Advanced Search
Hits
4289
Tanggal Dimuat: 2014/09/24
Ringkasan Pertanyaan
Salat memohon hujan (istisqâ) itu apa? Apakah orang-orang dapat dipaksa untuk mengerjakan salat ini?
Pertanyaan
Bagaimana hukum puasa 3 hari sebelum dan puasa 1 hari saat ritual istisqâ' atas intruksi pengasuh pondok?
Jawaban Global
Di antara salat yang dianjurkan (mustahab) untuk dikerjakan adalah salat istisqâ. Istisqâ bermakna memohon untuk dapat meminum air. Tatkala hujan jarang turun, sungai-sungai menjadi kering dan langit disebabkan oleh merajalelanya dosa-dosa, kufur nikmat, hak-hak tidak ditunaikan, mengurangi timbangan, kezaliman, meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar, dan seterusnya, bersikap bakhil, maka salat istisqâ – sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat – menjadi mustahab (dianjurkan) untuk dikerjakan.
Adapun tata cara pelaksanaannya; seperti pelaksanaaan salat Idul Fitri dan Idul Qurban, terdiri dari dua raka’at. Tidak ada masalah apabila dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri dengan niat raja’. Pada setiap raka’atnya membaca surah al-Fatiha dan salah satu surah (yang pendek) dan pada raka’at pertama, setelah membaca surah, membaca takbir sebanyak lima kali dan usai setiap kali takbir, membaca qunut. Pada raka’at kedua membaca empat kali takbir dimana setiap usai takbir, membaca qunut dan pada qunut mencukup membaca doa apa saja dan lebih baik membaca doa qunut yang mencakup permohonan hujan, meminta rahmat dan perhatian Allah Swt untuk mengirim hujan  dan membuka pintu-pintu langit dan sebelum membaca doa menyampaikan shalawat ke atas Muhammad dan Keluarga Muhammad Saw.
Hal-hal yang dianjurkan supaya dikerjakan dalam salat ini adalah sebagai berikut:
  1. Membaca dengan keras sebagaimana membaca surah-surah pada salat id itu dianjurkan.
  2. Dianjurkan orang-orang untuk berpuasa tiga hari dan keluar rumah pada hari ketiga. Dan mengatur sedemikian sehingga hari ketiga ini adalah hari Senin dan apabila tidak dapat dilakukan demikian, jatuhnya pada hari Jumat mengingat hari Jumat adalah hari yang memiliki kemuliaan dan keutamaan.
  3. Imam beserta warga, dengan tenang dan tentram, khusyu dan dalam kondisi memohon pergi ke lapangan luas memilih tempat yang suci untuk mengerjakan salat dan lebih baik keluar dengan telanjang kaki sebagai bentuk permohonan untuk menarik rahmat Ilahi.
  4. Membawa serta mimbar ke lapangan dan para muaddzin bergerak di hadapan imam.
  5. Bapak-bapak tua dan ibu-ibu renta, anak-anak dan hewan berkaki empat keluar bersama mereka, anak-anak bayi dipisahkan dengan ibu-ibu mereka supaya mereka menangis sehingga menjadi sebab turunya rahmat Ilahi serta tidak mengajak orang-orang kafir dzimmi dan non dzimmi untuk ikut bersama warga masyarakat ke lapangan.[1]
Patut untuk diperhatikan bahwa mengerjakan salat ini dan pendahuluan-pendahuluannya sepenuhnya bebas dan tidak boleh ada pemaksaan dalam hal ini. Akan tetapi orang-orang yang memikul tanggung jawab di tengah masyarakat seperti para pengasuh pondok dan kepala sekolah dapat meminta santri-santri dan murid-muridnya apabila mereka ingin dapat ikut serta dalam rangkaian acara ini secara kolektif. [iQuest]
 

[1]. Sayid Ruhullah Musawi Khomeini, Tahrir al-Wasilah, terjemahan Persia oleh Ali Islami, jil. 1, hal. 445-447, Qum, Daftar Intisyarat Islami, Cetakan Ke-21, 1425 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    252343 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    243386 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    227468 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    211573 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    173472 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    168814 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    159853 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    155436 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    136764 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    132222 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...