Hits
5608
Tanggal Dimuat: 2011/11/20
Ringkasan Pertanyaan
Mengingat bahwa Tuhan tidak dapat dikenal melalui pikiran lantas bagaimana kita mengenal-Nya namun tidak terjebak syirik?
Pertanyaan
Salam. Saya berharap Anda senantiasa sehat dan mendapatkan taufik yang melimpah dalam mengerjakan tugas keseharian Anda. Mengingat bahwa manusia tidak mampu mencerap seluruh realitas dan bahwa Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an, “Tiada sesuatu yang serupa dengan-Nya.” Lantas bagaimana kita dapat mengilustrasikan (mengenal) Tuhan dan pada saat yang sama kita tidak terjebak dalam kekufuran dan perbuatan musyrik. Terima kasih.
Jawaban Global

Sehubungan dengan jalan yang valid dan benar dalam mengenal Allah Swt harus dikatakan bahwa sesuai dengan riwayat-riwayat kriteria utamanya adalah menjauhi penyerupaan (tamtsil) dan peniadaan (ta’thil) sifat-sifat pada Tuhan. Untuk penjelasan lebih jauh, kami persilahkan Anda untuk merujuk pada jawaban detil.

Jawaban Detil

Mengenal Tuhan melalui jalur makrifat terhadap jelmaan-jelmaan dan manisfestasi-manisfestasi Tuhan dapat dilakukan dan pada puncaknya arif sempurna menemukan Tuhan dalam dirinya. Hal ini dapat dilakukan melalui jalur manifestasi Tuhan atas hatinya. Untuk menjelaskan hal ini sesuai dengan riwayat-riwayat kriteria utama yang digunakan adalah adalah menjauhi penyerupaan (tamtsil) dan peniadaan (ta’thil) sifat-sifat Tuhan.

Sehubungan dengan penyerupaan (tamtsil) dan peniadaan (ta’thil) sifat-sifat Tuhan harus dikatakan:

Memandang Tuhan suci dan jauh dari segala sifat dan keserupaan yang dapat digambarkan dalam benak, dari sudut pandang pikiran bagi kebanyakan manusia yang belum lagi dapat memahami Tuhan melalui hati dan penyingkapan (syuhud), secara praktis berujung pada ta’thil (peniadaan sifat) tentang Tuhan. Peniadaan (ta’thil) dalam sifat-sifat Tuhan bermakna bahwa pada saat ia meyakini tentang Tuhan namun secara praktis memutus Tuhan dari kerajaan-Nya dan memandang mustahil adanya hubungan antara Sang Pencipta (Khaliq) dan yang dicipta (makhluk).

Adapun penyerupaan (tasybih) adalah lawan kata ta’thil yang bermakna memandang Tuhan sama atau serupa dengan seluruh makhluk; sebagaimaan dinukil bahwa memandang Tuhan satu dengan makhluk-makhluk (jamak) adalah kufur dan memandang Tuhan terpisah (darinya) juga adalah ta’thil. Menyatukan kedua hal ini adalah tauhid. [1]

Karena itu menghindari ta’thil bermakna bahwa kita tidak boleh dengan menafikan setiap sifat dari Tuhan kita menafikan Tuhan (sama sekali) dan tidak menerima kehadiran jamal dan jalal-Nya di alam semesta. Menghindari tasybih (menyerupakan) juga bermakna bahwa dalam penampakan-penampakan yang mencitrakan dan merefleksikan Tuhan kita tidak boleh memandang penampakan-penampakan itu dan menganggapnya sebagai mitra Tuhan, melainkan kita harus memandang Penciptanya.

Dengan kata lain, Tuhan sekali-kali tidak akan dapat digambarkan dan dipahami melalui pikiran. Jalan benar untuk mengenal Tuhan adalah jalan hati. Jalan hati adalah sebuah jalan cinta kepada seluruh manifestasi Ilahi sehingga kita dapat menemukan makrifat tentang-Nya.

Dalam maqam cinta (isyq) sejati, makrifat terhadap penampakan-penampakan Tuhan dan manifestasi-manifestasi-Nya adalah identik dengan makrifat itu sendiri; bukan identik dengan penampakan-penampakan dan juga tidak terpisah dari-Nya. Kesempurnaan makrifat ini adalah pengenalan terhadap manusia sempurna. [iQuest]

Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat indeks terkait berikut ini:

Kemungkinan Mengenal Tuhan 4607 (Site: 4908)

Mengenal dan Mencintai Tuhan 1609 (Site: 1611)

Fitrah dan Mengenal Tuhan 1041 (Site: 1105)

Tasbih dalam Salat dan Disertai dengan Pujian (hamd) 9803 (Site: 9773)



[1] . Diadaptasi dari Pertanyaan 9803 (Site: 9773). Sayid Haidar Amuli, Jâmi’ al-Asrâr wa Manba’ al-Anwâr, hal. 117, Intisyarat-e Ilmi wa Farhanggi, 1368. Hasan Zadeh Amuli, Mumid al-Himâm, hal. 109, Wizarat-e Farhanggi wa Irsyad Islami, 1378.  

«ان الجمع بلا تفرقه زندقه و التفرقه بدون الجمع تعطیل و الجمع بینهما توحید»

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana Fir’aun diazab dikarenakan perbuatan- perbuatannya yang merupakan ujian Tuhan?
    6922 ابتلا و امتحان 2012/05/19
    Salah satu sunnah-sunnah Ilahi yang tidak mengalami perubahan adalah ujian dan cobaan untuk para hamba. Ujian dan cobaan ini terjadi dengan segala sebab dan dengan perantaraan kejadian-kejadian yang beragam. Terkadang Allah Swt menggunakan orang zalim sebagai perantara dalam menguji orang-orang lain sementara orang zalim tersebut ...
  • Dengan memperhatikan kemaksuman Rasulullah Saw, apakah wilâyah mutlak fakih pada masa kita adalah seperti wilâyah mutlak Rasulullah Saw?
    5244 Hukum dan Yurisprudensi 2010/11/11
    Wilâyah mutlak fakih merupakan satu terminologi fikih yang menyoroti domain segala aktifitas wilâyah dan orang-orang yang berada di bawah naungan wilâyah dan mengingkari pelbagai batasan dalam domain ini. Dengan kata lain, terminologi ini menjelaskan bahwa domain wilâyah fakih tidak terbatas pada sebagian khusus orang seperti orang-orang gila, orang-orang tua dan ...
  • Apakah yang menjadi rintangan-rintangan tabligh para Nabi?
    3757 Mengenal Penghalang 2017/06/22
    Terdapat rintangan-rintangan dalam proses kemasyarakatan agama dan untuk mencapai tujuannya. Al-Quran telah menyebutkan rintangan-rintangan tersebut, diantaranya: 1. Kesombongan dan mengikuti hawa nafsu: «أَ فَکُلَّما جاءَکُمْ رَسُولٌ بِما لا تَهْوى‏ أَنْفُسُکُمُ اسْتَکْبَرْتُمْ فَفَریقاً کَذَّبْتُمْ وَ فَریقاً تَقْتُلُون» “Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak ...
  • Bagaimana penafsiran irfani ayat 12 surah al-Fusshilat itu?
    9061 Mengenal Manusia 2013/11/27
    Pada ayat yang menjadi obyek pertanyaan kita membaca, «فَقَضاهُنَّ سَبْعَ سَماواتٍ فی‏ یَوْمَیْنِ وَ أَوْحى‏ فی‏ کُلِّ سَماءٍ أَمْرَها وَ زَیَّنَّا السَّماءَ الدُّنْیا بِمَصابیحَ وَ حِفْظاً ذلِکَ تَقْدیرُ الْعَزیزِ الْعَلیم» “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap ...
  • Apakah Ibnu Taimiyah itu seorang muhaddits (Ahluhadits)?
    7094 Dirayah al-Hadits 2012/07/18
    Gelar muhaddits berbeda dengan Ahluhadits. Muhaddits adalah seseorang yang dalam ilmu hadis berfungsi sebagai media dalam periwayatan atau memiliki kitab mustanad (yang memiliki sandaran standar) dalam hadis. Adapun Ahluhadits adalah sekelompok orang yang memiliki keyakinan khusus dalam pelbagai masalah teologis. Akan tetapi ...
  • Apakah mungkin menggunakan metodologi Barat untuk mengenal epistemologi Islam?
    11231 Kalam Jadid 2010/05/20
    Islam adalah agama makrifat dan pengetahuan tentang hakikat. Islam sebagai agama makfirat tidak dapat bersikap reaktif dan ekstrem terhadap pelbagai isme dan pemahaman seperti rasionalisme, empirisme dan setiap metode umum lainnya. Namun demikian, tidak mengenal kedudukan masing-masing metode pemikiran, metode keilmuan dan upaya untuk mengkaji Islam dengan ...
  • Apakah hakikat ruh berdasarkan hadis-hadis Islam dan mengapa hal ini tidak diutarakan secara komprehensif dalam al-Quran?
    69199 روح و نفس 2012/07/17
    Kata ruh mempunyai maksud yang berbeda dalam berbagai disiplin ilmu. Kata ini dalam masing-masing ilmu memiliki makna istilah yang khas, begitu pula dalam al-Quran, terdapat makna tipikal yang yang diungkapkan dengan intepretasi-intepretasi yang berbeda. Terdapat beberapa asumsi mengenai hakikat dari makna ruh yang dipersoalkan pada ...
  • Tolong Anda jelaskan dalil-dalil rasional dan referensial atas hidupnya Imam Zaman Ajf?
    7897 Teologi Lama 2010/09/23
    Eksistensi Imam Zaman Ajf dan imâmahnya merupakan pembahasan imâmah khusus yang untuk menetapkannya kita tidak dapat menggunakan dalil-dalil rasional secara langsung, melainkan dengan memberdayakan dalil-dalil rasional dalam pembahasan imâmah secara umum. Pembahasan imâmah secara umum berkisar tentang kemestian adanya imam pada ...
  • Sekiranya Aisyah adalah Ummul Mukminin dan al-Quran menyatakan kesuciannya lantas mengapa ia mengangkat senjata berperang melawan Imam Ali As dalam perang Jamal?
    8922 امهات المؤمنین 2012/05/30
    Apabila yang Anda maksud kesucian dalam pertanyaan sebagai kesucian mutlak dan multi dimensional seperti kandungan ayat tathir maka sejatinya ayat tathir hanya mencakup Rasulullah Saw, Imam Ali As, Fatimah Sa, Imam Hasan As dan Imam Husain As dan tidak menyangkut para istri Nabi Saw. Namun apabila yang ...
  • Apakah taklid tidak bertentangan dengan pesan Kitab Suci, “Tiada paksaan dalam beragama?” Mengapa Imam Ali As mencela perbedaan dalam fatwa?
    5291 Filsafat Hukum 2010/11/08
    Kebanyakan orang tidak memiliki kemampuan untuk sampai pada tingkatan keilmuan sehingga ia mampu memanfaatkan sumber-sumber utama (Al-Qur’an dan Sunnah) meski dengan belajar, meneliti dan melakukan jihad ilmu apatah lagi tanpa belajar, meneliti dan melakukan jihad ilmu untuk menjalankan hukum-hukum Ilahi dan menunaikan taklifnya. Lantaran ...

Populer Hits