Advanced Search
Hits
8014
Tanggal Dimuat: 2012/04/04
Ringkasan Pertanyaan
Apakah ada contoh kasus dalam sejarah bahwa hanya dengan sekali pandangan para Imam Maksum As, mereka telah memberikan petunjuk batin?
Pertanyaan
Apakah ada contoh kasus dalam sejarah bahwa hanya dengan sekali pandangan para Imam Maksum As, mereka telah memberikan petunjuk batin?
Jawaban Global

Mengingat bahwa makam imâmah adalah makam realisasi tujuan-tujuan mazhab dan hidayah (petunjuk) bermakna menyampaikan seseorang hingga tujuan akhir, tidak sekedar memberikan bimbingan, maka makam imâmah ini juga mencakup petunjuk takwini; artinya pengaruh batin dan penetrasi spiritual imam dan pancaran cahaya wujudnya bersinar dalam hati manusia dan demikianlah makna hidayah (petunjuk). Karena itu, banyak kejadian manusia memperoleh petunjuk berkat pengaruh makam spiritual Imam Maksum As.

Jawaban Detil

Mengingat bahwa makam imâmah adalah makam realisasi tujuan-tujuan mazhab dan hidayah (petunjuk) bermakna menyampaikan hingga tujuan akhir, tidak sekedar memberikan bimbingan, maka makam imâmah ini juga mencakup petunjuk takwini; artinya pengaruh batin dan penetrasi spiritual imam dan pancaran cahaya wujudnya bersinar terang dalam hati manusia dan demikianlah makna hidayah (petunjuk).

Karena itu, banyak kejadian manusia memperoleh petunjuk berkat pengaruh makam spiritual Imam Maksum As. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa tujuan pengutusan para nabi dan pengiriman para rasul adalah untuk memberikan petunjuk (hidayah) kepada seluruh manusia. Petunjuk ini terbagi menjadi dua bagian:

  1. Petunjuk (hidayah) bermakna menunjukkan jalan; artinya tugas yang dikerjakan setiap nabi.
  2. Mengantarkan hingga tujuan dan menyampaikan pada maksud. Hidayah atau petunjuk  ini juga memiliki dua bagian lain:
  1. Petunjuk tasyri’i dan realisasi agenda-agenda agama; baik dengan membentuk pemerintahan, melaksanakan hukum-hukum Islam (hudud) dan keadilan sosial, atau melalui penggemblengan dan pembinaan jiwa-jiwa secara amali (dengan praktik), kedua hal ini adalah media realiasi tujuan-tujuan para nabi dan merupakan program yang sangat berat lantaran memerlukan selaksa tipologi seperti ilmu, takwa, keberanian, dan keahlian manajerial dalam mengatur urusan umat.
  2. Petunjuk takwini dan menyampaikan kepada tujuan melalui pengaruh dan penetrasi spiritual imam dan pancaran cahaya wujudnya bersinar dalam hati manusia yang merupakan sebuah perjalanan spiritual dan intrinsik. Tentu saja, program seperti ini, menuntut tipologi dan kesiapan yang lebih banyak pada diri seorang manusia.[1]

 

Mengingat peran imam dalam memberikan petunjuk pada umat manusia karena itu banyak kejadian manusia memperoleh petunjuk berkat pengaruh makam spiritual dan batin Imam Maksum As. Sebagai contoh adalah kisah berikut ini:

“Hasan bin Ali bin Fadhal berkata, “Saya adalah seorang yang bermazhab Waqifi dan atas dasar akidah ini saya pergi ke Mekah. Tatkala saya memasuki Mekah tiba-tiba terlintas sebuah gagasan dalam pikiran saya. Saya memegang Multazim[2] (pintu Ka’bah) dan berkata, “Tuhanku! Engkau tahu apa yang terlintas dalam benakku dan apa yang menjadi keputusanku! Berikanlah petunjuk kepadaku untuk menemukan sebaik-baik jalan agama. Terbetik dalam hatiku untuk pergi berjumpa Imam Ridha As. Saya bertolak menuju Madinah. (Setibanya di Madinah) Beberapa saat saya berdiri di hadapan rumah dan berkata kepada pembantu Imam Ridha As untuk memberikan izin masuk. Katakan kepadanya bahwa seorang pria dari Irak berada di depan pintu. Saya mendengar suara Imam Ridha As dan mempersilahkan aku masuk. Saya masuk, begitu matanya tertuju kepadaku, beliau bersabda, “Allah Swt telah mengabulkan doamu dan demikianlah Dia memberikan petunjuk kepadamu.” Saya berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah hujjah Allah Swt dan penjaga amanah-Nya di muka bumi.”[3] [iQuest]

 

 


[1]. Sekelompok penulis di bawah pengawasan Dr. Yazdi Mutlaq, Imâmat Pazyuhesyi (Barrasi Didgâh-e Imâmiyah, Mu’tazilah wa Asyairah), hal. 80, Nasyir, Danesygah ‘Ulum Islami Radhawi, Masyhad, Cetakan Pertama, 1381 S.  

[2]. Sebuah tempat yang terletak di antara Hajar al-Aswad dan pintu Ka’bah. Sebab tempat ini dinamai dengan Multazim karena iltizâm dan memegang tempat itu adalah amalan yang dianjurkan ketika berhaji.  

[3]. Syaikh Shaduq, ‘Uyûn Akhbâr al-Ridhâ As, jil. 12, hal. 219, Intisyarat-e ‘Ilmiyah Islamiyah, Teheran, Cetakan Pertama.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259614 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245494 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229395 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214153 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175493 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170857 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167233 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157344 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140159 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133451 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...