Advanced Search
Hits
18268
Tanggal Dimuat: 2010/05/18
Ringkasan Pertanyaan
Apakah manusia mungkin dapat menjalin hubungan dengan jin?
Pertanyaan
Apakah manusia dapat menjalin hubungan dengan jin? Apabila ia dapat menjalin hubungan itu, bagiamana hubungan tersebut dapat dijelaskan dan dibenarkan?
Jawaban Global
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil.
Jawaban Detil

Al-Qur’an membenarkan keberadaan jin dan menyebutkan beberapa tipologi jin sebagai berikut:

1.     Jin adalah satu makhluk yang diciptakan dari api berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah.[1]

2.     Jin memiliki ilmu, pemahaman, dapat mengidentifikasi hak dan batil, memiliki kemampuan logika dan bernalar.[2]

3.     Memiliki taklif dan tanggung jawab.[3]

4.     Sebagian dari mereka mukmin, saleh dan sebagian lainnya kafir.[4]

5.     Jin akan dibangkitkan dan disidang di mahkamah hari Kiamat.[5]

6.     Kemampuan untuk melakukan infiltrasi di langit dan mengambil berita, istiraq dan kemudian dilarang.[6]

7.     Menjalin hubungan dengan sebagian manusia dan dengan informasi terbatas terkait dengan sebagian rahasia, ia membisikkanya kepada manusia.[7]

8.     Di antara mereka ada yang memiliki banyak kekuatan dan kekuasaan sebagiamana di antara manusia demikian adanya.[8]

9.     Kemampuan untuk melakukan sebagian pekerjaan yang dibutuhkan manusia.[9]

10.  Penciptaan mereka di bumi sebelum penciptaan manusia.[10]

11.  Dalam kisah Nabi Sulaiman As, tatkala jin Ifrith mengklaim dapat menghadirkan singgasana Bilqis ke hadapan Sulaiman, sebelum ia bangkit dari tempat duduknya.[11] Nabi Sulaiman tidak mengingkari jin tersebut kendati dalam Al-Qur’an tidak disebutkan bahwa jin Ifrith menghadirkan singgasana tersebut.[12]

 

Dari sekumpulan ayat ini dapat disimpulkan bahwa jin bukan merupakan makhluk imaginatif (khiyâli) dan delutif (wahmi). Jin adalah makhluk ril material dan manusia dapat menjalin hubungan dengannya. Sebagian manusia ada yang menjalin hubungan dengannya. Meski semenjak dahulu antara manusia dan jin, ragam model hubungan ini tergambarkan akan tetapi kita hanya dapat menerima ragam model tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat standar.

Di sini kami akan menyebutkan sebagian dari model hubungan ini seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an, riwayat dan ucapan ulama:

A.    Berlindung kepada jin; dalam al-Qur’an disebutkan: “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari golongan jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Qs. Jin [72]:6) Kebiasaan orang-orang Arab tatkala menerima berita-berita yang menakutkan maka mereka berlindung kepada jin di tempat itu. Kemudian Islam melarang perbuatan ini dan menitahkan manusia untuk berlindung kepada Sang Pencipta jin dan manusia.[13]

B.    Memperalat jin; memperalat jin dan menjadikan mereka sebagai pelayan, kendati hal ini mungkin dapat dilakukan, namun bagaimana pandangan fukaha terkait dengan persoalan bahwa apakah perbuatan ini boleh atau tidak? Dalam hal ini terdapat pembahasan. Kadar yang pasti bahwa perbuatan yang haram secara syar’i itu tidak boleh dilakukan atau menjadi sebab terganggunya dan tersakitinya mereka. Juga tidak boleh memperalat mereka untuk pekerjaan-pekerjaan haram dan ilegal; karena mengerjakan perbuatan ilegal adalah haram terlepas bahwa perbuatan tersebut dilakukan dengan perantara atau tanpa perantara.[14]

 

Tatkala Ayatullah Agung Khamenei ditanya ihwal bagaimana hukumnya merujuk kepada orang-orang yang menyembukan orang sakit dengan cara memperalat jin, dengan memperhatikan adanya keyakinan bahwa mereka hanya melakukan perbuatan baik. Ayatullah Agung Khamenei menjawab, “Perbuatan ini pada dasarnya bermasalah, (namun hukumnya) halal dengan syarat bahwa perbuatan ini harus dilakukan melalui jalan syar’i.[15]

 

Penjelasan lebih jauh silahkan lihat beberapa referensi berikut ini:

  1. Kemampuan Setan dan Jin, Pertanyaan 883.

  2. Setan, Malaikat atau Jin?, Pertanyaan 857

  3. Kitâb Jin wa Syaithân, Tahqiq-e Qur’âni, Riwâi wa ‘Aqli, Ali Ridha Rijal Tehrani.



[1]. “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api. (Qs. Al-Rahman [55]:15)

[2]. Bilangan ayat pada surah al-Jin.

[3]. Bilangan ayat pada surah al-Jin dan al-Rahman.

[4]. Bilangan ayat pada surah al-Jin dan al-Rahman.

[5]. Ibid, 15.

[6]. Ibid,  9.

[7].  Ibid, 6.

[8]. ‘Ifrit dari golongan jin berkata, “Aku akan mendatangkan singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” (Qs. Al-Naml [27]:39)

[9].  Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhan-nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring (besar) seperti kolam, dan periuk yang tetap (berada di atas tungku) yang ia kehendaki. Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Qs. Saba [34]:12-13)

[10]. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Qs. al-Hijr [15]:27)

[11]. Qs. al-Naml (27):30-40

[12]. Abdullah Jawadi Amuli, Tafsir Maudhu’i, jil. 1, hal. 119.

[13]. Silahkan lihat, Bihar al-Anwar, jil. 92, hal. 148, [al-Mahasin] Qala Rasulullah Saw, “Idza taghawwalati al-ghilan faadzinnu bi adzan al-shalat.”

[14].  Minhaj al-Shâlihin, Khui, Abu al-Qasim Khui, jil. 2, hal. 8.

[15]. Tauhdhi al-Masâil (Al-Mahsyi lil Imâm Khomeini), jil. 2, hal. 980, Pertanyaan 1232.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260132 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245826 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229700 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214491 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175832 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171193 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167599 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157647 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140492 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133675 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...