Advanced Search
Hits
7040
Tanggal Dimuat: 2008/04/02
Ringkasan Pertanyaan
Apakah makam khalifatullah bersifat umum? Apakah ada makam yang lebih tinggi lagi dari makam ini?
Pertanyaan
Apakah manusia dari sisi penciptaan semuanya memiliki potensi untuk menggondol makam khalifatullah? Apakah makam ini merupakan makam tertinggi penghambaan yang dapat dicapai manusia atau ada makam yang lebih tinggi lagi?
Jawaban Global
Khalifah dan khilâfah  derivasinya dari kata kha-la-f yang bermakna di belakang punggung, meninggalkan sesuatu di belakang atau sesuatu yang menempati tempat sesuatu yang lain (suksesi). Suksesi digunakan dalam beberapa urusan empirik, non-hakiki dan hakiki.
Sesuai dengan ayat 30 surah al-Baqarah, “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi” khilâfah  tidak terbatas pada Nabi Adam semata dan seluruh manusia memiliki potensi untuk menggondol posisi khalifah ini.
Namun mengingat dari satu sisi sentral dan fokus khilâfah  Ilahi itu adalah pengetahuan terhadap nama-nama (al-asma) dan dari sisi lain pengetahuan terhadap nama-nama Ilahi ini memerlukan keteguhan dalam penghambaan dan seluruh manusia tidak memiliki keteguhan dalam penghambaan, maka makam khilfah Ilahi ini tidak dapat terealisasi dan teraktualisasi pada setiap manusia. Bagaimana mungkin malaikat saja yang tidak laik untuk menduduki makam itu diduduki oleh manusia paling durjana sedunia?
Hanya saja mengingat pengetahuan itu memiliki tingkatan dan derajat, khilâfah  juga memiliki tingkatan. Setiap orang berdasarkan kapasitas eksistensialnya akan menjadi lokus penampakan dan tajalli nama-nama Ilahi sehingga dengan demikian seukuran itu ia memiliki saham khilâfah  Ilahi.
Berdasarkan beberapa ayat dan riwayat, obyek luaran yang paling sempurna khalifatullah adalah empat belas maksum As. Setelah tingkatan empat belas maksum, para nabi dan rasul, terdapat para arif billah, sebagian manusia-manusia saleh dan bertakwa yang memiliki ilmu dan amal saleh yang menjadi lokus penampakan nama-nama Ilahi, pada tingkatan di luar para nabi dan dengan perantara mereka, adalah personifikasi khalifatullah di muka bumi.
Adapun sehubungan dengan pertanyaan apakah ada makam yang lebih tinggi lagi dari makam khalifatullah ini harus dikatakan bahwa dengan menganalisa kata khalifatullah dapat dinyatakan bahwa kita tidak dapat menggambarkan makam-makam yang lebih tinggi dari khalifatullah lantaran khalifah bermakna pengganti dan suksesor adalah kata suci Alla sebuah nama yang menunjuk ada seluruh sifat Tuhan. Dengan kata yang lebih tepat, mencakup seluruh sifat sehingga hasil khalifatullah yang bermakna suksesor seluruh sifat kesempurnaan. Karena itu tidak ada makam yang lebih tinggi lagi dari makam khalifatullah yang dapat digambarkan.
 
Jawaban Detil
Supaya lebih terang jawabannya kiranya kita perlu memperhatikan penjelasan berikut ini:
  1. Khalifah dan khilâfah  derivasinya dari kata kha-l-f yang bermakna di belakang punggung, meninggalkan sesuatu di belakang atau sesuatu yang menempati tempat sesuatu yang lain (suksesi). Suksesi terkadang digunakan pada urusan-urusan empirik seperti “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin memgambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (Qs al-Furqan [25]:62) Terkadang pada hal-hal non hakiki misalnya “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi. maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil ” (Qs Shad [38]:26) dan acapkali pada urusan-urusan hakiki seperti khilâfah  Nabi Adam yang dikemukakan pada ayat 30 surah al-Baqarah.[1]
  2. Allah Swt menitipkan potensi untuk menjadi khalifah pada diri manusia dengan meniupkan ruh-Nya pada manusia sebagaimana yang dapat dipahami dari ayat, “Dan Aku tiupkan ruh-Ku padanya”[2] Di samping itu ayat, “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi” menyebutkan secara lugas khilâfah  Nabi Adam As. Akan tetapi mengingat bahwa pertama, pengangkatan khalifah dinyatakan dalam kalimat nominal (al-jumlah al-ismiyah) dan kalimat nominal ini menandaskan bahwa pengangkatan khilâfah  ini terus berlanjut. Karena itu khilâfah  tidak terbatas pada Nabi Adam As semata. Kedua, redaksi ayat “Apakah Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah” menunjukkan bahwa khilâfah  tidak terbatas hanya pada Adam As. Karena apabila hanya berkaitan dengan Nabi Adam dan selesai, lantaran Nabi Adam As itu maksum dan tidak akan menumpahkan darah, maka sudah pada tempatnya Allah Swt berkata kepada para malaikat, “Adam tidak melakukan kerusakan dan menumpahkan darah.”
Mengingat dari satu sisi sentral dan fokus khilâfah  Ilahi itu pengetahuan terhadap nama-nama (al-asma) dan dari sisi lain pengetahuan terhadap nama-nama Ilahi ini memerlukan keteguhan dalam penghambaan dan seluruh manusia tidak memiliki keteguhan dalam penghambaan, maka makam khilfah Ilahi ini tidak dapat terealisasi dan teraktualisasi pada setiap manusia. Bagaimana mungkin malaikat saja yang tidak laik untuk menduduki makam itu diduduki oleh manusia paling durjana sedunia?[3]
Hanya saja mengingat pengetahuan itu memiliki tingkatan dan derajat, khilâfah  juga memiliki tingkatan. Setiap orang berdasarkan kapasitas eksistensialnya menjadi lokus penampakan dan tajalli nama-nama Ilahi maka seukuran itu ia memiliki saham khilâfah  Ilahi.
Berdasarkan beberapa ayat dan riwayat, obyek luaran yang paling sempurna khalifatullah adalah empat belas maksum As. Setelah tingkatan empat belas maksum, para nabi dan rasul, terdapat para arif billah, sebagian manusia-manusia saleh dan bertakwa yang memiliki ilmu dan amal saleh yang menjadi lokus penampakan nama-nama Ilahi, pada tingkatan di luar para nabi dan dengan perantara mereka, adalah personifikasi khalifatullah di muka bumi.[4]  
Adapun sehubungan dengan pertanyaan apakah ada makam yang lebih tinggi lagi dari makam khalifatullah ini harus dikatakan bahwa dengan menganalisa kata khalifatullah dapat dinyatakan bahwa kita tidak dapat menggambarkan makam-makam yang lebih tinggi dari khalifatullah lantaran khalifah bermakna pengganti dan suksesor adalah kata suci Alla sebuah nama yang menunjuk ada seluruh sifat Tuhan. Dengan kata yang lebih tepat, mencakup seluruh sifat sehingga hasil khalifatullah ini bermakna suksesor seluruh sifat kesempurnaan. Karena itu tidak ada makam yang lebih tinggi lagi dari makam khalifatullah yang dapat digambarkan. [iQuest]
 

[1]. Mahmud Rajabi, Insân Syinâsi, hal. 151.  
[2].  (Qs. Al-Hijr [15]:29)
[3]. Mahmud Rajabi, Insân Syinâsi, dengan sedikit perubahan, hal. 153-154.
[4]. Diadaptasi dari Pertanyaan 1984 (Site: 2023), Personifikasi Khalifatullah Menurut al-Quran.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260202 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245854 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229727 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214520 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175861 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171238 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167635 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157693 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140525 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133705 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...