Advanced Search
Hits
7583
Tanggal Dimuat: 2011/01/16
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimanakah kondisi dunia Islam hari ini sekiranya Imam Husain As meraih kemenangan dalam mengusung perlawanan Asyura dan berhasil membentuk pemerintahan?
Pertanyaan
Bagaimanakah wajah Islam sekiranya Imam Husain As meraih kemenangan dalam mengusung perlawanan Asyura dan membentuk pemerintahan? Apakah masih ada orang yang meragukan agama Islam?
Jawaban Global

Sebab utama gerakan dan perlawanan Imam Husain As adalah untuk menghidupkan agama dan menunaikan tugas amar makruf dan nahi mungkar. Perlawanan Imam Husain melawan penguasa tiran adalah dengan maksud untuk melenyapkan pemikiran keliru yang menyebar di kalangan kaum Muslimin yang meyakini bahwa khalifah dan penguasa Islam, siapa pun dia dan apa pun kejahatannya, maka ia tetap adalah seorang khalifah Tuhan dan wajib ditaati.

Dalam perspektif ini, kebangkitan dan perlawanan Imam Husain berhasil meraih kemenangan dan menuai hasilnya. Untuk merealisir mayoritas tujuan-tujuan mulia Islam dan sampainya masyarakat kepada seluruh kebaikan dan terlaksananya seluruh hukum-hukum syariat maka hal itu bergantung pada pembentukan pemerintahan Islam. Sekiranya Imam Husain As berhasil membentuk pemerintahan tersebut dan menurunkan para penguasa tiran maka tujuan-tujuan akan diraih dan di samping masyarakat Islam dapat menyeruput manfaat dari anugerah tersebut, wajah asli Islam secara praktis akan ditampilkan kepada umat manusia. Gerakan seperti ini merupakan setinggi-tingginya nilai tabligh dalam menyebarkan Islam yang amat disayangkan tidak terealisir.

Jawaban Detil

Dalam menjawab pertanyaan ini, poin pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa setiap Muslim harus mengenal dan menunaikan apa yang menjadi tugas-tugasnya di hadapan Allah Swt bukan memikirkan hasil yang diperoleh dari melakukan sebuah perbuatan. Apabila tugasnya telah diketahui maka ia harus bertawakkal kepada kekuasaan nir-batas Allah Swt dan mengerahkan seluruh energi dan tenaganya untuk menunaikan tugas tersebut. Setelah menunaikan apa yang menjadi tugasnya, apa pun yang menjadi hasilnya maka hal itu merupakan kebaikan bagi hamba saleh Ilahi.

Namun terkait dengan realisasi mayoritas tujuan mulia Islam dan sampainya masyarakat pada seluruh kebaikan dan keluhuran budi pekerti maka pelaksanaannya bergantung sepenuhnya pada pembentukan pemerintahan Islam. Para Imam Maksum As senantiasa menjadikan pembentukan pemerintahan Islam dan pengambil alihan kepengurusan masyarakat sebagai salah satu tugas utama. Apabila terdapat suatu masa mereka tidak melakukan hal tersebut maka hal itu disebabkan situasi dan kondisi masyarakat tidak mendukung demikian juga tiadanya kesiapan pada masyarakat.

Kalau tidak demikian, pemerintahan qua pemerintahan, sama sekali tidak bernilai di hadapan para wali Allah dan Imam Maksum As; lantaran mereka tidak menaruh perhatian terhadap dunia. Pemerintahan penting dan signifikan bagi mereka karena dapat menjadi media implementasi hukum-hukum agama dan syariat samawi. Hal ini sepenuhnya bergantung pada adanya pemerintahan bersih, saleh dan berkuasa. Karena apabila para aparat pemerintahan, mengetahui dan menjalankan aturan dengan baik, maka masyarakat akan menjadikan keadilan sebagai poros dan mengalami kemajuan. Meski pada setiap masa karena adanya orang-orang jahat, fasik, pragmatis atau sebagian orang-orang lugu dan tidak mengetahui apa yang menjadi tugasnya, banyak muncul keonaran dan problema di tengah masyarakat.

Dari sisi lain, apabila masyarakat berada dalam kekuasaan dan pemerintahan orang-orang jahat, maka ruang bagi segala jenis kejahatan akan terbuka dan masyarakat yang mematuhi para pemimpin seperti ini maka sekali-kali tidak akan mencicipi lezatnya kebahagiaan. Demikianlah risalah yang diusung oleh  Imam Husain As. Imam Husain As sendiri bersabda, “Aku tidak bangkit mengadakan perlawanan untuk keperluan sia-sia, dan bukan untuk tujuan pribadi, (juga) bukan untuk membuat kerusakan dan keonaran, melainkan untuk mencari perbaikan (islah) bagi umat datukku. Aku ingin menunaikan tugas amar makruf dan nahi mungkar serta meneladani sirah datuk dan ayahku.”[1]

Dengan kata lain, sebab utama gerakan dan perlawanan Imam Husain As adalah untuk menghidupkan kewajiban amar makruf dan nahir mungkar serta mengusung perjuangan melawan penguasa tiran dengan maksud melenyapkan pemikiran keliru yang berkembang dalam keyakinan kaum Muslimin bahwa khalifah dan penguasa Islam, siapa pun dia, dan apa pun kejahatan yang dilakukannya maka ia tetap seorang khalifah Tuhan dan harus ditaati.

Dalam perspektif ini, kebangkitan dan perlawanan Imam Husain As meraih kemenangan dan menuai hasil gemilang; karena Imam Husain As dengan kebangkitan abadinya telah berhasil, dalam masa yang panjang, melenyapkan kekuasaan seorang khalifah yang pikiran, jalan dan metodenya menyimpang dari ajaran Islam. Di samping itu, perlawanan Imam Husain adalah untuk memahamkan kepada kaum Muslimin bahwa seorang khalifah secuil pun tidak memiliki hak untuk membuat aturan atau menduduki pemerintahan tanpa ada sedikit pun kelayakan pada dirinya. Pembuatan hukum dan aturan sepenuhnya diatur dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw dan segala sesuatu yang berujung kepada keduanya, apabila bukan karena gerakan Imam Husain As maka kebanyakan hukum-hukum Islam yang sampai kepada kita akan mengalami perubahan dan penyimpangan sebagaimana kondisi kaum Kristian dan agama mereka dewasa ini.

Karena itu, Imam Husain As bangkit berdiri di hadapan orang-orang yang mempermainkan hukum-hukum agama Islam yang dijalankan oleh para pendusta dan orang-orang jahat. Tentu dari sudut pandang ini, kebangkitan dan perlawanan Imam Husain mencapai kemenangan dan menampakkan wajah asli Islam bagi setiap orang yang mencari kebenaran. [IQuest]



[1]. Bihâr al-Anwâr, jil. 4, hal. 329.  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah memakan uang suap haram hukumnya?
    11922 بیشتر بدانیم
    Suap atau sogok dalam bahasa Arab disebut "rashwah" dari akar kata "ra' syin dan wauw" yang digunakan denga fathah, kasrah dan dhammah ra'. Kata ini adalah dalam bentuk singular. Plural dari kata rashwah ini adalah "rusya" atau "risya" yang bahasa Persia-nya berarti "muzd" atau "upah."
  • Apakah tawassul itu? Apakah terdapat dalil yang menunjukkan kebolehan dan legalitas tawassul dalam al-Qur’an dan Sunnah?
    30486 Teologi Lama
    Berperantara atau ber-tawassul kepada selain Tuhan dan memohon pertolongan kepada Rasulullah Saw dan para wali Allah yang merupakan suatu hal yang biasa dan mentradisi di kalangan kaum Muslimin semenjak dahulu kala, tidak bermakna menempatkan mereka sebagai mitra atau sekutu dalam perbuatan-perbuatan Tuhan. Yang dimaksud dengan tawassul adalah bahwa Tuhan memenuhi ...
  • Shalat Tahiyyat Masjid Jamkaran
    4612 Hukum dan Yurisprudensi
    Ibadah dan doa-doa adalah bersifat tauqifi (sudah dari sananya). Artinya bahwa masing-masing dari ibadah dan doa-doa ini memiliki efek yang bersandar padanya. Seluruh amalan dan doa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan sebagaimana dokter yang memformulasikan obat bagi pasiennya dan berkata kepadanya bahwa Anda harus meminum obat ...
  • Tolong jelaskan hukum-hukum fikih terkait dengan anjing dan kucing?
    14636 Anjing
    Salam dan terima kasih atas pertanyaan yang Anda layangkan ke meja redaksi site kami. Harap diperhatikan bahwa hewan-hewan yang telah dilatih dan menjadi piaraan tidak memberikan pengaruh pada hukum-hukum syariat terkait dengan hewan-hewan tersebut. Benar bahwa terdapat hukum khusus terkait dengan anjing pemburu dan anjing penjaga dalam ...
  • Pada ayat manakah dalam al-Quran yang menyebutkan salat malam Rasulullah Saw?
    6130 Keutamaan dan Keunggulan Sifat
    Perintah untuk mendirikan salat malam bagi Rasulullah Saw disebutkan pada beberapa ayat al-Quran. Ayat yang menyebutkan perintah salat malam itu disebutkan di antaranya pada ayat 1 dan 2 surah al-Muzammil dimana Allah Swt berfirman, “Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit ...
  • Apabila sebuah tempat seperti komputer, meja, lemari dan sebagainya ternodai najis maka satu-satunya jalan untuk menyucikannya adalah dengan menggunakan air qalil? Namun bagaimana menggunakan air qalil untuk dapat menyucikan barang-barang tersebut?
    6093 Hukum dan Yurisprudensi
    Apabila sebuah tempat seperti apa yang disebutkan dalam pertanyaan di atas ternodai najis, maka menyucikannya dengan menggunakan kain tidak mungkin dapat dilakukan. Satu-satunya cara untuk menyucikan barang-barang tersebut adalah dengan mencucinya dan membasuh dengan air (qalil, kurr dan mengalir).[1]Hal itu dapat dilakukan dengan ...
  • Apakah Cat Kuku Menjadi Penghalang pada Mandi Junub
    15479 Halangan-halangan Sampainya Air
    Salah satu syarat sahnya wudu dan mandi adalah tiadanya sesuatu yang menjadi penghalang sampainya air ke anggota badan.[1] Tidak terdapat perbedaan dalam menjalankan syarat ini pada wudu dan mandi. Karena itu, apabila sesuatu menjadi penghalang, maka ia harus dihilangkan sebelum mandi, apabila ...
  • Sejauh manakah kedudukan dan posisi wanita dalam Islam? Apakah posisi mereka setara dengan posisi kaum pria?
    27257 Filsafat Hukum
    Dalam pandangan Islam, Wanita dan laki-laki harus memiliki kesamaan visi, yaitu bergerak secara natural dan gradual mencapai puncak kesempurnaan kemanusiaan.  Dan guna tercapainya tujuan tersebut, keduanya harus memiliki kemampuan yang sama. Adapun perbedaan jenis kelamin yang merupakan konsekuensi penciptaan, tidak mempunyai peranan dalam penciptaan dan mewujudkan potensi ...
  • Bagaimana pandangan Imam Ali As tentang akal kaum lelaki dan kaum perempuan?
    10968 Dirayah al-Hadits
    Imam Ali As tidak berkata demikian bahwa kaum lelaki lebih tinggi dan lebih unggul dari kaum perempuan baik dari sisi akal juga dari sisi perasaan. Apa yang disebutkan oleh Imam Ali As tentang kurangnya akal perempuan. Apabila penyandaran tuturan Baginda Ali As ini ada benarnya, ...
  • Apakah telaga kautsar itu?
    28452 Tafsir
    Kata "kautsar" mempunyai arti kebaikan yang banyak dan melimpah. Dan terdapat begitu banyak obyek luaran (mishdaq) untuk kata kautsar ini, dimana diantaranya adalah: telaga kautsar, syafaat, nubuwwat atau kenabian, hikmah, ilmu, generasi dan keturunan yang banyak.Kautsar memiliki dua mishdaq, yaitu mishdaq duniawi (yang tidak lain ...

Populer Hits