Advanced Search
Hits
10204
Tanggal Dimuat: 2011/08/14
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa dalam ziarah Asyura terlebih dahulu dimulai dengan seratus laknat dan kemudian seratus salam?
Pertanyaan
Mengapa dalam ziarah Asyura terlebih dahulu dimulai dengan seratus laknat dan kemudian seratus salam?
Jawaban Global

Laknat (la’an) secara leksikal bermakna menjauhkan dan mengusir. Tatkala laknat ini berasal dari Allah Swt maka hal itu bermakna siksaan dan azab ukhrawi. Salam bermakna permohonan sebuah jenis kehidupan dengan keselamatan dari Allah Swt bagi yang mendengarkannya.

Terdapat beberapa kemungkinan terkait dengan dalil dan alasan mengapa laknat didahulukan atas salam:

1.     Didahulukannya penyebutan laknat atas salam dengan alasan keselarasan dengan syiar asasi agama-agama Ilahi yaitu lâ ilaha illâLah (Tiada Tuhan selain Allah). Keyakinan dan iman murni akan dapat tercapai tatkala manusia menafikan sesembahan yang lain.

2.     Didahulukannya penyebutan laknat atas salam dengan maksud adanya keselarasan dengan kaidah moral, yaitu didahulukannya tazkiyah dan penyucian diri atas tahliyah dan mengerjakan segala yang baik, dimana keberadaan manusia, akan terlepaskan dahaganya dari air murni wilayah tatkala sama sekali ia tidak ternoda dengan segala bentuk noda ketergantungan pada para musuh wilâyah.

3.     Didahulukannya penyebutan lakna atas salam dan pengulangan laknat yang lebih banyak dalam ziarah Asyura merupakan penjelas realitas bahwa laknat atas para pembunuh Sayid al-Syuhada (Imam Husain As) adalah salah satu tujuan utama ziarah Asyura.

Jawaban Detil

La’an (laknat) bermohon dijauhkan dari rahmat Allah Swt bagi orang-orang yang dilaknat berupa azab dan siksaan Ilahi sebagaimana hal ini dapat disimpulkan dari ayat-ayat al-Qur’an.[1]

Salam kepada para Imam Maksum As meski bermakna memohon jenis kesempurnaan puncak dan terlepas dari segala jenis kekurangan dan kelemahan, dari Allah Swt bagi para manusia suci (maksumin). Namun sesuai dengan makna leksikalnya, salam merupakan penjelas adab dan puncak penerimaan terhadap orang yang diberi salam.[2]

Terkait dengan didahulukannya laknat atas salam terdapat beberapa kemungkinan yang dapat disebutkan di sini:

1.     Syiar asasi seluruh agama Ilahi adalah kalimat tayyibah, la ilaha illaLlah. “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka kamu sekalian sembahlah Aku.” (Qs. Al-Anbiya [21]:25)[3] “Oleh karena itu, barang siapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]:256) Pesan ayat-ayat ini adalah bahwa tauhid murni hanya akan dapat dicapai tatkala segala jenis syirik sebelumnya telah disterilkan. Laknat juga yang merupakan sejenis barâ’at (berlepas diri) lebih dahulu posisinya atas salam yang merupakan manifestasi tawalli (berwilayah); karena sebagaimana yang disebutkan dalam sebagian riwayat, seseorang yang ber-tawalli namun tidak ber-tabarri adalah laksana seseorang yang bermata satu yang hanya melihat fadhâil (pelbagai keutamaan) dan mengabaikan radzâil (pelbagai keburukan).[4] Sesuai dengan riwayat, seseorang yang ber-tawalli namun tidak ber-tabarri digolongkan sebagai pendusta.[5] Karena itu, didahulukannya laknat atas salam boleh jadi menengarai dan menegaskan realitas keberagamaan ini.

2.     Laknat orang-orang yang terkutuk adalah karena tercelanya pelbagai perbuatan mereka dan salam kepada para maksum adalah lantaran keindahan perbuatan mereka. Dalam Islam, rela dan tidak rela terhadap sebuah perbuatan dihukumi sejajar dengan perbuatan itu.[6] Karena itu, berdasarkan prinsip moral yang dijadikan barometer untuk konstruksi diri, pertama-tama yang harus dijauhkan adalah segala yang tercela dan kemudian mengerjakan segala yang baik. Dalam ziarah Asyura juga demikian adanya. Pertama-tama segala yang tercela dari orang-orang yang terkutuk dijauhkan dari rotasi kesempurnaan eksistensial kita sehingga segala kebaikan para manusia suci As yang diperoleh dengan salam tidak terkontaminasi dengan segala keburukan dan cela orang-orang terkutuk itu.

3.     Dalam al-Qur’an disebutkan baik laknat[7] atau pun salam.[8] Sebagaimana dalam ziarah Asyura juga disebutkan laknat demikian juga salam. Namun laknat dalam al-Qur’an dan laknat dalam ziarah Asyura lebih banyak disebutkan ketimbang salam. Sebagai contoh, dalam ziarah Asyura, laknat dinyatakan sebanyak dua puluh satu (21) kali dan salam disebutkan sebanyak dua belas kali (12). Didahulukannya laknat atas salam, sebagaimana pengulangan lebih banyak laknat boleh jadi tengah menyinggung sebuah realitas bahwa laknat lebih memiliki signifikansi, karena sesuai dengan kebiasaan dalam menjelaskan beberapa hal, hal yang sering diulang-ulang tentu saja lebih signifikan, karena itu, di samping disebutkan secara berulang-ulang, ia juga didahulukan atas yang lain. [IQuest]



[1]. “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (Qs. Al-Ahzab [33]:57); “Balasan mereka itu ialah bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya.” (Qs. Ali Imran [3]:87)  

[2]. Sehubungan dengan pelbagai salam yang dinyatakan dalam al-Qur’an, makna salam kepada para maksum As dan bagaimana jawabannya, silahkan lihat Abdullah Jawadi Amuli, Âdâb Fanâi Muqarribân, Syarh Ziyarat Jami’ah Kabirah, jil. 1, hal. 89-107, Daftar Intisyarat-e Islami, Cetakan Keempat.  

 

[3]. “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka kamu sekalian sembahlah Aku.” (Qs. Al-Anbiya [21]:25) dan ayat-ayat lainnya seperti, “Dan Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah, tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Qs. Al-Baqarah [2]:163 dan 255); “Dia-lah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Katakanlah, “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu-lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs. Ali Imran [3]:6 dan 26).

 

[4]. Bihâr al-Anwâr, jil. 65, hal. 63, al-Maktab al-Islamiyah.   

 

[5]. Ibid, jil. 27, Hadis 18, hal. 58.

 

[6]. Imam Ridha As bersabda, “Apabila ada seseorang yang terbunuh di belahan dunia bagian Timur dan seorang lainnya di bagian Barat kemudian ridha dengan pembunuhan ini maka ia tergolong sebagai mitra dalam pembunuhan itu. Bihâr al-Anwâr, jil. 45, hal. 295, Hadis 1. Akan tetapi terdapat banyak ayat dan riwayat dalam hal ini. Silahkan Anda lihat sebab-sebab celaan al-Qur’an terhadap Bani Israel lantaran amal perbuatan ayah dan ibu mereka.  

 

[7]. “Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sangat sedikit dari mereka yang beriman. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan tanda-tanda (kebesaran Kami) yang jelas dan petunjuk yang telah Kami turunkan, setelah Kami menjelaskannya kepada umat manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat. (Qs. Al-Baqarah [2]:88, 89, 159, 188); “Kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” Balasan mereka itu ialah bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya.” (Qs. Ali Imran [3]:61 dan 87); “Akan tetapi, Allah mengutuk mereka karena kekafiran mereka. Mereka itulah orang yang dikutuk oleh Allah. Barang siapa yang dikutuk oleh Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya. Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. . yang dilaknat oleh Allah, dan setan itu mengatakan, “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba-Mu bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya).” (Qs. Al-Nisa [4]:46, 47, 52, 93, 118); (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu.” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan ucapan mereka itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan (kekuasaan) Allah terbuka. Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Isra’il melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Qs. Al-Maidah [5]:13, 64, 78) dan hal-hal lainnya yang disebutkan dalam al-Qur’an.

[8]. “Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, “Salâmun ‘alaikum.” (Qs. Al-An’am [6]:54); “Dan mereka menyeru penduduk surga, “Salam kesejahteraan atasmu.” Mereka tidak memasuki surga, sedang mereka menginginkan(nya).” (Qs. Al-A’raf [7]:46); Doa mereka dalam surga itu ialah Subhânakallâhumma, salam penghormatan mereka ialah Salâm, dan penutup doa mereka ialah al-Hamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn. (Qs. Yunus [10]:10); “Dan sesungguhnya utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira. Mereka mengucapkan, “Selamat.” Ibrahim menjawab, “Selamatlah.” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.” (Qs. Hud [11]:69); (sembari mengucapkan), “Salam sejahtera bagimu lantaran kesabaranmu.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Qs. Al-Ra’ad [13]:24). Dan hal-hal lainnya yang disebutkan dalam al-Qur’an. Namun jumlah orang-orang yang telah dilaknat dan jumlah orang yang dilaknat dan jumlah ayat-ayat mengisahkan masalah ini lebih banyak dari ayat-ayat yang menyinggung masalah salam.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hubungan antara ruh dan badan?
    24109 Filsafat Islam 2011/07/16
    Sekaitan dengan hubungan antara ruh dan badan harus dikatakan bahwa badan merupakan salah satu tingkatan dari beberapa tingkatan nafs dan ruh. Atas dasar itu, pada hakikatnya, badan berada pada jiwa dan ruh bukan ruh yang terdapat pada badan; karena berdasarkan Filsafat Hikmah, dengan ...
  • Apakah sah hukumnya menggunakan dua turbah untuk sujud?
    7668 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/21
    Tempat sujud bagi orang yang mengerjakan salat tidak boleh lebih di atas atau lebih di bawah dari empat jari tertutup dari tempat kedua lututnya...”[1] Karena itu apabila ketinggian dua turbah tidak lebih dari empat jari tertutup maka orang yang mengerjakan salat dapat sujud di atas dua ...
  • Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
    9050 Majelis Duka dan Ziarah 2012/05/10
    Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi ...
  • Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?
    15576 Tipologi dan Keunggulan Sifat 2012/09/19
    Dalam riwayat-riwayat Islam disebutkan tentang terdapatnya banyak kemiripan-kemiripan fisik dan spiritual yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf dengan sebagian dari para nabi. Sebagian dari kemiripan-kemiripan ini telah dikumpulkan dalam kitab Mikyâl al-Makârim sebagaimana berikut: Sejumlah dari kemiripan-kemiripan tersebut terdapat pada kitab Mikyâl al-Makârim dan sebagiannya ...
  • Mengapa kita membantu Irak padahal kita sendiri sangat membutuhkan. Masyarakat kita sendiri kesusahan menghadapi harga-harga mahal dan barang-barang langka di pasar?
    7825 Filsafat Politik 2011/05/18
    Pertama: Asas pelbagai bantuan Republik Islam Iran ke negara-negara Muslim adalah bantuan-bantuan moril bukan bantuan-bantuan material dan finansial. Kedua: Apabila terdapat juga bantuan-bantuan materil dan finansial ke negara-negara Muslim lainnya maka hal itu memiliki banyak pengaruh dan manfaat material dan spritual sebagaimana berikut: ...
  • Tolong sebutkan bagi saya sebuah doa untuk menemukan pasangan yang cocok dan bertakwa.
    15542 دعا 2012/09/10
    Allah Swt menjadikan setiap pekerjaan memiliki sebab-sebab tertentu sedemikian sehingga setiap pekerjaan hanya akan memperoleh hasil apabila dikerjakan melalui kanal-kanal sebabnya. Untuk memperoleh jodoh dan pasangan idaman juga demikian caranya. Cara untuk mendapatkan istri idaman memerlukan penelitian dan pengenalan yang tepat dan akurat. Tentu saja ...
  • Apa saja yang menjadi syarat-syarat nikah Mut’ah?
    30335 Hukum dan Yurisprudensi 2010/06/20
    Dalam pandangan Islam, pernikahan, baik pernikahan itu permanen atau temporer (mut’ah) dilangsungkan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak. Demikian juga pernikahan temporer seperti pernikahan permanen, hukumnya mubah dan dianjurkan. Namun hal ini tidak bermakna harus dan wajib dilakukan. Atas dasar itu, apabila seorang putri menolak lamaran seorang pria untuk pernikahan ...
  • Shalat Tahiyyat Masjid Jamkaran
    7479 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/10
    Ibadah dan doa-doa adalah bersifat tauqifi (sudah dari sananya). Artinya bahwa masing-masing dari ibadah dan doa-doa ini memiliki efek yang bersandar padanya. Seluruh amalan dan doa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan sebagaimana dokter yang memformulasikan obat bagi pasiennya dan berkata kepadanya bahwa Anda harus meminum obat ...
  • Apa dasar-dasar teologi Mahdawiyat?
    8252 Teologi Lama 2009/09/22
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah orang-orang beriman akan mendapatkan kenikmatan alam kubur dan orang-orang kafir akan dihajar dengan azab kubur?
    21065 Teologi Lama 2009/12/08
    Syaikh Mufid dalam kitab Awâil al-Maqâlat-nya, membagi manusia menjadi empat bagian berdasarkan keyakinan dan amal-perbuatan mereka:1.     Orang-orang beriman yang bertakwa2.

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    267536 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    249185 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232312 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219291 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178671 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173369 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170496 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161750 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144192 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136237 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...