Advanced Search
Hits
15841
Tanggal Dimuat: 2010/01/13
Ringkasan Pertanyaan
Apa yang menjadi sumber kebahagiaan dan penderitaan dalam pandangan Imam Khomeini Ra?
Pertanyaan
Apa yang menjadi sumber kebahagiaan dan penderitaan dalam pandangan Imam Khomeini Ra?
Jawaban Global

Jawaban Global:

Imam Khomeini Ra sebagai seorang pakar Islam dan arif memandang bahwa sumber seluruh kebahagiaan setiap orang dan masyarakat adalah perhatian mereka terhadap Allah Swt dan usaha utuk menjalankan seluruh instruksi Ilahi.

Dan pada titik yang berlawanan, awal penderitaan adalah tatkala manusia alih-alih menyembah Tuhan ia justru menyembah dirinya dan alih-alih menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya ia malah menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Namun Imam Khomeini juga tidak mengabaikan peran determinan pemerintahan dan sistem-sistem pengajaran dan pendidikan dalam mentransformasi ajaran-ajaran agama dan pelembagaannya di tengah masyarakat. Imam Khomeini berulang kali menegaskan hal ini. Ia beranggapan bahwa kesemua ini sangat berpengaruh secara signifikan dalam kebahagiaan dan penderitaan bangsa-bangsa di dunia.

Jawaban Detil

Pertama-tama sebelum menjawab pertanyaan Anda di atas, kami meminta Anda untuk memperhatikan satu poin bahwa dalam kehidupan material untuk hal-hal yang sifatnya universal; seperti kebahagiaan dan penderitaan, keceriaan dan kesedihan, dan lain sebagainya tidak dapat dipandang memiliki sumber tertentu.  

Apabila misalnya Anda jelaskan pada satu hal seluruh kebahagiaan saya bermula semenjak saya dinyatakan lulus UMPTN atau seluruh masalah yang saya hadapi karena saya tidak memiliki rumah, tentu saja tidak menyangkut seluruh realitas, melainkan satu faktor dari beragam faktor kebahagiaan dan kesulitan yang Anda hadapi di dunia ini.

Namun dalam pandangan seorang arif dalam kehidupan spiritualnya, satu-satunya kriteria kebahagiaan adalah mencari keridhaan Allah Swt dan sebagai kebalikannya apa pun yang menjauhkan manusia dari-Nya adalah sumber penderitaan. Meski secara lahir dan dalam pandangan material termasuk sebagai faktor kebahagiaan.

Dengan pendahuluan ini mari kita kembali pada pertanyaan Anda:

Imam Khomeini adalah seorang pemimpin yang tidak menaruh perhatian terhadap gelimang harta dunia dan lebih menekankan pada kemajuan spiritual masyarakatnya. Atas dasar itu lebih banyak tuturannya menyatakan bahwa faktor kebahagiaan dan penderitaan adalah apa yang membuat manusia dekat atau jauh dari Allah Swt.

Sehubungan dengan kebahagiaan dan penderitaan, Imam Khomeini menyatakan, “Alangkah bahagia dan gembiranya mereka yang membelakangi dunia dan melewati usianya dengan zuhud dan takwa…”[1] Atas dasar itu, Imam Khomeini memandang bahwa mengikut orang-orang besar yang membimbing manusia kepada Allah Swt adalah salah satu faktor untuk meraih kebahagiaan; karena  manusia laksana sebuah kumpulan yang membutuhkan segala sesuatu, sehingga para nabi datang kepada manusia untuk menjelaskan seluruh kebutuhan manusia dan apa yang dibutuhkan manusia sedemikian sehingga apabila ia beramal maka ia akan meraih kebahagiaan.”[2]

Sebagai kelanjutan jalur ini adalah menjalankan instruksi-instruksi al-Quran yang menjadi biang kebahagiaan manusia. “Al-Quran apabila merupakan sebuah kitab satu bangsa maka bangsa tersebut akan meraih kebahagiaan. Apabila kita mengamalkan ayat-ayat al-Quran maka kita akan meraih kebahagiaan.”[3]

Sebagai bandingannya, dalam pandangan Imam Khomeini, jauh dari ajaran-ajaran tsaqalain (al-Quran dan itrah) sebagai sumber penderitaan manusia. “Penderitaan bangsa kita tatkala bangsa kita berpisah dari al-Quran, berpisah dari hukum-hukum Allah, berpisah dari Imam Zaman.”[4]

Kita tahu bahwa salah satu ajaran pertama Islam adalah tidak bergantung kepada dunia dan mengabaikan hawa nafsu. Allah Swt berfirman dalam al-Quran, “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Timbangan pada hari itu ialah benar. Maka barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Qs. Yunus [10]:7-8) “Dan pada tempat lain, Allah Swt menganjurkan kepada Rasulullah Saw, Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya, janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan urusannya senantiasa melewati batas.” (Qs. Al-Kahf [18]:28)

Imam Khomeini berusaha menghidupkan dasar-dasar ajaran Islam dan menyodorkan kepada masyarakat nasihat-nasihat yang bersumber dari al-Quran dan riwayat. Beliau dalam sebuah wasiat kepada putranya, mengingatkan untuk tidak menyembah hawa nafsu dan menjadi budak dunia, “Putraku! Apa yang tercela, asas dan modal utama penderitaan dan kecelakaan, akar seluruh kesalahan adalah cinta dunia yang bersumber dari cinta diri.”[5] Dalam sebuah ucapan lainnya, Imam Khomeini mengungkapkan, “Penderitaan seluruh manusia adalah karena bergantung pada dunia. Perhatian dan ketergantungan terhadap dunia membuat manusia tertinggal dari kafilah manusia (menuju kesempurnaan).”[6]

Tentu saja ajaran-ajaran Ilahi ini dapat dipetik dari para guru dan ustad yang layak serta telah menempa dirinya dengan susah-payah sehingga dapat ditransformasi kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai budaya.

Atas dasar itu, Imam Khomeini dalam banyak hal, mengingatkan peran pendidikan dan pengajaran serta budaya dalam kebahagiaan dan penderitaan masyarakat. “Seluruh kebahagiaan dan penderitaan bersumber dari madrasah (aliran pemikiran) dan kuncinya berada di tangan para guru” dan “kebudayaan sumber seluruh kebahagiaan dan penderitaan bangsa. Apabila kebudayaannya tidak baik maka anak-anak muda yang dididik dengan kebudayaan buruk ini yang akan merusak di masa akan datang.”[7]

Kita juga harus memperhatikan poin ini bahwa pembudayaan instruksi-instruksi agama di tengah masyarakat akan menjadi mudah tatkala orang-orang yang mengemban tugas untuk mengatur masyarakat atau berada pada pucuk pimpinan memiliki selaksa kelayakan yang diperlukan. Selain itu, meski kita tidak dapat meyakini bahwa konstruksi diri (tahdzib al-nafs) dan kemajuan bagi orang-orang dalam kehidupan personalnya sama sekali tertutup, namun jelas bahwa implementasi hukum-hukum Islam dalam kehidupan sosial akan menghadapi seabrek kesulitan.

Imam Khomeini Ra dalam tuturan-tuturannya terkadang menyinggung peran pemerintahan dan kekuasaan bagi kebahagiaan dan kesengsaraan masyarakat:

  1. Kebahagiaan dan kesengsaraan bangsa bergantung pada beberapa hal di antaranya adalah pemimpinnya memiliki kelayakan memimpin.[8]
  2. Seluruh kesengsaraan yang menimpa bangsa kita bersumber dari Amerika, Soviet dan Inggris.[9]
  3. Seluruh kesengsaraan yang menimpa bangsa kita bersumber dari Syah dan rezim kerajaan.”[10]

 

Atas dasar itu, dapat kita simpulkan bahwa dalam pandangan Imam Khomeini sumber segala kebahagiaan setiap orang dan masyarakat adalah langkah mereka di jalur Ilahi dan awal kesengsaraan mereka adalah tatkala manusia alih-alih menyembah Tuhan ia justru menyembah dirinya dan alih-alih menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya ia malah menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya. Karena itu, pemerintahan disertai dengan sistem-sistem pengajaran dan pendidikan memiliki peran signifikan dalam mentransformasi ajaran-ajaran agama dan pelembagaannya di tengah masyarakat. Imam Khomeini berpandangan bahwa kesemua ini sangat berpengaruh secara signifikan dalam kebahagiaan dan penderitaan bangsa-bangsa di dunia. [iQuest]

 


[1]. Shahifah Imâm, jil. 17, hal. 49.

[2]. Ibid, jil. 4, hal. 190.

[3]. Ibid, jil. 10, hal. 533.

[4]. Ibid, jil. 7, hal. 460.

[5]. Ibid, jil. 16, hal. 213.

[6]. Ibid, jil. 7, hal. 429.

[7]. Ibid, jil. 3, hal. 306.

[8]. Ibid, jil. 5, hal. 314.

[9]. Ibid, jil. 6, hal. 28.

[10]. Ibid, jil. 5, hal. 310.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Menurut Fikih Islam, apa saja jalan penyaluran sedekah dan apakah bersedekah kepada sayid itu haram hukumnya?
    13447 Hukum dan Yurisprudensi 2013/05/25
    Dalam Fikih Islam, kita dapat menyalurkan zakat (sedekah) di delapan tempat: Pertama: Fakir, yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dalam setahun. Karena itu orang yang memiliki aset dan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup setahunnya bukanlah orang fakir. Kedua: Miskin, yaitu orang yang ...
  • Apakah hal ini ada benarnya bahwa buah manis adalah pecinta Ahlulbait dan buah masam musuh Ahlulbait As?
    7118 Dirayah al-Hadits 2014/09/07
    Teks Arab riwayat yang disebutkan pada pertanyaan di atas dikutip dari Syaikh Shaduq Rah sebagaimana berikut: «حَدَّثَنَا حَمْزَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَلَوِیُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِیُّ قَال ‏حَدَّثَنَا الْمُنْذِرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَیْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَیْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الرِّضَا(ع) قَالَ أَخْبَرَنِی ...
  • Bagaimana agama pamungkas dapat ditetapkan bahwa ia merupakan agama sempurna?
    10334 Teologi Lama 2009/07/13
    Pertama-tama kita harus ketahui bahwa redaksi “sempurna” kita maknai bahwa “sempurna” sebagai kebalikan “cacat.” Dan secara umum tatkala kita mengklaim bahwa agama Islam merupakan agama sempurna artinya ia tidak memiliki sebarang cacat pun. Dengan ungkapan yang lebih baik, mempunyai segala yang diperlukan untuk mencapai sebuah kehidupan bahagia duniawi ...
  • Apakah penyebab pengingkaran terhadap Tuhan karena kegagalan dalam memahami dalil-dalil adanya Tuhan?
    15228 Filsafat Islam 2012/03/14
    Sudah merupakan kenyataan bahwa meski para nabi Ilahi, pada masanya, telah berusaha mengajak orang-orang kafir kepada Tuhan, dengan segala hikmah dan argumen-argumennya yang meyakinkan, namun mereka tetap memilih menjadi kaum ingkar kepada Tuhan. Mereka memilih menjadi kaum ingkar yang menolak menerima kebenaran, bukan karena para nabi tidak ...
  • Bagaimanakan hukum niat dalam ibadah dan bersuci?
    7720 Hukum dan Yurisprudensi 2015/04/18
    Yang dimaksud dengan niat adalah keinginan dan kemauan kuat untuk melakukan suatu pekerjaan, entah motif itu Ilahi ataukah materi. Dalam ibadah dan bersuci, niat adalah qashd (maksud) melakukan pekerjaan dan akan berlaku jika pelaksanaan suatu pekerjaan itu didasari dengan qasd qurbat ila llah (demi untuk mendekatkan diri ...
  • Tolong Anda sebutkan pada surah dan ayat mana wilâyah fakih dinyatakan dalam al-Qur’an?
    10634 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/02
    Dalam menetapkan wilâyah fakih, sebagian ulama bersandar pada beberapa ayat al-Qur’an dan menginferensi konsep wilâyah fakih dari keumuman ayat-ayat ini. Ayat-ayat tersebut menyatakan, “Maka putuskanlah perkara mereka menurut ketentuan yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap ...
  • Apakah peran Islam dalam kemajuan peradaban manusia?
    57765 Sejarah Fikih 2012/02/16
    Peradaban pada setiap bangsa merupakan tanda-tanda kemajuan dan perkembangan bangsa tersebut. Histori terbentuknya peradaban di negara-negara Islam adalah bermakna bahwa mereka memiliki produksi pemikiran, kekayaan, saham dan juga kudrat dan kekuasaan. Karena jika selain ini yang terjadi, maka peradaban tidak akan terbentuk. Peradaban adalah dengan makna penerimaan untuk menempati ...
  • Apakah yang dimaksud dengan manusia diuji dengan kekurangan harta (kekurangan hasil panen)?
    22207 Tafsir 2015/07/23
    Sebagian mufassir berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan kekurangan harta adalah hilangnya buah-buahan, kekurangan lahan pertanian dan pohon-pohonan. Kaum Mukminin dikarenakan sibuk dalam berperang dan berjihad dengan musuh maka mereka kewalahan dalam mengurus lahan pertanian dan kebunnya atau karena adanya hama atau bencana alam sehingga menyebabkan tiadanya hasil ...
  • Mengapa manusia tidak boleh melenyapkan nikmat kehidupan bagi dirinya?
    8704 Akhlak Praktis 2010/01/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah karâmah (kemuliaan) itu? Bagaimana cara mencapai karâmah? Bagaimana posisi orang-orang yang memiliki karâmah di sisi Allah Swt?
    17595 Al-Quran 2009/02/19
    Karâmah (kemuliaan) ialah jauh dari maksiat dan tidak tunduk kepada hawa nafsu. Setiap jiwa yang agung yang suci dari berbagai kotoran adalah karim (mulia). Karâmah berlawanan dengan kelemahan dan kehinaan.  Untuk dapat mencapai puncak karâmah, seseorang harus senantiasa mengenakan pakaian takwa dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Takwa itulah yang ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259977 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245732 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229619 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214424 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175737 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171098 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167519 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157578 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140430 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133623 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...