikaji dan dijelajahi dengan memperhatikan pelbagai kondisi dan situasi politik yang berkembang pada zamannya.Tindakan pertama Imam Hasan As setelah naiknya ke tampuk pemerintahan adalah menyiapkan pasukan untuk menghadapi eskalasi pasukan Muawiyah.  Namun sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi masyarakat Imam memilih berdamai dan menghindar ...
  • Tolong jelaskan syarat-syarat sah dalam wasiat?
    5026 Wasiat
    Wasiat adalah perbuatan yang dilakukan seseorang dengan menganjurkan bahwa selepas meninggalnya supaya (orang yang telah ditunjuknya, wakil atau wali) mengerjakan sesuatu untuknya atau berkata setelah meninggalnya maka hartanya diperuntukkan untuk seseorang, atau untuk anak-anaknya sendiri dan orang-orang yang ikhtiar mereka berada di tangannya. Seseorang yang berwasiat disebut ...
  • Adakah riwayat dari Rasulullah Saw berkenaan dengan penyebutan Ali bin Abi Thalib dengan laqab Imam?
    5310 Tipologi dan Keunggulan Sifat
    Rasulullah Saw dalam banyak peristiwa menyebut dan memanggil Imam Ali As baik dengan namanya langsung (Ali)[1] atau pun dengan pelbagai gelar dan julukannya (seperti Abu Turab).[2] Salah satu gelar khusus Ali As adalah Amir al-Mukminin As. Gelar ini diberikan oleh Rasulullah ...

Populer Hits