Advanced Search
Hits
7527
Tanggal Dimuat: 2013/01/23
Ringkasan Pertanyaan
Apakah kandungan hadis berikut ini ada benarnya bahwa Imam Ali As bersabda, “Ya Allah, perbaikilah kami, dengan apa yang engkau perbaiki dengannya para khulafa’ rasyidin?”
Pertanyaan
Tolong jelaskan hadis berikut ini. Apakah hadis seperti ini terdapat pada literatur primer dan standar Syiah? “Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya, bahwa seseorang dari Quraisy datang menghadap Amirul Mukminin, lalu berkata: aku mendengar engkau berkata dalam khotbah: “Ya Allah, perbaikilah kami, dengan apa yang engkau perbaiki dengannya para khulafa’ rasyidin”, siapakah mereka? Ali menjawab: mereka adalah kedua kekasihku, kedua pamanku, Abubakar dan Umar, dua imam yang membawa petunjuk, dua syaikhul Islam, dua ksatria Quraisy, dua orang yang menjadi panutan setelah Rasulullah saaw, siapa yang mengikuti jejak mereka, pasti terjaga (dari kesesatan).” Al-Syâfî fi al-Imâmah, Syarif Murtadha, jil. 3, hal 93-94 «وروى جعفر بن محمد عن أبیه أن رجلا من قریش جاء إلى أمیر المؤمنین(ع) فقال سمعتک تقول فی الخطبة آنفا: اللهم أصلحنا بما أصلحت به الخلفاء الراشدین فمن هم، قال: حبیبای وعمای أبو بکر وعمر إماما الهدى وشیخا الاسلام ورجلا قریش، والمقتدى بهما بعد رسول الله(ص) من اقتدى بهما عصم، ومن اتبع آثارهما هدی إلى صراط مستقیم»
Jawaban Global
Buku “al-Syâfi fi al-Imâmah” merupakan karya Sayid Murtadha dalam menjawab sebuah buku yang berjudul al-Mughni karya Qadhi Abdul Jabbar.
Kita tahu bahwa di antara dua ulama terdahulu (qadim) terdapat tradisi seperti ini bahwa dalam menyanggah sebuah buku mereka mengutip persis apa yang disebutkan dalam buku yang disanggah kemudian mereka memberikan kritikan atasnya.
Riwayat yang dijelaskan pada buku al-Syâfi pada dasarnya merupakan nukilan dari buku Qadhi Abdul Jabbar dimana Sayid Murtadha setelah menjelaskan obyek kritikan, kemudian melontarkan kritikannya.
Karena itu, sebagaimana riwayat ini tidak disebutkan dalam kitab riwayat Syiah, riwayat semacam ini tidak diterima oleh Sayid Murtadha.
Jawaban Detil
Riwayat yang diklaim sebagai dinukil dari Imam Shadiq As dari ayah-ayahnya dari Amirul Mukminin Ali As tidak ada satu pun disebutkan dalam kitab-kitab riwayat Syiah.
Benar dalam buku al-Syâfi fi al-Imâmah karya Sayid Murtadha riwayat ini dijumpai seperti ini.  Sayid Murtadha yang lebih dikenal sebagai Alamal Huda merupakan salah seorang ulama besar Syiah dan salah seorang murid Syaikh Mufid.
Sebelum membahas riwayat ini ada baiknya kami jelaskan sedikit tentang kitab “al-Syafi fi al-Imamah” sebagai berikut:
“Salah satu hal yang menjadi perhatian Sayid Murtadha adalah menjawab pelbagai masalah dan kesamaran dalam bidang akidah. Qadhi Abdul Jabbar Muktazili, salah seorang ulama besar Muktazilah Ahlusunnah, menulis sebuah buku bernama al-Mughni. Dalam buku ini Qadhi Abdul Jabbar berusaha merobohkan fondasi keyakinan mazhab Imamiyah Sayid Murtadha sebagai lawannya menulis sebuah buku al-Syâfi fi al-Imamah yang dapat dengan baik menolak pelbagai tuduhan dan khayalan Qadhi Abdul Jabbar. Seorang alim Sunni lainnya bernama Abul Hasan Bashri menulis bantahan atas kitab al-Syafi karya Sayid Murtadha. Kemudian, Sayid Murtadha menginstruksikan salah seorang muridnya bernama Salar bin Abdul Aziz untuk menulis buku menjawab pelbagai pertanyaan Abul Hasan Bashri. Salar dalam membantah buku Abul Hasan Bashri menulis sebuah buku bernama “Al-Radd ‘ala Abi al-Hasan al-Bashri fi Naqdhihi Kitâb al-Syâfi fi al-Imâmah.[1]
Syaikh Thusi, yang meringkas kitab ini, berkata tentang buku ini, “Tatkala saya melihat buku Sayid Murtadha ini, saya menemukan sesuatu yang saya cari-cari selama ini. Buku ini telah sampai pada tujuan finalnya. Buku ini mengumpulkan pelbagai kesamaran (syubhat) baru dan lama para penentang kemudian memberikan jawaban atasnya. Namun objeksi yang terdapat pada kitab ini tidak ditulis berdasarkan metode para penulis kitab standar; karena mereka pertama-tama mengemukan pelbagai syubhat dan kemudian menjawabnya dengan dalil-dalil, namun model singkret yang dilakukan oleh Sayid Murtadha ini tidak akan begitu jelas kecuali bagi sebagian orang ahli ilmu; karena itu para alim besar menginstruksikan untuk meringkas buku ini kemudian saya pun mulai meringkas buku ini.”[2]
Seorang alim kontemporer, Syaikh Mughniyah menyampaikan pendapatnya tentang tentang buku ini, “(Dengan segala kebaikan dan keunikan buku ini) sayang sekali literatur-literatur buku ini tidak dicatat dan dicetak. Bab-bab buku ini terkadang tidak runut dan sistematis. Buku ini dengan segala kebesarannya yang hamper mencapai seribu halaman, ‘apabila tiada “bismillah” pada awalnya dan doa pada akhirnya, maka awal dan akhirnya juga tidak ketahuan.  Ucapan Abdul Jabbar bercampur satu sama lain dengan ucapan Syarif Murtadha sehingga seolah-olah ucapan satu orang, atau seolah sebuah baju yang dijahit dengan satu kancing.” Sebagimana yang dapat dipahami dari ucapan Syaikh Mughniyah dalam buku ini, ucapan-ucapan Qadhi Abdul Jabbar bercampur satu sama lain dengan ucapan Sayid Murtadha, sedemikian sehingga terkadang cukup susah membedakan mana ucapan Sayid Murtadha dan mana ucapan Qadhi Abdul Jabbar.”[3]
Nah dengan memperhatikan pelbagai tipologi buku maka kita dapat dengan mudah memberikan penilaian terhadap riwayat yang diajukan pada pertanyaan di atas.
Riwayat tersebut disebutkan pada jilid ketiga buku ini. Sayid Murtadha berkata, “Dan disebutkan: Ikutilah kedua khalifah setelahku dan diriwayatkan bahwa Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari Amirul Mukminin bahwa…”[4] Sebagaimana jelas dari teks buku ini, Sayid Murtadha dalam hal ini berada pada tataran menukil ucapan Qadhi Abdul Jabbar dan jelas bahwa hal itu bukan merupakan ucapan Sayid Murtadha.
Sayid Murtadha pada halaman ini, secara berurutan mengutip ucapan-ucapan Qadhi Abdul Jabbar terkait dengan masalah khilafah Rasulullah Saw[5] dan kemudian pada beberapa halaman berikutnya ia mulai melontarkan kritikan terhadap ucapan-ucapan tersebut.[6]
Sayid Murtadha dalam melontarkan kritik terhadap ucapan-ucapan Qadhi Abdul Jabbar. Ia membantah riwayat ini dan semisalnya kemudian berkata, “Riwayat-riwayat yang kami jadikan sebagai sandaran dalil adalah riwayat-riwayat yang diterima oleh kedua belah pihak (Syiah dan Sunni) dan riwayat yang Anda kutip ini hanya diterima oleh Anda sendiri. Tentu sangat berbeda. Dari sisi lainnya, kami memiliki riwayat mutawatir dan masyhur terkait dengan khilafah Amirul Mukminin Ali As karena beberapa riwayat ini tidak dapat Anda bantah.[7] [iQuest]
 

[1]. Diadaptasi dari Pertanyaan 5085.  
[2]. Muhammad bin Hasan Thusi, Talkhish al-Syafi, jil. 1, hal. 61, Intisyarat Muhibbin, Qum, 1382 S.  
[3]. Diadaptasi dari Pertanyaan 5085.
[4]. Sayid Murtadha, al-Syafi fi al-Imamah, jil. 3, hal. 93 dan 94, Ta’liqihi Abduzahra al-Husaini, Markaz Abhats al-‘Aqaidiyyah, Qum, Tanpa Tahun.  
[5]. Al-Syafi fi al-Imamah, jil. 3, hal, hal. 93 – 96.
[6]. Ibid, jil. 3, hal. 96.  
[7]. Ibid, hal. 98, 101 dan 102. 
 
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Imam Shadiq As memilih putranya Ismail melalui jalur nash sebagai penggantinya?
    9179 Sejarah Para Pembesar 2011/12/21
    Imam Shadiq As tidak mengeluarkan nash sehubungan dengan imâmah (kepemimpinan) dua putranya, Ismail dan Abdullah. Namun mengingat kondisi yang berkembang pada masa itu sedemikian peliknya sehingga Imam Shadiq As tidak dapat memperkenalkan Imam Musa Kazhim As di hadapan khalayak sebagai penggantinya. Karena setiap detik terdapat kemungkinan terbunuhnya Imam ...
  • Bagaimana kedudukan Abdullah bin Abbas dalam masyarakat Islam dan bagaimana pula hubungannya dengan Imam Ali As?
    10762 Sejarah 2017/08/09
    Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib lahir ketika Kaum Muslimin dikepung di Syi’ib Abu Thalib. Ia bersama ayahandanya, masuk Islam beberapa waktu sebelum Fathu Makkah. Sebagian literatur menyebutkan tentang doa-doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad Saw untuk Abdullah bin Abbas. Bagaimanapun, ia adalah sosok penting dalam sejarah Islam. ...
  • Apa yang dimaksud dengan pernyataan bahwa para Imam Maksum As tidak memiliki kemandirian eksistensial?
    8317 دانش، مقام و توانایی های معصومان 2012/09/15
    Pembahasan ini biasanya mengemuka sehubungan dengan pembahasan makam dan kedudukan para Imam Maksum As. Inti dari pembahasan ini adalah bahwa kita meyakini bahwa para Imam Maksum As, dengan bersandar pada beberapa riwayat, memiliki makam-makam dalam bidang ilmu, kekuasaan, wilayah dan lain sebagainya yang akibatnya boleh jadi menimbulkan ...
  • Apa maksud dari ucapan Allah yang menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat?
    11228 Sifat Dzatiyah 2014/02/06
    Allah Swt, pada ayat 24 surah al-Syura (42) dalam kaitannya dengan kekuatan kalimat-Nya, berfirman: «أَمْ یَقُولُونَ افْتَرى‏ عَلَى اللَّهِ کَذِباً فَإِنْ یَشَإِ اللَّهُ یَخْتِمْ عَلى‏ قَلْبِک و یَمْحُ ...
  • Apakah arti dan hakikat Ramadhan itu?
    8290 روزه و رمضان 2015/05/03
    Ramadhan secara leksikal berarti panas yang menyengat, panasnya batu, intensitas sinar matahari. Juga dikatakan bahwa ramadhan diambil dari asal kata “harr” yang artinya adalah kembali dari gurun menuju kota. Secara teknis ramadhan adalah nama bulan ke-9 bulan Hijriah, bulan-bulan Islam dan bulan turunnya al-Quran. Imam Sajjad As ...
  • Apa hukum merayakan acara perceraian dalam pandangan Islam?
    2262 Talak 2021/06/23
  • Apakah derajat kredibilitas ayat-ayat al-Qur’an lebih tinggi atau riwayat-riwayat muktabar?
    12042 Ulumul Quran 2011/04/07
    Al-Qur’an dan riwayat-riwayat muktabar keduanya merupakan literatur utama agama dan memiliki tingkat kredibilitas dan otoritas (hujjiyah) utama (dapat dijadikan sebagai sandaran argumentasi). Sekaitan dengan al-Qur’an tidak lagi mengemuka pembahasan tentang sanad dan periwayatannya. Karena ayat-ayat al-Qur’an bersifat eksak (madhbuth) dan jelas serta diturunkan ...
  • Pada tahun berapa nuzul al-Quran berakhir?
    18960 Ulumul Quran 2015/04/18
    Terdapat perbedaan dalam riwayat-riwayat yang menerangkan tentang surat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam sebagian riwayat, surat yang terakhir turun bagi Nabi Saw adalah surahl-Nashr dan dalam riwayat yang lain surah Baraat (surah al-Taubah) merupakan surah terakhir. Dan pada sebagian riwayat yang lainnya lagi ayat 281 surah ...
  • Apakah Rasulullah Saw bermuka masam ketika melihat seorang fakir di antara para orang kaya?
    15497 Kemaksuman 2012/12/16
    Empat ayat pendahuluan surah ‘Abasa secara umum merupakan penjelas bahwa Allah Swt tengah menegur dan menyalahkan seseorang pada ayat-ayat ini; berdasarkan kronologi ayat ini, di sini orang atau orang-orang kaya dan hartawan lebih memiliki prioritas atas seorang buta yang mencari kebenaran, namun siapakah orang yang tengah dicela dan ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266521 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248912 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232076 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    218910 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178431 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173149 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170232 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161350 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144035 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136052 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...