Advanced Search
Hits
6038
Tanggal Dimuat: 2014/10/06
Ringkasan Pertanyaan
Apakah membaca al-Quran untuk orang-orang yang telah meninggal itu dapat dibenarkan?
Pertanyaan
Apakah membaca al-Quran untuk orang-orang yang telah meninggal itu dapat dibenarkan?
Jawaban Global
Terkait dengan menetapkan terkabulkannya bacaan al-Quran yang ditujukan untuk orang-orang mati terdapat minimal dua dalil yang dapat dijelaskan: Dalil pertama adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan secara umum untuk mengingat orang-orang terdahulu dan orang-orang yang telah meninggal serta mengenang kebaikan-kebaikannya dan mereka memperoleh keberkahan dari pekerjaan-pekerjaan yang kalian lakukan; jelas bahwa pembacaan al-Quran merupakan salah satu perbuatan baik dan terpuji.
Diriwayatkan dari Rasulullah Saw, “Jangan lupakan orang-orang yang telah istirahat tenang di alam kubur di antara kalian. Orang-orang yang telah meninggal dari kalian menantikan kebaikan dari kalian. Mereka terpenjara dan berharap pada perbuatan-perbuatan baik kalian. Mereka sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri. Hadiahkan mereka dengan sedekah dan doa.”
            Jenis kedua adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang pengaruh bacaan al-Quran bagi orang yang telah meninggal; seperti riwayat ini dimana Imam Ridha As bersabda, “Barangsiapa yang berziarah ke kuburan seorang beriman dan membacakan tujuh kali surah al-Qadr maka Allah Swt akan mengampuni pemilik kubur itu.”
 
Jawaban Detil
Sebelum menjawab pertanyaan ini beberapa penjelasan berikut ini perlu untuk diperhatikan:
 
Makna Kematian dalam Islam
            Makna kematian dari sudut pandang Islam bukanlah ketiadaan melainkan bermakna jiwa manusia yang abadi ini, terputus hubungannya dengan badan dan sebagai hasilnya akan keluar dari badan dan jiwa tanpa badan akan melanjutkan kehidupannya hingga masa tertentu dan akan kembali ke badan.[1]
            Allah Swt berfirman, “Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya. Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan".” (Qs. Al-Sajdah [32]:10-11)
            Nabi Muhammad Saw bersabda, “Keluarnya orang-orang beriman dari dunia laksana keluarnya bayi dari rahim ibu yaitu dari kegelapan dan kesempitan, tekanan menuju tempat yang benderang dan luas.”[2]
            Imam Ali As bersabda, “Wahai manusia! Kami dan kalian diciptakan untuk tinggal bukan untuk tiada. Kalian tidak akan mati dengan meninggal melainkan berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain; karena itu, siapkanlah bekal dan sangu untuk tempat yang abadi yang nantinya akan kalian datangi.”[3]
            Imam Husain As ditanya tentang apakah kematian itu? Kematian adalah sebaik-baik kegembiraan yang mendatangi seorang beriman.” Jawab Imam Husain As.[4]
            Imam Husain bersabda, “Kematian adalah jembatan yang akan menyampaikan kalian dari kesulitan dunia menuju pada kebahagiaan dan kemurahan Tuhan, sementara bagi musuh-musuh Tuhan perpindahan dari istana ke penjara.”[5]
            Karena itu, ayat-ayat dan riwayat-riwayat memberikan kesaksian bahwa dengan kematian atau binasanya jasad tidak akan memberikan pengaruh pada ruh. Ruh akan lestari dan tetap ada serta ia memiliki kemandirian dan kehakikian. Karena keperibadian kita adalah pada ruh dan jiwa, bukan pada badan dan jasad kita. Kematian tidak bermakna ketiadaan dan kehancuran, melainkan perpindahan dari satu alam ke alam yang lain dan kehidupan manusia tetap berlanjut.
 
Membaca al-Quran untuk Orang Mati
            Setelah kematian manusia, bagi kerabat dan orang beriman lainnya harus melaksanakan amalan-amalan seperti memandikan, mengakafankan, menyalatkan dan menguburkan serta kewajiban-kewajiban yang telah berlalu dari seorang mukmin harus segera dilaksanakan. Namun pelaksanaan sebagian amalan bagi orang yang telah meninggal mustahab di antaranya adalah bersedekah, berdoa dan membaca al-Quran.
            Dalam kaitannya dengan penetapan terkabulkannya bacaan al-Quran bagi orang-orang yang telah meninggal terdapat dua jenis dalil yang dapat dijelaskan: jenis pertama adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan secara umum supaya tetap mengingat orang-orang yang telah meninggal. Mereka mendapatkan keberkahan dari kebaikan-kebaikan yang kalian lakukan; dan jelas bawha bacaan al-Quran merupakan salah satu perbuatan baik dan terpuji. Dalam hal ini, terdapat beberapa riwayat yang disinggung sebagian di antaranya sebagai berikut:
  1. Diriwayatkan dari Rasulullah Saw, “Jangan lupakan orang-orang yang telah istirahat tenang di alam kubur di antara kalian. Orang-orang yang telah meninggal dari kalian menantikan kebaikan dari kalian. Mereka terpenjara dan berharap pada perbuatan-perbuatan baik kalian. Mereka sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri. Hadiahkan mereka dengan sedekah dan doa.”[6]
  2. Imam Shadiq As bersabda, “Orang mati akan merasa gembira karena mengharapkan rahmat dan ampunan yang dilimpahkan kepadanya sebagaimana orang hidup akan bergembira ketika memperoleh hadiah.”[7]
  3.  Jenis kedua adalah riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang pengaruh bacaan al-Quran bagi orang yang telah meninggal; seperti riwayat ini dimana Imam Ridha As bersabda, “Barangsiapa yang berziarah ke kuburan seorang beriman dan membacakan tujuh kali surah al-Qadr maka Allah Swt akan mengampuni pemilik kubur itu.”[8] [iQuest]
 
 
 
 
 
 
 

[1] Thathabai, Sayid Muhammad Husain, Āmuzesy Din, Sayid Mahdi Ayatullah, hlm. 133, Daftar Intisyarat Islami, Jamiah Mudarrisin Hausah Ilmiah Qum, Cetakan Keempat, 1385 S.
[2] Nahj al-Fashāhah, hadis 2645, Sazeman Cap wa Intisyarat Jawidan.
[3] Syaikh Mufid, Irsyād, hlm. 229, Intisyarat Islami.
[4] Faidh Kasyani, Mulla Muhammad Muhsin, Mahajjat al-Baidhā, jld. 8, hlm. 255, Capkhaneh Shaduq, Tehran.
[5] Mahajjat al-Baidhā, jld. 8, hlm. 255.
[6] Yazdi, Syaikh Hasan bin Ali, Anwār al-Hidāyah, hlm. 115, Capkhaneh Nu’man, Najaf.
[7] Mahajjat al-Baidha, jld. 8, hlm. 292.
[8] Majlisi, Muhammad Baqir, Bihār al-Anwār, jld. 79, hlm. 169, Mansyurat Capkhaneh Islamiyah, Tehran.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259990 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245741 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229625 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214435 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175748 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171107 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167525 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157581 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140437 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133631 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...