Advanced Search
Hits
11900
Tanggal Dimuat: 2011/04/07
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana seorang astronaut menentukan arah kiblat? Bagaimana ia berwudhu dan mengerjakan shalat? Apakah shalatnya itu harus ia kerjakan secara lengkap atau diringkas?
Pertanyaan
Saya ingin tahu tentang teman saya yang kini tengah mengikuti pelajaran perjalanan ke luar angkasa. Pertanyaan saya bagaimana orang menentukan kiblat di luar angkasa? Bagaimana ia berwudhu dan mengerjakan shalat? Apakah shalatnya harus ia kerjakan secara utuh (tamâm) atau diringkas (qashar)?
Jawaban Global

Shalat-shalat wajib, bagaimana pun kondisinya, tidak akan pernah gugur dari setiap mukallaf. Setiap Muslim yang telah mencapai usia baligh (usia taklif) maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat bagaimana pun kondisinya.

Manusia yang melakukan perjalanan ke luar angkasa atau berada di pesawat luar angkasa apabila ia dapat menemukan media atau fasilitas di sebuah tempat yang diam (tidak bergerak) maka ia harus mengerjakan shalat dalam kondisi diam (istiqrâr). Apabila ia tidak dapat menemukan tempat atau fasilitas tersebut maka  ia harus mengerjakan shalat bagaimana pun kondisinya meski dengan isyarat.

Orang-orang yang berada di luar angkasa, apabila ia berdiri pada arah bumi maka ia berdiri mengarah kepada kiblat. Namun apabila ia tidak mampu mengidentifikasi dan menentukan arah bumi maka ia harus mengerjakan shalat keempat arah (apabila mungkin). Jika tidak memungkinkan, maka cukup baginya untuk mengerjakan shalat seberapa arah pun yang ia mampu.[1]

Adapun terkait dengan wudhu, apabila ia dapat dan memungkinkan baginya untuk berwudhu maka ia harus berwudhu. Apabila tidak memungkinkan maka ia harus bertayammum. Apabila bertayammum juga tidak mungkin baginya maka sesuai dengan ihtiyâth, ia harus mengerjakan shalat tanpa wudhu dan tayammum, dan setelah itu, ia harus mengerjakan qadha shalat-shalat yang ia kerjakan tanpa wudhu dan tayammum.[2]

Adapun sehubungan dengan meringkas shalat (qashar) atau mengerjakannya secara utuh (tamâm), apabila ia mengetahui bahwa masa tinggalnya akan memakan waktu sepuluh hari atau lebih di suatu tempat maka ia harus mengerjakan shalat secara utuh (tamâm). Apabila tidak demikian maka ia harus mengerjakannya dengan meringkasnya (qashar).

Namun jika profesinya adalah seorang astronaut, apabila setelah perjalanan pertama, ia tidak tinggal di negerinya selama sepuluh hari atau lebih atau di luar negerinya maka pada perjalanan kedua shalatnya harus dikerjakan secara utuh (tamâm). Namun apabila ia menetap selama sepuluh hari di negerinya atau di luar negerinya lalu kembali melakukan perjalanan luar angkasa maka shalatnya harus dikerjakan secara ringkas (qashar).[3] [IQuest]


[1]. Dengan memanfaatkan Istifta’at Imam Khomeini Ra, Pertanyaan-pertanyaan 28 dan 29. Taudhih al-Masâil Marâji’, jil. 1, hal. 434, Masalah 784.  

[2]. Imam Khomeini, Taudhih al-Masâil, jil. 1, hal. 381, Masalah 686. Ibid, Pertanyaan 339.   

[3]. Taudhih al-Masâil Marâji’, jil. 1, Masalah 1312.

Jawaban Detil
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259969 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245723 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229610 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214418 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175727 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171094 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167512 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157570 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140424 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133619 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...