Advanced Search
Hits
8165
Tanggal Dimuat: 2012/04/11
Ringkasan Pertanyaan
Apakah di alam arwah terdapat waktu dan zaman?
Pertanyaan
Waktu dan zaman adalah konsep rasional yang terabstraksi dari sifat entitas-entitas materi sebagaimana konsep tentang kekekalan yang terabstraksi dari karakter entitas-entitas nonmateri. Dalam konteks ini, ruh adalah salah satu dari entitas nonmateri dan di alam nonmateri tidak terdapat waktu dan zaman, karena zaman adalah salah satu sifat dan karakter alam materi. Namun, sebagaimana kata “zaman” yang digunakan untuk suatu “ruang” di alam materi maka kata “dahr” digunakan untuk suatu “wadah” di alam nonmateri.
Jawaban Global

Waktu dan zaman adalah konsep rasional yang terabstraksi dari sifat entitas-entitas materi sebagaimana konsep tentang kekekalan yang terabstraksi dari karakter entitas-entitas nonmateri. Dalam konteks ini, ruh adalah salah satu dari entitas nonmateri dan di alam nonmateri tidak terdapat waktu dan zaman, karena zaman adalah salah satu sifat dan karakter alam materi. Namun, sebagaimana kata “zaman” yang digunakan untuk suatu “ruang” di alam materi maka kata “dahr” digunakan untuk suatu “wadah” di alam nonmateri.

Jawaban Detil

Boleh dikatakan bahwa seluruh filosof Islam sepakat tentang definisi zaman yakni sejenis besaran dan kuantitas bersambung yang bersifat berlalu (temporal) dan tidak konstan (menetap) yang teraksiden terhadap benda-benda dan entitas-entitas materi dengan perantaraan gerak. [1]

Filosof semisal Mulla Sadra menerima secara global dua karakter zaman yang disebutkan oleh para filosof terdahulu, antara lain:

  1. Zaman adalah suatu perkara yang tidak menerima pembagian dan merupakan suatu kuantitas.
  2. Zaman tidak terlepas hubungannya dengan gerak.

 

Dengan demikian, Mulla Sadra menolak dua kekhususan lain yang dijabarkan oleh filosof sebelumnya:

  1. Filosof sebelumnya memandang zaman dan gerak merupakan aksiden-aksiden eksternal, sementara dia beranggapan kedua perkara itu adalah aksiden-aksiden analitik alam materi yang satu sama lain hanya dapat dipisahkan di alam pikiran.
  2. Filosof lain beranggapan bahwa gerak hadir bersama dengan zaman dan ditempatkan dalam kategori aksiden terkhusus gerak rotasi planet yang merupakan sumber gerak benda-benda dan dengan perantaraan ini mereka memperkenalkan zaman itu sebagai manifestasi wujud benda-benda. Dengan demikian, hakikat zaman menurut pendangan Mulla Sadra adalah dimensi dan batasan temporal serta tidak konstan yang dimiliki oleh setiap benda di samping batasan konstan seperti panjang, lebar, tinggi, dan volume.

 

Menurut Mulla Sadra, zaman merupakan konsep akal yang terabstraksi dari sifat hakiki benda-benda di alam materi sebagaimana konsep tentang kekekalan dan keabadian yang terabstraksi dari karakter hakiki realitas-realitas di alam nonmateri.[2] Di dalam istilah filsafat, redaksi kata “dahr” digunakan untuk ukuran waktu di alam nonmateri, sebagaimana kata “zaman” itu sendiri yang digunakan ukuran waktu di alam materi dan kata “sarmadi” untuk wujud Tuhan.[3]

Perlu diketahui bahwa, pertama: awal-akhir-zaman adalah untuk perkara-perkara-zaman dan realitas-realitas yang berada di luar zaman tidak terukur dengan besaran dan periode zaman, dengan demikian, masa lampau, masa kini, dan masa mendatang adalah sama bagi realitas-realitas ini dan fenomena-fenomena yang terikat dengan zaman hadir di hadapannya.[4]

Kedua, ruang, zaman, perubahan, dan gerak merupakan kelemahan dan batasan yang dimiliki oleh realitas-realitas di alam materi, sementara di alam nonmateri atau alam kesempurnaan tidak memiliki batasan dan kelemahan ini, karena para filosof secara global membagi tiga alam:

  1. Alam akal, alam ini tidak terikat dengan materi dan sifat-sifatnya dari aspek zat dan perbuatannya.
  2. Alam mitsal (barzakh), alam ini adalah alam nonmateri, namun memiliki sebagian sifat-sifat materi seperti bentuk, dimensi, posisi, dan semacamnya.
  3. Alam materi dan alam natural.[5]

 

Berdasarkan pembagian ini, realitas-realitas yang berada di alam materi memiliki kebergantungan dan keterikatan dengan sifat-sifat materi itu sendiri seperti ruang (tempat), zaman, gerak, dan perubahan. Hal ini berbeda dengan dua alam lainnya yang lebih tingggi dari alam materi, alam akal (rasional) dan alam mitsal (imaginal). Dengan demikian, di alam arwah yakni alam nonmateri (alam rasional dan alam imaginal) tidak memiliki zaman, namun memiliki “dahr” yang diposisikan sama seperti besaran zaman di alam materi.

Tidak ada keraguan berkaitan dengan kenonmaterian ruh[6] dan argumen-argumen yang menegaskan tentangnya telah dijelaskan.[7] Pada kesempatan ini, ada baiknya salah satu argumen tersebut dijelaskan: Setiap manusia memiliki dua bentuk yang terpersepsi dan terindera, partikularitas dan universalitas. Partikularitas dicerap melalui lima indera lahiriah (penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa) dan obyek-obyek yang dicerap itu berada di luar badan manusia. Jenis lain dari yang diindera oleh manusia adalah bersifat universal yang berada di alam pikiran manusia, yakni di akal dan ruh manusia, seperti aspek-aspek universal dari pengetahuan dan aksioma-aksioma pertama seperti setiap keseluruhan lebih besar dari bagiannya. Perlu ditekankan bahwa pikiran, akal, dan memori merupakan dimensi-dimensi jiwa dan ruh manusia. Jiwa dan ruh manusia “wadah” bagi realitas-realitas universal, aksioma-aksioma pertama, dan kaidah-kaidah pengetahuan.

Realitas-realitas universal ini tidak berwujud secara ekstenal di alam materi, namun hadir pada jiwa dan ruh manusia. Oleh karena itu, “wadah” dari realitas-realitas itu tidak mungkin bersifat materi, karena antara “wadah” dan “yang terwadahi” harus memiliki kesesuaian. “Yang terwadahi” itu yakni realitas-realitas universal adalah bersifat nonmateri, karena itu “wadah”-nya yakni jiwa dan ruh manusia pun bersifat nonmateri.[8] Nasiruddin Thusi dengan ungkapan yang sederhana menegaskan tentang kenonmaterian jiwa dan ruh, “Jiwa dan ruh adalah substansi nonmateri, karena realitas-realitas universal juga bersifat nonmateri.”[9]

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah dengan menegaskan tentang kenonmaterian jiwa, ketinggian alam-alam nonmateri, zaman yang merupakan sifat alam materi, alam materi merupakan alam terendah, maka menjadi jelaslah bahwa zaman yang memiliki fungsi dan sifat hakiki di alam materi tidak memiliki pengaruh di alam ruh (arwah) karena alam ini bersifat nonmateri yang terlepas dari sifat-sifat kematerian. [iQuest]

 

 

 

 

 


[1]. Gerak didefinisikan secara sederhana sebagai suatu perubahan bertahap. Definisi lain dari gerak adalah berubahnya sesuatu secara bertahap dari alam potensial ke alam aktual. Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Amuzyesy-e Falsafeh (Daras Filsafat Islam), hal. 266, Penerbit Sazeman Tablighat, Cetakan Kedua, Teheran, 1366 S. Muhammad Taqi Misbah  Yazdi, Âmuszesy-e Falsafeh, jil.  2, hal. 148.

[2]. Ibid, hal. 149.

[3]. Kedua istilah ini terkadang digunakan berlawanan dengan kategori ‘waktu’ dan bermakna ‘hubungan’. Oleh karena itu dikatakan ‘hubungan’ kekekalan dengan perubahan adalah ‘dahr’.

[4]. Ibid, hal. 149.

[5]. Asytiyani, Mirza Ahmad, Taraiful Hikam, jil.  1, hal. 22. Penerbit Kitabkhobeh Shaduq, cetakan ketiga, Tehran, 1362 Miladi Persia.

[6]. Makna ayat al-Quran adalah ruh tertiup yag berada pada manusia diperkenalkan bersumber dari alam malakut dan disandarkan langsung kepada Tuhan. Hal ini menampakkan bahwa ruh berada lebih tinggi dari alam materi, dan zaman yang merupakan salah satu karakter alam materi tidak sesuai dengan alam arwah. Silahkan lihat al-Qur’an, surah al-Mukminun: 12-14, Qs. Sajadah: 7-9. Muhammad Hadi Ma’rifat, Ulum-e Quran, jil.  1, hal. 27-31. Penerbit Attamhid, Qum, 1378 S.

[7]. Sebagai contoh Allamah Hasan Zadeh Amuli mengungkapkan lebih dari tujuh puluh argumen tentang kenonmaterian ruh. Lihatlah: Hasan, Hasan Zadeh Amuli, catatan kaki kitab Kasyf al-Murâd, al-maqshad ats-tsani, hal. 278, Muassasah Nasyr Islami, 1417 H.

[8]. Sayyid Abul Qashim Husaini Jabli, hal. 84. Penerbit Jami’a al-Mudarrisin, Qum, 1387 S.

[9] Allamah Hilli, Syarh Tajrid al-‘Itiqâd, al-Qism al-tsani, al-Maqshad al-Khamis, hal. 185.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa perbedaan alam barzakh dengan alam jin?
    10839 Alam Barzakh 2013/11/27
    Alam barzakh adalah alam yang terbentang antara dunia materi dan kiamat. Periode alam barzakh ini akan bermula semenjak masa kematian hingga masa digelarnya hari kiamat (baca: alam kubur).[1] Adapun terkait dengan jin-jin, mereka sekarang ini hadir di dunia kita;[2] karena itu ...
  • Apa saja yang harus dilakukan untuk menghilangkan sifat tergesa-gesa?
    29451 Akhlak Teoritis 2012/04/14
    “’Ajalah” dan terburu-buru merupakan hal yang dilarang dalam ajaran agama. Dan maksudnya adalah melakukan sebuah perbuatan dengan terburu-buru. Terdapat perbedaan antara ‘ajalah (terburu-buru) dan sur’at (mengerjakan tepat pada waktunya). Sur’at adalah ketika manusia telah menyiapkan pelbagai pendahuluan dan syarat-syarat yang diperlukan, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mengerjakan ...
  • Apakah seluruh ayat al-Qur’an memiliki sya’n al-nuzûl atau tidak? Bagaimana kedudukan sya’n al-nuzûl dalam upaya manusia memahami al-Qur’an?
    51055 Tafsir 2011/09/18
    Ayat-ayat al-Qur’an terbagi menjadi dua bagian. Sekelompok ayat yang memiliki sya’n al-nuzûl (sebab-sebab pewahyuan) dan sekelompok lainnya tidak memiliki sya’n al-nuzûl, misalnya sebagian ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan mabdâ (hari permulaan), ma’âd (hari akhir), hal-hal yang detil berhubungan dengan dunia pasca kematian dan seterusnya.
  • Apakah memberi dakwaan kepada seseorang atas kemurtadannya diperlukan hukum dari hakim syar’i?
    6383 Hukum dan Yurisprudensi 2012/03/08
    Pertanyaan Anda telah kami kirimkan ke kantor-kantor para Marja’ Agung Taklid dan menerima jawaban-jawaban mereka sebagai berikut: Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Kemurtadan tidak memerlukan adanya hukum dari hakim syar’i. Apabila ia mengingkari seluruh prinsip-prinsip agama (ushuludin), mengingkari risalah atau mendustakan Nabi ...
  • Mengapa mihrab sebagian masjid itu berada di bawah atau lebih rendah dari posisi makmum?
    4701 Serba-serbi 2015/04/18
    Salah satu syarat sahnya salat berjamaah adalah posisi makmun tidak boleh lebih rendah dari posisi imam jamaah.[1] Karena itu di sebagian masjid untuk melaksanakan arahan fikih seperti ini, pada waktu bersambungnya shaf-shaf ke halaman atau tempat-tempat lain di masjid yang lebih berada pada posisi ...
  • Makna Islam pada ayat 19 surah Ali Imran?
    31177 Kalam Jadid 2009/08/09
    Islam secara leksikal bermakna totalitas penyerahan diri (taslim) tanpa reserved dan tedeng aling-aling di hadapan Tuhan. Agama merupakan penjelas segala harapan Tuhan terhadap manusia dalam bidang pemikiran, kondisi, perilaku personal dan sosial, dan juga bentuk hubungan manusia dengan dirinya, orang lain dan ...
  • Berikan penjelasan mengenai biografi Imam Hadi as?
    1108 Imam Hadi As 2021/06/23
  • Demikian juga bersalaman dengan seorang wanita tua non-mahram?
    4634 Sebagian Hukum 2015/05/27
    Bersalaman dengan non-mahram tidak dibolehkan dan satu-satunya kriteria dalam masalah ini bukanlah daya tarik atau terpancing gejolak seksualnya. Beberapa Lampiran: Jawaban Marja Agung Taklid terkait dengan pertanyaan di atas adalah sebagai berikut: Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali): Tidak diperbolehkan. Ayatullah Agung Shafi Gulpaigani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):
  • Apakah makruh hukumnya membawa serta anak kecil menghadiri majlis tarhim (khataman al-Qur’an) dan mendatangi kuburan?
    26198 Akhlak Praktis 2012/02/02
    Mengikusertakan anak kecil dalam majelis-majelis dan acara-acara keagamaan seperti ke masjid atau acara-acara duka pada bulan Muharram atau momen-momen keagamaan lainnya seperti ikut serta dalam salat Idul Fitri, Idul Adha dan perayaan-perayaan keagamaan adalah tindakan positif dan sangat bermanfaat untuk membina afeksi-afeksi keagamaan mereka. Namun sehubungan dengan ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang signifikansi puasa dan Ramadhan dalam al-Quran dan hadis.
    7828 روزه و رمضان 2013/08/15
    Allah Swt, dalam al-Quran mengenai bulan Ramadhan berfirman bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan diturunkannya penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Mengenai kenapa bulan Ramadhan terpilih sebagai bulan puasa, adalah karena bulan ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    252091 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    243375 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    227457 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    211561 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    173464 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    168805 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    159806 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    155433 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    136759 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    132213 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...