Advanced Search
Hits
112049
Tanggal Dimuat: 2013/10/26
Ringkasan Pertanyaan
Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
Pertanyaan
Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
Jawaban Global
Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah.
Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ini adalah Palestina.
﴿یا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتی‏ کَتَبَ اللهُ لَکُمْ وَلا تَرْتَدُّوا عَلى‏ أَدْبارِکُمْ فَتَنْقَلِبُوا خاسِرینَ
“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-Maidah [5]:21)
Hanya saja terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir dalam hal ini.
Pada tafsir Amili sesuai nukilan dari Thabari disebutkan, “Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir Terkait dengan makna ‘al-ardh al-muqaddasa.’ Sebagian berkata bahwa daerah itu adalah Suriah. Sebagian lain berkata bahwa maksudnya adalah Yerikho dan sebagian lainnya berkata, “Damaskus, Palestina dan sebagian Yordania. Namun kita tidak memiliki dalil valid untuk menentukan daerah mana yang dimaksud secara umum kita katakan bahwa maksud dari al-ardh al-muqaddasah itu adalah yang terbentang antara Sungai Nil dan Furat.”[1]
Dari ayat-ayat lainnya sesuai dengan kutipan sebagian ahli tafsir disebabkan oleh sebuah indikasi bahwa yang dimaksud sebagai tanah suci itu adalah Palestina adalah ayat mulia ini:
 
﴿وَ أَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذینَ کانُوا یُسْتَضْعَفُونَ مَشارِقَ الْأَرْضِ وَ مَغارِبَهَا الَّتی‏ بارَکْنا فیها
 “Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.” (Qs. Al-A’raf [17]:137)
 
Allamah Thabathabai  terkait dengan penafsiran ayat ini berkata, “Nampaknya secara lahir maksud dari ‘ardh’ adalah negeri Suriah dan Palestina. Frase ayat ‘allati barakna fiha’ (Kami beri berkah padanya) yang menunjukkan hal ini. Karena Allah Swt hanya menyebut ‘berkah’ pada negeri selain Ka’bah yaitu negeri suci yang berada di sekitar Palestina dan maknanya adalah, “Kami wariskan negeri suci dan negeri-negeri bagian timur dan bagian baratnya kepada Bani Israel yang telah ditindas dan berada dalam kondisi lemah serta tidak berdaya.”[2]
Dalam pada itu, ayat-ayat yang berkenaan dengan pembangkangan Bani Israel dan penjelasan turunnya azab ke atas mereka ditafsirkan sebagai negeri Palestina..
Sebagian ahli tafsir dalam menafsirkan ayat berikut:
وَ قُلْنا مِنْ بَعْدِهِ لِبَنی‏ إِسْرائیلَ اسْکُنُوا الْأَرْضَ فَإِذا جاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ جِئْنا بِکُمْ لَفیفاً
“Dan sesudah (Fir’aun),  Kami berfirman kepada Bani Isra’il, “Diamlah di negeri (Mesir dan Syam) ini. Tetapi apabila datang janji akhirat, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur (dengan musuhmu di padang pengadilan).” (Qs. Al-Isra [17]:104)
Mereka berkata demikian:
Ayat, “Tetapi apabila datang janji akhirat, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur” ditujukan kepada Bani Israel dan maksud al-akhirah adalah hari kiamat. ‘Lafifan’ artinya kalian dikumpulkan pada satu tempat dalam kondisi bercampur baur.  Maksud dari ayat ini adalah memberikan ancaman kepada kaum Bani Israel karena ulahnya menciptakan fitnah dan kerusakan di muka bumi. Penafsiran ini dapat disimpulkan dari bentuk lahir ayat. Sekiranya tafsir birray itu dibenarkan kami akan menyebutkan bahwa kata ‘lafif’ itu menengarai tentang berkumpulnya orang-orang Yahudi dan Zionis dari pelbagai belahan dunia di Palestina dan Allah Swt segera akan menjadikan sebuah kaum yang kuat beperang berkuasa atas mereka (rakyat Palestina) dan penderitaan nampak di wajah-wajah mereka dan janji Ilahi bersifat pasti dan niscaya akan terlaksana..”[3] [iQuest]
 

[1]. Ibrahimi Amili, Tafsir Amili; Ali Akbar Ghaffari, jil. 3, hal. 254, Intisyarat Shaduq, Teheran, 1360 S.
[2]. Sayid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 8, hal. 228, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kelima, 1417 H.  
[3]. Muhammad Jawad Mughniyah, Tafsir al-Kâsyif, jil. 5, hal. 93, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1424 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Alkitab Menetapkan Konsep Tritunggal?
    10535 Teologi Lama
    Sejarawan pada umumnya bersepakat bahwa Alkitab sama sekali tidak menyebutkan tentang konsep Tritunggal secara tegas dan lugas. Ensiklopedia Eliade, terkait dengan Tritunggal, menulis, “...masalah ini telah menjadi masalah besar bagi Gereja untuk menemukan sebuah ayat tentang Tritunggal dalam Alkitab.” Namun demikian sebagian orang Kristen menjelaskan ...
  • Tolong Anda jelaskan sehubungan dengan kebangkitan Imam Zaman dengan kuda dan pedang, apakah hal ini ada benarnya? Bagaimana beliau akan berperang melawan jet-jet tempur musuh?
    7264 Teologi Lama
    Dengan memperhatikan beberapa indkasi yang disebutkan dalam riwayat, kebangkitan Imam Zaman Ajf dengan kuda dan pedang mengandung makna kiasan dan bermakna kekuatan dan dominasi sebagaimana ungkapan ayat, “min quwwatin wa min ribaht al-khail” (menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk ...
  • Apa alasan Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil?
    42340 Tafsir
    Islam adalah agama kebijaksanaan, akal dan hikmah. Dari sejak awal diturunkannya sejak masa Nabi Adam as., Islam telah mepersembahkan ajaran-ajarannya yang dipenuhi cahaya hikmah yang menjadi suluh pelita perjalanan umat manusia. Ya, Islam telah melahirkan pribadi-pribadi terpilih dari rahim suci ajarannya. Sejarah telah mencatat dengan sangat ...
  • Apa yang dimaksud dengan wilâyah mutlak fakih?
    4613 System
    Jawaban Ayatullah Mahdawi Hadawi Tehrani adalah sebagai berkut: Wilâyah mutlak disebutkan pada literatur-literatur juris pada masa lalu yang juga disebut sebagai wilâyah umum fakih. Artinya bahwa ketetapan wilâyah fakih pada seluruh tingkatan adalah sama dengan ketetapan wilâyah Nabi Saw dan para Imam Maksum As. Dengan ...
  • Apa saja yang harus dilakukan untuk menghilangkan sifat tergesa-gesa?
    26818 Akhlak Teoritis
    “’Ajalah” dan terburu-buru merupakan hal yang dilarang dalam ajaran agama. Dan maksudnya adalah melakukan sebuah perbuatan dengan terburu-buru. Terdapat perbedaan antara ‘ajalah (terburu-buru) dan sur’at (mengerjakan tepat pada waktunya). Sur’at adalah ketika manusia telah menyiapkan pelbagai pendahuluan dan syarat-syarat yang diperlukan, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mengerjakan ...
  • Dalam hal apa saja berdusta dibolehkan?
    21639 Akhlak Praktis
    Berkata jujur dan memerangi dusta sangat mendapat perhatian ekstra dalam ajaran-ajaran Islam sedemikian sehingga dalam banyak hal berdusta disebut sebagai perbuatan yang lebih nista dari minuman keras. Namun dengan demikian, kapan saja ketika tidak berdusta menyebabkan timbulnya kerugian dan bahya yang lebih besar dari berdusta seperti membunuh ...
  • Apakah terdapat kontradiksi antara ayat 95 surah al-Anbiya dan ayat 55-56 ayat surah al-Baqarah?
    8121 ثواب و عقاب
    Sehubungan dengan penafsiran ayat 95 surah al-Anbiya, para ahli tafsir (mufassirun) menjelaskan beberapa kemungkinan yang akan disinggung sebagai berikut: Kemungkinan pertama: Ayat ini berkaitan dengan orang-orang yang binasa dikarenakan oleh kekufurannya. Namun ayat-ayat 55-56 surah al-Baqarah menjelaskan tentang permohonan Nabi Musa As kepada Allah Swt ...
  • Bagaiamana setan dapat masuk kembali ke dalam surga setelah sebelumnya ia telah dikeluarkan?
    7192 Surga dan Neraka
    Secara global kita tahu bahwa adanya hubungan dengan setan dan was-was setan, tidak memerlukan kehadiran fisik bagi manusia. Atas dasar itu, terdapat kemungkinan bahwa setan tanpa harus masuk ke dalam surga ia melontarkan bisikan dan was-wasnya. Namun bagaimanapun terdapat beberapa asumsi yang harus dikemukakan sebelum menjawab pertanyaaan ...
  • Bagaimana hukum satu ranjang seorang laki-laki dengan salah satu istrinya dengan kehadiran istri lainnya?
    4370 بیشتر بدانیم
    Masalah ini harus diteliti dari dua sudut pandang: akhlak dan fikih: Berdasarkan pandangan akhlak, Islam sangat menaruh perhatian terhadap masalah memelihara rasa malu (hayā) dan kesucian (iffah) khususnya dalam kehidupan rumah tangga dan suami istri. Oleh itu Islam membuat peraturan sangat rinci dan teliti dalam hal ini, ...
  • Apakah hadis Unwan Basri yang disinggung oleh Ayatullah Qadhi itu?
    5170 دستور العمل ها
    Hadis Unwan Basri adalah sebuah instruksi dan amalan praktis yang sangat berguna bagi para pengikut jalan para Imam Maksum yang menjadi perhatian para arif dan pesuluk. Allamah Majlisi melihat secara langsung hadis tersebut dalam tulisan tangan Syaikh Bahai dan menukilnya dalam kitab Bihâr al-Anwâr. Riwayat ini mencakup ...

Populer Hits