Advanced Search
Hits
12675
Tanggal Dimuat: 2011/10/22
Ringkasan Pertanyaan
Keunggulan apa yang terdapat pada madrasah-madrasah dan sistem-sistem religius dan non-religius?
Pertanyaan
Saya ini mencari tahun kriteria apa yang dapat digunakan untuk memilah madrasah-madrasah dan sistem-sistem religius dan non-religius? Sehingga dapat ditempatkan pada tingkatan-tingkatan lebih tinggi dan lebih rendah?
Jawaban Global

Pertama-tama kiranya kita perlu mengingatkan bahwa kemiripan asli antara agama Islam dan agama-agama samawi lainnya yang belum mengalami penyimpangan adalah pengukuhan tauhid dan monoteisme di muka bumi dan membebaskan manusia dari penghambaan selain Tuhan. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan dalam al-Qur’an, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut.”

Apabila kita memandang kemiripan ini satu bahkan agama Kristen dan Yahudi dengan seruan tauhid dan monotheisme para nabi seperti Isa As dan Musa As dengan prinsip-prinsip Ilahinya yang jauh dari distrosi maka agama-agama ini memiliki keunggulan atas ajaran-ajaran dan maktab-maktab non-religius. Meski pada setiap masa, sebagian pengikut agama-agama Ilahi ini, karena tidak mengindahkan prinsip-prinsip pertama ajaran agamanya sedemikian sehingga mereka melakukan distorsi atas kitab Taurat dan Injil. Dan pada akhirnya, mereka membuat agama-agama ini mirip dengan maktab-maktab non-religius.

Keunggulan terpenting dan nilai maktab dan sistem religius atas non-religius adalah membangunkan fitrah kemanusiaan dan mengaktualisasi segala potensi kesempurnaan moril yang terpendam dalam dari manusia. Dengan kata lain, menyiapkan ruang bagi perubahan secara gradual dalam diri manusia untuk melintasi dari alam potensial menuju alam aktual berdasarkan asas-asas dan nilai-nilai valid agama.

Jawaban Detil

Pertama-tama kiranya kita perlu mengingatkan bahwa kemiripan asli antara agama Islam dan agama-agama samawi lainnya yang belum mengalami penyimpangan adalah pengukuhan tauhid dan monoteisme di muka bumi dan membebaskan manusia dari penghambaan selain Tuhan. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan dalam al-Qur’an, “ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah tagut.” (Qs. Al-Nahl [16]:36)

Apabila kita memandang kemiripan ini satu bahkan agama Kristen dan Yahudi dengan seruan tauhid dan monotheisme para nabi seperti Isa As dan Musa As dengan prinsip-prinsip Ilahinya yang jauh dari distrosi maka agama-agama ini memiliki keunggulan atas ajaran-ajaran dan madrasah-madrasah non-religius. Meski pada setiap masa, sebagian pengikut agama-agama Ilahi ini, tidak mengindahkan prinsip-prinsip pertama ajaran agamanya sedemikian sehingga mereka melakukan distorsi atas kitab Taurat dan Injil. Dan pada akhirnya, mereka membuat agama-agama ini mirip dengan madrasah-madrasah non-religius.

Namun di antara agama-agama Ilahi, Islam memiliki universalitas yang mencakup ajaran-ajaran pada seluruh tingkatan hidup personal dan sosial umat manusia dalam rangka mencapai kebahagiaan. Serba meliputinya agama Islam pertanda luas dan menjuntainya cakupan ajarannya. Universalitas agama Islam seiring sejalan dengan tujuan penurunannya dari sisi Allah Swt.

Tujuan penurunan agama adalah sama dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri. Karena Allah Swt yang menciptakan manusia untuk satu tujuan maka Dia harus menyampaikan hukum-hukum, aturan-aturan praktis dan maarif supaya manusia dapat mencapai tujuan tersebut. Karena itu, Allah Swt mengirimkan pelbagai program dalam pelbagai tingkatan supaya dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia dan seluruh program yang bernama Islam ini dibawa oleh Nabi Muhammad Saw dan para khalifahnya untuk manusia.” [1]

Oleh itu, meski madrasah dan agama Islam memiliki lebih memiliki keunggulan dan universalitas atas agama-agama Ilahi lainnya. Namun secara umum, pelbagai keunggulan dan kriteria asasi yang dimiliki seluruh maktab dan agama Ilahi dari madrasah-madrasah dan ajaran-ajaran non-agamis karena tidak mengikuti salah satu prinsip dan metode agama-agama Ilahi serta sarat dengan penyimpangan seperti Liberalisme. Hal itu akan disinggung secara umum sebagian dari keunggulan dan perbedaan tersebut sebagaimana berikut ini:

 

A.     Keunggulan dan Perbedaan dalam Tujuan

Madrasah-madrasah (school of thoughts) dan sistem-sistem yang prinsip dan metode hidupnya tidak bersandar pada agama, seluruh perhatiannya terbatas secara eksklusif kepada dunia dan humanisme. Dengan kata lain, tujuan mereka yang paling utama adalah semata-mata menyediakan pelbagai kebutuhan hidup duniawi masyarakat dan manusia. [2] Mereka tidak memiliki tujuan yang lebih tinggi dari ini. Namun dalam sistem religius terdapat dua tujuan yang ingin dicapai. Pertama, memenuhi segala kebutuhan dan meraih kebahagiaan di dunia ini. Kedua, menyiapkan kebaikan dan kebahagiaan di akhirat yang abadi.

Tujuan terpenting madrasah dan agama Islam adalah:

Pertama: Pengukuhan tauhid dan monotheisme di muka bumi serta membebaskan manusia dari penghambaan terhadap selain Tuhan.

Kedua: Menciptakan masyarakat teladan dan ideal dengan menegakkan keadilan. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka kitab samawi dan neraca (pemisah yang hak dan yang batil dan hukum yang adil) supaya manusia bertindak adil. Dan Kami menciptakan besi. Pada besi ini terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka memanfaatkannya) dan (juga) supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) dan para rasul-Nya padahal ia tidak melihat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Qs. Al-Hadid [57]:25)

Masalah menegakkan keadilan sosial untuk menciptakan kesempurnaan kemuliaan manusia dan sampai kepada kesempurnaan dan kedekatan di sisi Allah Swt merupakan beberapa program tipikal dalam madrasah Islam. Sementara tiada satu pun school of thought yang non-religius, yang berusaha menciptakan ruang bagi perkembangan dan kemajuan sifat-sifat mulia manusia serta menciptakan ruang yang sesuai bagi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Ketiga: Membangunkan fitrah kemanusiaan dan mengaktualkan segala potensi kesempurnaan yang terpendam dalam diri manusia. Dengan kata lain, menyiapkan ruang bagi perubahan secara gradual dalam diri manusia untuk melintasi dari alam potensial menuju alam aktual berdasarkan asas-asas dan nilai-nilai valid agama.

 

B.     Perbedaan dalam Metode dan Kriteria Baik dan Buruk

Dalam mazhab-mazhab dan madrasah-madrasah non-religius, metode-metode dan program-program mereka, serta identifikasi baik dan buruk, dasarnya dirumuskan dan dipraktikan tanpa memperhatikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip asasi agama dan wahyu. Sesuai dengan kepercayaan mereka, akal dengan sendirinya mampu mengidentifikasi baik dan buruk tanpa bantuan wahyu. Pandangan seperti ini lebih dikenal dalam ranah teologi moderen sebagai rasionalisme ekstrem. Atau sebagian dari mereka, kriteria dalam menentukan baik dan buruk adalah semata-mata afeksi dan perasaan manusia.

Adalah suatu hal yang pasti bahwa tidak mengindahkan nilai-nilai seperti ini akan mengakibatkan merajalelanya prinsip tujuan menghalalkan cara (the end justifies the mean) dalam perbuatan dan prinsip-prinsip etika akan diabaikan begitu saja.

Namun dalam agama Islam, tidak dibenarkan memanfaatkan kriteria-kriteria dan metode-metode yang tidak sesuai dengan moralitas dan kemuliaan Ilahi manusia serta bertentangan dengan nilai-nilai tinggi moral dan merusak kesempurnaan dan kebahagiaan abadi manusia. [3]

 

C.      Perspektif Dwi Dimensi Islam terhadap Manusia dalam Masalah Konstruksi Diri

Agama Islam sehubungan konstruksi diri, kesempurnaan dan kebahagiaan manusia memiliki dua pandangan bagi manusia di jalan ini. Kesuksesan manusia di jalan ini disandarkan pada hal dan pandangan tersebut. Hal ini merupakan realitas bahwa manusia di samping jasmani ia juga memiliki jiwa dan ruh. Manusia tidak boleh hanya dipandang jasmaninya dan dilalaikan ruhnya.

Al-Qur’an, sekaitan dengan penciptaan manusia, menyoroti kedua dimensi tipikal manusia, “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (Qs. Al-Sajdah [32]: 7) Lalu, “Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).” (Qs. Al-Sajdah [32]:8) Demikianlah dimensi jasmani manusia. Sebagai kelanjutannya, al-Qur’an menyebutkan dimensi dan hakikat ruhaninya, “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya,” (Qs. Al-Sajdah [32]:9)

Ruh Ilahi, unsur spiritual adalah unsur mulia dan abadi. Dalam pandangan Islam, unsur metafisikal akan tetap abadi pasca hancurnya badan dan akan menjalani kehiduan abadi, bahagia atau sengsara, sesuai dengan amal dan perbuatannya. Dari sini, antropologi Ilahi akan menjadi tampak nyata bahwa kesempurnaan manusia terletak pada kesempurnaan ruhani dan pada upaya mencapai sifat-sifat mulia kemanusiaan. [4] [IQuest]



[1] Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat indeks terkait, “Dalil-dalil Kebenaran Islam, Pertanyaan 6862 (Site: 6941) ; “Pelbagai Tipologi dan Keunggulan Islam atas Agama-agama Lainnya,” Pertanyaan 12304 (Site: 12069.

[2] . Silahkan lihat indeks, “Rakyat dan Pemerintahan Wilayah Fakih dan Keunggulannya atas Sistem Liberalisme,” Pertanyaan 14413 (Site: 14199)    

[3] . Silahkan lihat beberapa indeks terkait, “Peran Literatur-literatur Agama dalam Etika,” Pertanyaan 562 (Site: 615), “Etika Menyempurna dan Pelbagai Konsekuensinya,” Pertanyaan 563 (Site: 616); “Etika Berasaskan Agama,” Pertanyaan 7078 (Site: 7327)    

[4] . Silahkan lihat beberapa indeks terkait, “Kebahagiaan dan Kesempurnaan Manusia,” Pertanyaan 4504 (Site: 4794) ; “Agama dan Manusia,” Pertanyaan 9 (Site: 1239); “Keabadian Manusia dan Pengalaman Hidup di Dunia,” Pertanyaan 45 (Site: 281); “Manusia dan Kemuliaan,” Pertanyaan 48; “Hubungan Manusia, Agama dan Dunia,” Pertanyaan 11472 (Site: 11437)  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259941 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245686 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229588 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214396 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175698 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171067 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167498 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157554 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140409 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133604 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...