Advanced Search
Hits
27971
Tanggal Dimuat: 2013/12/25
Ringkasan Pertanyaan
Apa formula nadzar dan syarat-syarat sahnya nadzar itu? Apakah nadzar seorang yang belum baligh itu sah atau tidak?
Pertanyaan
Untuk melakukan nadzar syarat yang syah itu bagaimana? Apakah nazar syah pada saat kita masih di usia belia ?
Jawaban Global
Definisi Nadzar
Nadzar adalah berjanji untuk melakukan suatu perbuatan yang baik dilakukan untuk Allah Swt atau meninggalkan sebuah perkara yang lebih baik ditinggalkan.”[1]
 
Bagian-bagian Nadzar
Nadzar itu terbagi menjadi dua bagian:
  1. Nadzar yang bersayarat: Nadzar yang bersyarat atau nadzar syukur seperti tatkala manusia berkata, “Apabila saya sembuh dari penyakitku maka bagiku untuk Allah melakukan perbuatan tertentu (misalnya memberikan makan kepada sahabat).”[2]
Atau nadzar zajr[3] misalnya berkata, “Apabila saya melakukan perbuatan buruk maka bagi saya untuk Allah melakukan perbuatan baik tertentu (misalnya bersedekah).”
  1. Nadzar mutlak: Manusia bernadzar tanpa syarat-syarat tertentu berkata, “Saya bernadzar untuk Allah – atau bagi Allah – bagiku melakukan perbuatan baik atau meninggalkan perbuatan buruk.”[4]
 
Rukun-rukun Nadzar
Rukun-rukun nadzar terdiri dari tiga bagian:
  1. Nadzir (orang yang bernadzar)
  2. Formula nadzar
  3. Sesuatu yang dinadzarkan (multazam bih).[5]
Artinya supaya nadzar dapat dilaksanakan maka seorang yang bernadzar harus memenuhi syarat-syarat nadzar yang ada, demikian juga formula nadzar harus dibacakan  dan nadzar melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu yang merupakan syarat-syarat nadzar.
 
Syarat-syarat Orang Yang Bernadzar
  1. Baligh
  2. Berakal
  3. Memiliki ikhtiar (tidak ada unsur paksaan)
  4. Berniat
  5. Sesuatu yang dinadzarkan tidak berada dalam tunggakan orang lain.[6]
Sebagian fukaha memandang bahwa Islam dan merdeka (bukan budak) juga sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang bernadzar.[7]
 
Karena itu, nadzar meski dilakukan oleh seorang mummayiz dan telah genap berusia sepuluh tahun, demikian juga nadzar seorang gila meski gilanya bersifat periodik serta nadzar orang mabuk atau orang yang sedang marah sedemikian sehingga hilang niatnya untuk bernadzar demikian juga nadzar orang bodoh dan yang terhalangi menggunakan hartanya. Nadzar orang-orang seperti ini tidak dapat dijalankan dan tidak dibenarkan nadzarnya. Tentu saja nadzar mahjur[8] pada harta dimana seseorang memiliki tagihan padanya, tidak dapat dijalankan, namun pada urusan lain dibenarkan.[9]
Demikian juga nadzar seorang budak dan kafir tidak dapat dijalankan, kecuali pada budak, sebelum bernadzar telah memperoleh ijin tuannya atau budak sebelum bernadzar telah dibebaskan oleh tuannya. Demikian juga apabila seorang kafir memeluk Islam maka dianjurkan supaya ia tetap setia pada nadzarnya.[10]
 
Formula Nadzar
Formula nadzar adalah sebagai berikut:
«للّه علیّ هکذا»
“Bagiku untuk Allah melakukan perbuatan ini”[11]
Yang dimaksud sebagai hakadza di sini adalah apa yang ingin dinadzarkan dilafazkan dengan mengucapakan lillahi ‘alayya.[12] Misalnya berkata, “Sekiranya Allah Swt meyembuhkan Aku dari sakitku maka bagiku untuk Allah berpuasa.”
Patut untuk diperhatikan bahwa formula nadzar tidak mesti harus diucapkan dalam bahasa Arab, melainkan telah mencukupi apabila disampaikan dalam bahasa Indonesia. [13]
Karena itu apabila dikatakan, “Apabila aku sembuh dari penyakitku maka bagiku untuk Allah menyerahkan seratus ribu rupiah kepada seorang fakir atau berpuasa sehari.” Nadzar yang disampaikan seperti ini adalah nadzar yang sah. Akan tetapi lafaz untuk Allah “lillâhi” ini harus diucapkan dan tidak mencukupi apabila sekedar diniatkan dalam hati.[14]
 
Sesuatu yang Dinadzarkan atau Multazam bih dan Syarat-syaratnya
Yang dimaksud dengan sesuatu yang dinadzarkan atau mandzurun bih atau multazam bih adalah sesuatu yang dijanjikan oleh orang yang bernadzar untuk dipenuhi dilakukan atau ditinggalkan untuk Allah.
 
Syarat-syarat Sesuatu yang Dinadzarkan
  1. Sesuatu yang dinadzarkan haruslah diniatkan untuk melakukan kedekatan kepada Allah Swt (qashd qurbah); artinya harus bersifat wajib atau mustahab (dianjurkan). Atau perkara mubah[15] yang memiliki sisi keunggulan dalam urusan agama atau dunia. Karena itu, sesuatu yang haram tidak dapat dijadikan sebagai obyek nadzar atau bahkan sesuatu yang makruh.[16]
  2. Dapat dijadikan sebagai maksud dan kehendak.
  3. Mampu dilakukan oleh orang yang bernadzar; artinya sesuatu yang dinadzarkan sebagaimana berdasarkan kebiasaan dan tradisi, orang yang bernadzar dapat menunaikannya tatkala terpenuhi nadzarnya, meski ia belum memiliki kemampuan pada waktu pengucapan nadzar.[17]
 
Karena itu terkait dengan pertanyaan di atas harus dikatakan bahwa nadzar yang disampaikan oleh seseorang yang belum mencapai usia baligh tidak dapat dilaksanakan dan tidak sah; karena salah satu syarat keabsahan dan pelaksanaan nadzar adalah usia baligh orang yang bernadzar. [iQuest]
 

[1]. Nasir Makarim Syirazi, Risâlah Taudhih al-Masâil, hal. 445, Intisyarat Madrasah Imam Ali bin Abi Thalib As, Qum, Cetakan Kedua, 1424 H.  
[2]. Ibid.  
[3].  Nadzar zajr ini dapat diartikan sebagai tindakan menghukum diri akibat melakukan perbuatan buruk dengan kompensasi perbuatan baik.  
[4]. Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf bin Muthahar Asadi, Irsyâd al-Adzhân ila Ahkâm al-Îman, Riset dan edit oleh Faris Hasun, jil. 2, hal. 90, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Pertama, 1410 H.  
[5]. Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, jil. 2, hal. 117, Muassasah Mathbu’at Dar al-‘Ilm, Qum, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun; Luthfullah Shafi Gulpaigani, Hidâyah al-‘Ibâd, jil. 2, hal. 247, Dar al-Qur’an al-Karim, Qum, Cetakan Pertama, 1416 H; Hasan Wahid Khurasani, Minhâj al-Shâlihin, jil. 3, hal. 361, Madrasah Imam Baqir As, Qum, Cetakan Kelima, 1428 H.  
[6]. Bukan seorang budak laki dan perempuan.  
[7]. Zainuddin bin Ali, Syahid Tsani Amili, al-Raudhah al-Bahiyyah fi Syarh al-Lum’ah al-Dimasyqiyah, Pensyarah Sayid Muhammad, jil. 3, hal. 35, Kitabpurusyi Dawari, Qum, Cetakan Pertama, 1410 H.  
[8].  Mahjur di sini bermakna terhalangnya seseorang (pemilik harta) untuk menjadikan hartanya sebagai nadzar karena harta tersebut berada dalam sangkutan hutang, gadai, dan lain sebagainya.
[9]. Tahrir al-Wasilah, ibid; Hidâyah al-‘Ibâd, ibid; Husain Wahid Khurasani, Minhâj al-Shâlihin, ibid.  
[10]. Raudhah al-Bahiyyah, jil. 3, hal. 35-36.  
[11]. Agha Muhammad Ali Bahbahani Kermansyahi, Maqâmi’ al-Fadhl, jil. 1, hal. 346, Muassasah Allamah Mujaddid Wahid Bahbahani, Qum, 1421 H.  
[12]. Muhammad Taqi Isfahani (Majlisi Awwal), Yek Dureh Fiqh Kâmil Fârsi, hal. 172, Muassasah wa Intisyarat Farahani, Tehran, Cetakan Pertama, 1400 H.  
[13].  Dengan bahasa apapun yang penting bermakna untuk Allah.
[14]. Muhammad Fadhil Langkarani, Risâlah Taudhih al-Masâil, hal. 483, Qum, Cetakan 114, 1426 H.  Diadaptasi 37758.
[15]. Akan tetapi sebagian hal-hal yang mubah ini disebabkan keunggulan yang dimilikinya sehingga digolongkan sebagai hal yang mustahab namun tidak memerlukan niat mendekatkan diri (qurbah), seperti minum air melepas dahaga untuk salat.
[16]. al-Raudhah al-Bahiyyah fi Syarh al-Lum’ah al-Dimasyqiyah, jil. 3, hal. 41-43.  
[17]. Irsyâd al-Adzhân ila Ahkâm al-Îman, jil. 2, hal. 90
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Menurut Fikih Islam, apa saja jalan penyaluran sedekah dan apakah bersedekah kepada sayid itu haram hukumnya?
    13447 Hukum dan Yurisprudensi 2013/05/25
    Dalam Fikih Islam, kita dapat menyalurkan zakat (sedekah) di delapan tempat: Pertama: Fakir, yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dalam setahun. Karena itu orang yang memiliki aset dan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup setahunnya bukanlah orang fakir. Kedua: Miskin, yaitu orang yang ...
  • Apakah hal ini ada benarnya bahwa buah manis adalah pecinta Ahlulbait dan buah masam musuh Ahlulbait As?
    7118 Dirayah al-Hadits 2014/09/07
    Teks Arab riwayat yang disebutkan pada pertanyaan di atas dikutip dari Syaikh Shaduq Rah sebagaimana berikut: «حَدَّثَنَا حَمْزَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَلَوِیُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِیُّ قَال ‏حَدَّثَنَا الْمُنْذِرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَیْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَیْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الرِّضَا(ع) قَالَ أَخْبَرَنِی ...
  • Bagaimana agama pamungkas dapat ditetapkan bahwa ia merupakan agama sempurna?
    10334 Teologi Lama 2009/07/13
    Pertama-tama kita harus ketahui bahwa redaksi “sempurna” kita maknai bahwa “sempurna” sebagai kebalikan “cacat.” Dan secara umum tatkala kita mengklaim bahwa agama Islam merupakan agama sempurna artinya ia tidak memiliki sebarang cacat pun. Dengan ungkapan yang lebih baik, mempunyai segala yang diperlukan untuk mencapai sebuah kehidupan bahagia duniawi ...
  • Apakah penyebab pengingkaran terhadap Tuhan karena kegagalan dalam memahami dalil-dalil adanya Tuhan?
    15228 Filsafat Islam 2012/03/14
    Sudah merupakan kenyataan bahwa meski para nabi Ilahi, pada masanya, telah berusaha mengajak orang-orang kafir kepada Tuhan, dengan segala hikmah dan argumen-argumennya yang meyakinkan, namun mereka tetap memilih menjadi kaum ingkar kepada Tuhan. Mereka memilih menjadi kaum ingkar yang menolak menerima kebenaran, bukan karena para nabi tidak ...
  • Bagaimanakan hukum niat dalam ibadah dan bersuci?
    7720 Hukum dan Yurisprudensi 2015/04/18
    Yang dimaksud dengan niat adalah keinginan dan kemauan kuat untuk melakukan suatu pekerjaan, entah motif itu Ilahi ataukah materi. Dalam ibadah dan bersuci, niat adalah qashd (maksud) melakukan pekerjaan dan akan berlaku jika pelaksanaan suatu pekerjaan itu didasari dengan qasd qurbat ila llah (demi untuk mendekatkan diri ...
  • Tolong Anda sebutkan pada surah dan ayat mana wilâyah fakih dinyatakan dalam al-Qur’an?
    10634 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/02
    Dalam menetapkan wilâyah fakih, sebagian ulama bersandar pada beberapa ayat al-Qur’an dan menginferensi konsep wilâyah fakih dari keumuman ayat-ayat ini. Ayat-ayat tersebut menyatakan, “Maka putuskanlah perkara mereka menurut ketentuan yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap ...
  • Apakah peran Islam dalam kemajuan peradaban manusia?
    57765 Sejarah Fikih 2012/02/16
    Peradaban pada setiap bangsa merupakan tanda-tanda kemajuan dan perkembangan bangsa tersebut. Histori terbentuknya peradaban di negara-negara Islam adalah bermakna bahwa mereka memiliki produksi pemikiran, kekayaan, saham dan juga kudrat dan kekuasaan. Karena jika selain ini yang terjadi, maka peradaban tidak akan terbentuk. Peradaban adalah dengan makna penerimaan untuk menempati ...
  • Apakah yang dimaksud dengan manusia diuji dengan kekurangan harta (kekurangan hasil panen)?
    22207 Tafsir 2015/07/23
    Sebagian mufassir berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan kekurangan harta adalah hilangnya buah-buahan, kekurangan lahan pertanian dan pohon-pohonan. Kaum Mukminin dikarenakan sibuk dalam berperang dan berjihad dengan musuh maka mereka kewalahan dalam mengurus lahan pertanian dan kebunnya atau karena adanya hama atau bencana alam sehingga menyebabkan tiadanya hasil ...
  • Mengapa manusia tidak boleh melenyapkan nikmat kehidupan bagi dirinya?
    8704 Akhlak Praktis 2010/01/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah karâmah (kemuliaan) itu? Bagaimana cara mencapai karâmah? Bagaimana posisi orang-orang yang memiliki karâmah di sisi Allah Swt?
    17595 Al-Quran 2009/02/19
    Karâmah (kemuliaan) ialah jauh dari maksiat dan tidak tunduk kepada hawa nafsu. Setiap jiwa yang agung yang suci dari berbagai kotoran adalah karim (mulia). Karâmah berlawanan dengan kelemahan dan kehinaan.  Untuk dapat mencapai puncak karâmah, seseorang harus senantiasa mengenakan pakaian takwa dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Takwa itulah yang ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259977 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245732 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229619 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214424 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175737 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171098 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167519 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157578 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140430 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133623 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...