Advanced Search
Hits
124208
Tanggal Dimuat: 2013/07/15
Ringkasan Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Pertanyaan
Malaikat Rokib dan Atid, pencatat amal baik dan buruk, apakah hanya berjumlah 2 ataukah berjumlah banyak, yang ada pada setiap manusia, apa dasar hukumnya dan bagaimana analoginya?
Jawaban Global
Allah Swt dalam al-Quran berfirman,
﴿ما یَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَیْهِ رَقیبٌ عَتیدٌ﴾
 Tiada suatu ucapan pun (baik atau buruk) yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Raqib dan Atid (malaikat pengawas yang selalu hadir). (Qs. Qaf [50]:18)
Dalam sebagian riwayat, di antaranya riwayat yang dikutip dari Imam Shadiq As, “Bagi setiap orang terdapat dua malaikat yang menulis apa pun yang diucapkan oleh manusia dan kemudian menyerahkan catatan itu kepada dua maliakat yang lebih tinggi darinya dimana dua malaikat itu memisahkan ucapan-ucapan baik dan buruk dan masing-masing menulis secara terpisah kedua ucapan itu.”[1]
Dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang juga menyatakan bahwa nama atau sifat dua malaikat ini adalah Raqib dan Atid sebagaimana sebuah riwayat yang menjelaskan kisah obrolan orang mati dengan Salman Persia; dalam riwayat itu disebutkan, “Tatkala seseorang meninggal terdapat dua malaikat yang menyampaikan salam dan memiliki rupa yang sangat menawan satunya duduk di sebelah kanan dan satunya lagi duduk di sebelah kirinya. Kedua malaikat itu berkata, “Kami membawa catatan amalan kalian, Ambillah!” Manusia bertanya, “Catatan apakah gerangan?”  “Kami adalah dua malaikat yang bersamamu di dunia dan mencatat seluruh perbuatan baik dan burukmu. Catatan ini adalah catatan perbuatanmu. Segala catatan baik berada di tangan Raqib dan catatan buruk di tangan Atid.  Manusia dengan melihat catatan-catatan baiknya akan bergembira dan tatkala melihat catatan-catatan buruknya akan bersedih dan menangis..”[2]
Dengan mendudukkan secara berdampingan apa yang telah dijelaskan dan riwayat-riwayat yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki dua petugas pencatat amalan-amalan manusia yang bernama Raqib dan Atid yang senantiasa menyertai manusia hingga ia akhir hayatnya. Karena itu, seukuran jumlah setiap manusia terdapat dua malaikat yang menyertainya, Raqib dan Atid.
Namun asas dan falsafah penyertaan dua malaikat ini atas manusia sesuai dengan sabda Imam Shadiq As bahwa penyertaaan dua malaikat ini atas manusia menjadi sebab supaya para hamba dalam menaati Allah Swt dan menjauhi maksiat lebih berhati-hati dalam amalan-amalan dan tindakan-tindakannya. Boleh jadi manusia berpikir ingin melakukan maksiat dan dosa, namun dengan mengingat kedudukan dua malaikat tersebut maka ia tidak lagi ingin melakukan dosa dan berkata, “Tuhanku melihatku dan para penjagaku akan memberikan kesaksian atasku.”
Demikian juga Allah Swt dengan kemurahan dan kemuliaan-Nya (di samping Raqib dan Atid) meletakkan dua malaikat lainnya sebagai wakil manusia sehingga membela manusia dalam menghadapi jerat-jerat setan dan godaan-godaan pelbagai makhluk yang tidak dapat melakukan sesuatu apa pun tanpa izin Allah Swt hingga ajal menjemputnya.[3] [iQuest]
 

[1]. Husain bin Said Kufi Ahwazi, al-Zuhd, Riset dan editor oleh Ghulam Ridha Irfaniyan Yazdi, hal. 53, al-Mathba’at al-‘Ilmiyah, Qum, Cetakan Kedua, 1402 H.
«مَا مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَ مَعَهُ مَلَکَانِ‏ یَکْتُبَانِ مَا یَلْفِظُهُ ثُمَّ یَرْفَعَانِ ذَلِکَ إِلَى مَلَکَیْنِ فَوْقَهُمَا فَیُثْبِتَانِ مَا کَانَ مِنْ خَیْرٍ وَ شَرٍّ وَ یُلْقِیَانِ مَا سِوَى ذَلِک».  
[2]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, Diriset dan diedit sekelompok periset, jil. 22 hal. 374-376, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1403 H.  
[3]. Manusia memiliki malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya dari perintah (keputusan) Allah (yang belum pasti). Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum (akibat perbuatan mereka sendiri), maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Qs. Al-Ra’ad [13]:11) Bihar al-Anwar, jil. 5, hal. 323.  
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hukum menyemir rambut dengan warna hitam?
    9134 Hukum dan Yurisprudensi
    Menyemir rambut kepala dan wajah (janggut) baik dengan perantara inai atau warna hitam adalah mustahab (dianjurkan). Menyemir rambut kepala dan wajah tidak hanya tidak bermasalah bahkan dianjurkan dalam beberapa riwayat:مُحَمَّدُ بْنُ یَعْقُوبَ عَنْ عَلِیِّ بْنِ إِبْرَاهِیمَ عَنْ أَبِیهِ عَنِ ابْنِ ...
  • Bagaimana pandangan Islam terkait dengan asuransi?
    14702 Tafsir
    Asuransi atau pertanggungan adalah sejenis perjanjian dan ikrar antara dua orang baik ia sebagai pribadi (personal) atau mewakili lembaga (korporate) yang mana seorang atau lembaga penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan ...
  • 4421 تألیفات شیعی
    Pengguna Site Islam Quest Yang Budiman! Pertama: Hingga kini seluruh hubungan material yang terdapat di alam semesta belum lagi terungkap bagi manusia; artinya tiada seorang pun yang dapat memahami hubungan apa yang terjalin antara hukum-hukum agama dan masalah-masalah materi! Kedua: Boleh jadi tambahan rezeki (atau penghasilan) adalah ...
  • Apakah membakar dupa untuk menghindar dari kena mata memiliki sandaran agama?
    7325 چشم زخم و طلسم
    Hingga kini, ilmu dan akal manusia masih tak mampu untuk memahami sebagian dari hakikat dan realitas. Kena mata merupakan salah satu fenomena, yang minimal hingga hari ini, tidak mampu dibuktikan dengan akal dan ilmu manusia, sebagaimana tidak adanya dalil untuk menolak dan menafikannya. Namun dengan merujuk pada ...
  • Apa yang menjadi sebab-sebab meletusnya perang Shiffin dan Nahrawan?
    58049 Sejarah Kalam
    Faktor terpenting meletusnya perang Shiffin adalah penolakan Muawiyah untuk berbaiat kepada Baginda Ali As dengan dalih bahwa Baginda Ali As terlibat dalam kasus pembunuhan Usman. Tatkala perang nyaris berakhir dengan kemenangan sempurna Amirul Mukminin, dengan tipu-daya Amr bin Ash peperangan berakhir dan dengan peristiwa arbitrase (hakamain) yang mengharuskan ...
  • Mengapa orang-orang Yahudi disebut sebagai Yahudi?
    7323 Teologi Lama
    Terdapat perbedaan pendapat terkait dengan pemberian nama orang Yahudi sebagai Bani Israel. Sebagian mengatakan bahwa “yahud” berarti mendapat petunjuk dan sebabnya adalah karena kaum Nabi Musa As telah bertaubat atas penyembahannya terhadap sapi.
  • Apakah haram mengadakan acara ulang tahun?
    11522 Hukum dan Yurisprudensi
    Acara ulang tahun (maulid atau milad) bukan merupakan tradisi islami. Dalam ajaran-ajaran Islam tidak dianjurkan bagi manusia untuk mengandakan acara milad dan ulang tahun untuk memperingati hari lahirnya. Kami tidak ingin mengecam tradisi baru ini, meski pada saat yang sama juga kami tidak menerima impor tradisi-tradisi bangsa lain ...
  • Apa yang menjadi falsafah penciptaan kawasan kering dan gurun?
    5337 Teologi Lama
    Allah Swt menciptakan segala sesuatu, baik langit dan bumi, pegunungan, lautan, hutan belantara dan gurun, kesemuanya berdasarkan manfaat-manfaat dan kemaslahatan-kemaslahatan. Penciptaannya berdasarkan kebenaran dan tidak terdapat kebatilan di dalamnya.[1] Namun manusia tidak mampu memahami dan mencerap kemaslahatan-kemaslahatan ini. Apabila hutan-hutan dan lautan memiliki manfaat ...
  • Dengan melihat bahwa beribu-ribu tahun lamanya setan beribadah kepada Tuhan, apakah ia tidak berhak mendapat pertolongan-Nya?
    14197 Teologi Lama
    Berdasarkan firman Allah Swt dalam Al-Qur’an bahwa setan itu dari golongan jin dan mereka juga seperti manusia memiliki taklif (tugas syar’i).Sesuai dengan sabda Imam Ali As: “Setan selama enam ribu tahun telah beribadah (kepada Allah Swt) dan tidak ...
  • Apakah yang disebutkan dalam buku Haqqul Yaqin yang menyebutkan bahwa Imam Mahdi Ajf akan keluar dalam keadaan telanjang itu ada benarnya?
    6820 Tanda-tanda Kemunculan Imam Mahdi
    Berdasarkan sejumlah riwayat, salah satu tanda kemunculan Imam Zaman Ajf adalah munculnya seruan-seruan dari langit. Salah satu seruan ini adalah seruan yang disertai dengan tampaknya sebuah gambar di poros matahari. Riwayat yang menyebutkan hal ini adalah riwayat yang terkadang salah diterjemahkan. Terjemahan yang tepat adalah “Dan pada ...

Populer Hits